
"Taxinya kapan sampe?" Tanya Vani
"Oh.. sepertinya itu" ucap Darren sembari menunjuk ke arah taxi yang melaju ke arah mereka
"Nicee"
Taxi itu terhenti di depan mereka dan mereka segera masuk ke dalamnya. Evano duduk di samping sopir sementara Vani dan Darren duduk di belakang. Taxi itu melaju menuju tempat tujuan
"Eh.. Darren, btw tadi kamu sama satpam bahas sendal?" Tanya Vani mengawali obrolan
Darren menoleh ke arahnya dengan ekspresi wajah kebingungan, "Sendal?"
Vani tertawa kecil menanggapinya, "Ahahahaaa.. lupain aja"
Darren menoleh ke arah Evano, "Ada apa dengan Vani?"
"Obatnya habis" jawab Evano
"Obat? Vani mempunyai penyakit?" Tanya Darren
"Jangan lah, ga gitu. Becanda doang" ucap Vani
"Oh.. syukurlah. Aku pikir aku mengajak dua orang yang sedang sakit keluar dari perkemahan" ucap Darren lega
"Wkwk" ucap Vani, "Oh ya.. kok kamu bisa tau kantor kakakku?"
"Aku pernah ke sana sebelumnya" ucap Darren
"Ohhh" ucap Vani puas
Beberapa jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan gedung perusahaan milik Kim Osamu. Vani membayar ongkos taxi dan mereka keluar dari taxi, "Kenapa biayanya tidak kita bagi tiga?" Tanya Darren
"Nggak masalah, toh kalian kesini nganterin aku kan" ucap Vani
"Baiklah kalau begitu"
"Ayo masuk" ajak Evano yang melangkah terlebih dahulu meninggalkan mereka berdua. Vani dan Darren menyusulnya
"Kita dibolehin masuk?" Tanya Vani
"Aku tidak tahu, sebelumnya aku datang kesini bersama seseorang" ucap Darren
"Lobby harusnya bisa" ucap Evano. Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam kantor perusahaan melewati security yang berjaga di depan pintu perusahaan. Mereka berjalan di lobby perusahaan yang terlihat cukup luas dengan suasana yang berkelas
"Mereka nggak larang kita masuk?" Tanya Vani bingung
"Nggak akan" ucap Evano. Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Vani, "Seterusnya kamu yang urus"
__ADS_1
"Oh iyaa" ucap Vani. Ia segera pergi mendatangi meja informasi, "permisi, Aku adiknya Khakim. bisa tolong panggilkan?" Ucap Vani
"Um.. Yes?" Tanya resepsionis kebingungan
Darren menghampiri Vani dan berdiri di sampingnya, "Can we meet President Kim Osamu? she is his younger sister"
["Apa kita bisa bertemu presdir Kim Osamu? Dia adiknya"]
"Oiya lupaa, pantes aja dia bingung, aku lupa tempat" ucap Vani sambil tertawa kecil
"Can you show your ID first" Ucap resepsionis
["Bisakah kalian menunjukkan kartu identitas terlebih dahulu"]
"don't have" Jawab Vani
["Ga punya"]
Ia menoleh ke arah Darren di sampingnya setelah mendapat suatu pemikiran, "Kenapa nggak telpon Khakim langsung aja"
"You're right, try to contact him" ucap Darren
["Kamu benar, coba hubungi dia"]
"Oh Okay" ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Kim
"diangkat!" Ucap Vani, "Hallo Khakim"
'President Kim is in the meeting room, can't meet you right now' balas seseorang dari telepon
["Presdir Kim sedang berada di ruang rapat, belum bisa di temui sekarang"]
"Heh?! Cewek! Um.. who are you" ucap Vani
'sorry, I forgot to introduce myself. I am Aeera, the secretary of president Kim Osamu'
["Maaf, saya lupa memperkenalkan diri. Saya Aeera, sekretaris dari presdir Kim Osamu"]
"secretary" Tanya Vani
["Sekretaris?"]
'Yes. Is this true with President Kim's younger sister?' ucap Aeera dari telepon
["Iya. Ini benar dengan adiknya presdir Kim?"]
"Oh.. yes. Khakim can't meet me now right" ucap Vani, "Tell him, my school has a summer camp around here"
__ADS_1
["Oh.. iya. Khakim nggak bisa ketemu sekarang ya"] ["Bilangin aja, sekolahku lagi adain kemah musim panas di sekitar sini"]
'Okay, I'll tell him. Anything else?' tanya Aeera dari telepon
["Baiklah, akan saya sampaikan. Ada yang lainnya?"]
"no, thank you" Ucap Vani sembari mengakhiri panggilannya
["Nggak ada, makasih"]
Ia menoleh ke arah dua orang yang datang bersamanya, "Balik aja yuk, Khakim lagi meeting nggak bisa ketemu sekarang"
"Kamu yakin tidak akan menunggunya?" Tanya Darren
"Nggak usah, lama pasti" ucap Vani. Ia berjalan mendahului mereka keluar dari gedung perusahaan. Mereka bertiga berjalan menelusuri trotoar
"Apa kamu bersedih?" Tanya Darren
"Nggak, biasa aja" ucap Vani
"Serius?"
"Sangat serius"
"Darren, bisa ajak kita keliling tempat ini?" Tanya Evano
Vani langsung menoleh ke arah Evano, "Jalan jalan?"
"bentar" ucap Evano
"Woah.. gaskuen!" Ucap Vani bersemangat
"What is gaskuen?" Tanya Darren
"Let's go"
"Yeah.. gaskuen!!" Seru Darren bersemangat
"Mau kemana kita?" Tanya Vani
"Aku tidak tahu. Aku belum pernah berkeliling dengan berjalan kaki, aku hanya melihatnya dari mobil" ucap Darren, "em.. Tapi aku akan berusaha menunjukkan tempat yang bagus untuk kalian"
"Ayo jalan" ajak Evano. Mereka kembali melangkah menelusuri trotoar. Darren mengeluarkan masker dari sakunya dan memakainya sembari berjalan
Vani menoleh ke arah Darren yang berjalan di sampingnya, "Kemana dulu kita?" Ia sedikit terkejut melihat Darren yang sebelumnya hanya menggunakan topi saja, namun kini di tambah dengan masker, "Lah? Udah pake topi, di tambah masker segala. Nggak sekalian pake kacamata hitam?"
"Oh.. kamu benar" Darren kembali mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya, Vani merasa tercengang ketika Darren benar benar membawa apa yang ia pikirkan sebelumnya. Darren memakai kacamata itu hingga lengkap sudah seluruh wajahnya tertutupi
__ADS_1
"Wah.. ku tau disini panas. Tapi nggak gitu juga" ucap Vani