Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter236


__ADS_3

"Satu putaran aja, pliss" Pinta Vani


"Kau pikir itu mainan?!" Tanya Kaituo


"Bentar aja, ya yaaa"


"Nggak! Itu punyaku, kakiku yang sakit bukan kakimu. Kalau kau mau main keluar, bawa aku pake itu!" Ucap Kaituo


"Ya udah, aku itung sampe tiga kalau kamu ngga duduk di kursi ini brarti aku boleh pinjem" Ucap Vani


"Gimana kesananya?!" Tanya Kaituo ngegas


"Satu.. dua.. tiga! Yes!!" Ucap Vani senang. Ia duduk di kursi roda itu dan menjalankannya keluar dari ruangan itu, "Bye Kai" serunya


"Woii" Seru Kaituo


Di lorong rumah sakit, Vani menghentikan kursi rodanya dan mencoba satu persatu tombol yang ada di kursi roda itu, "Makin canggih aja kursi roda, ada spedometernya segala njjirr, bisa diadu sama motor sih ini wkwk" Ucap Vani. Ia kembali melajukan kursi roda itu menelusuri lorong lorong rumah sakit, "Enak juga ngga perlu ngeluarin tenaga buat jalan" Ucap Vani senang


Vani melajukan kursi roda itu ke sebuah dinding kaca besar yang menyajikan pemandangan taman rumah sakit dari gedung lantai empat rumah sakit itu. Ia terhenti di sana untuk menikmati pemandangan itu, "Hey kiddo" Sapa seseorang. Vani langsung menoleh ke asal suara. Seorang remaja laki-laki yang terlihat beberapa tahun lebih tua darinya, dengan sebuah kursi roda berada di sampingnya tanpa ia ketahui kedatangannya


["Hey anak kecil"]


"Me?" Tanya Vani


"Yeah you" Ucap orang itu, "I know how you feel, you want to feel what it's like to be able to run with your feet in that park right?" Sambungnya


["Iya kamu"] ["aku tahu perasaanmu\, kamu ingin merasakan bagaimana rasanya bisa berlari dengan kakimu di taman itu kan?"]


"Ha?" Ucap Vani


"You are not wearing patient clothes, are you here for physiotherapy too like me?" Tanya orang itu


["kamu tidak menggunakan baju pasien, apa kamu kesini untuk fisioterapi juga sepertiku?"]


"What's wrong with your feet?" Tanya Vani


["Kakimu kenapa?"]

__ADS_1


Wajah orang itu tiba-tiba berubah menjadi murung "Car accident" Ucapnya


["Kecelakaan mobil"]


"You use an electric wheelchair too! Want to race with me?" Ucap Vani merubah topik pembicaraan


["kamu pake kursi roda elektrik juga! mau balapan denganku?"]


"Race? sounds pretty fun" Ucap orang itu senang


["Balapan? terdengar cukup menyenangkan"]


"Then ok! The first to reach the end of the hallway and touch the wall wins!" Ucap Vani bersemangat


["kalau begitu oke! yang pertama sampai di ujung lorong dan menyentuh tembok menjadi pemenangnya!"]


"No need to worry!" Ucap orang itu


["Siapa takut"]


"Let's wait for this hallway to be quiet" Ucap Vani


Di sisi lain, sesampainya Kim di rumah sakit, ia langsung berlari menuju meja resepsionis, "Can you check the patient list on behalf of Vani and Kaituo?!" Tanyanya


["Bisakah Anda memeriksa daftar pasien atas nama Vani dan Kaituo?!"]


"Ok sir, Wait a minute" Ucap resepsionis sembari mengecek daftar pasien di komputer kerjanya


["Baik tuan, tunggu sebentar"]


"Please quickly!" Ucap Kim


["Tolong cepat!"]


"For the patient on behalf of Kaituo is in room 4B12" Ucap resepsionis


["Untuk pasien atas nama Kaituo berada di ruangan 4B12"]

__ADS_1


("Mereka pasti satu ruangan!") Batin Kim


"For Vani is.. "


"Thank you!" Seru Kim sembari berlari meninggalkan meja resepsionis. Ia menggunakan lift untuk ke lantai 4


Di lorong lantai 4, Vani dan orang asing sebelumnya sedang berada di tengah balapannya, mereka menggunakan kecepatan maksimal kursi roda mereka, "Yoo.. kiddo, we use the same type of wheelchair, the speed is also the same" Ucap sembari menoleh ke arah Vani


["kita menggunakan jenis kursi roda yang sama, kecepatannya juga sama"]


Vani menyeringai, "then, it depends whose hand reaches the wall first" Ucapnya


["kalau begitu, tergantung tangan siapa yang meraih tembok itu terlebih dahulu"]


'tingg' Di saat yang bersamaan, Kim melangkah keluar dari lift, "Watch out!!" Seru orang yang bersama Vani


["Awas!!"]


Kemunculan Kim yang tiba tiba membuat Vani terkejut dan langsung membelokkan kursi rodanya untuk menghindari tabrakan, 'brakk' Namun Vani justru menabrak orang yang sedang balapan dengannya dan membuat mereka berdua kehilangan kendali hingga keduanya jatuh tersungkur di lantai


'akhh..'


'aww..'


Vani langsung menoleh ke arah orang yang jatuh bersamanya, "Are you hurt?!" Tanyanya


["Apa kau terluka?"]


"My feet, I can't stand up" Keluh orang itu


["Kakiku, aku tidak bisa berdiri"]


"What?" Ucap Vani dengan ekspresi datar, "Previously, your legs couldn't even stand up" Sambungnya


["Sebelumnya juga, kakimu nggak bisa buat berdiri"]


"Ahahaha.. Just kidding, i'm fine" Tawa orang itu

__ADS_1


["Ahahaha.. bercanda, aku baik baik saja"]


__ADS_2