
Vani berlari melewati meja resepsionis, "Miss, please don't run around in the lobby!" Seru resepsionis. Vani tidak mendengarkannya dan melanjutkan larinya menuju pintu lift
["Nona, tolong untuk tidak berlarian di lobi!"]
'oh no, she's not listening to me!' Ucap resepsionis lirih. "security! Please stop that girl! She's trying to barge inside!" Serunya. Empat satpam terdekat yang mendengarnya langsung berlari mengejar Vani
["Oh tidak\, dia tidak mendengarkanku!"] ["Satpam! Tolong hentikan perempuan itu! Dia mencoba menerobos masuk ke dalam!"]
Pintu lift perlahan menutup, Vani merasa heran melihat empat satpam berlari ke arahnya dari sela pintu lift yang mulai menyempit. Pintu lift tertutup dan lift itu mulai naik ke atas, "Hmm? Kenapa satpamnya buru buru? Mau ke atas juga kah?" Tanya Vani penasaran. Ia terdiam sejenak dan memperhatikan sekitarnya, "Njirr, ngomong sendiri" sambungnya
'tingg' Pintu lift terbuka dan Vani keluar dari lift. Ia berada di lantai dua gedung itu. Ia hanya terdiam memperhatikan lorong lorong di lantai itu, "Ruangan Khakim lantai berapa" Ucapnya dengan ekspresi datar, "hahh.. harusnya nanya dulu di bawah, turun lagi deh" sambungnya. Vani kembali menekan tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka
'tingg' Pintu lift terbuka. Empat satpam sebelumnya terlihat berada di dalam lift itu, "You! Don't run away!" Seru salah satu satpam
["Kamu! Jangan kabur!"]
Mendengarnya, Vani terkejut dan langsung berlari kencang meninggalkan tempat itu tanpa bersuara. Keempat satpam itu hanya terdiam memperhatikannya berlari menjauh dari mereka
"What are you doing! Chase that girl!" Seru salah satu satpam
["Apa yang kalian lakukan! Tangkap dia!"]
"Roger!" Seru ketiga satpam. Mereka berempat mulai berlari mengejar Vani
["Siap"]
("Kenapa aku dikejar satpam! Apa mereka culik yang lagi nyamar?!") Batin Vani resah
"You! Stop right there!!"
["Kamu! Cepat berhenti disana!"]
Vani sedikit melirik ke belakangnya saat berlari, "No!!" Teriaknya
Vani cukup lama berlari di lorong lorong lantai 2 gedung itu. Lama kelamaan Ia mulai merasa lelah, begitu juga dengan keempat satpam yang mengejarnya. Badan yang mulai terasa panas dan suasana kejar kejaran yang Vani anggap cukup seru, membuatnya semakin bersemangat untuk berlari. Ia berlari sembari menoleh ke belakang, "Hahaha.. You guys are too slow, catch me if you can!!!" Ejek Vani senang
["Hahaha.. kalian terlalu lamban, tangkap aku kalau bisa!!!"]
"Just watch out!" Balas salah satu satpam
["Awas saja!"]
__ADS_1
'Brakk' 'akh!' Tanpa di duga, di tengah Vani berlari ia menabrak seseorang di hadapannya. Ia sedikit terpental dan orang yang ia tabrak menggenggam lengannya agar Vani tidak terjatuh
"Don't let her go!!" Seru satpam
["Jangan lepaskan dia!!"]
Mendengar langkah sepatu satpam yang mengejarnya semakin mendekat, Vani mulai merasa panik. "Let me go!!" Seru Vani panik sembari menarik lengannya dan menoleh ke arah orang yang ia tabrak
["Lepaskan aku!!"]
Ekspresi Vani berubah drastis ketika melihat orang yang ia tabrak adalah Kim, rasa panik dalam dirinya lenyap begitu saja. "Huffhh.. kirain siapa" ucapnya lega
Keempat satpam sampai di hadapan Kim dan Vani, mereka memberi hormat terlebih dahulu pada Kim sebagai atasan mereka dengan menundukkan badan sejenak, "President Kim" sapa mereka kompak
"Thanks for helping catch that little intruder" ucap salah satu satpam
["terima kasih telah membantu menangkap penyusup kecil itu"]
"Intruder?" Tanya Kim bingung, ia melirik ke arah Vani, "She?" Sambungnya
["Penyusup?"] ["Dia?"]
"That's right, she broke through the lobby and ran all the way here" jawab Satpam
"Hehe" Tawa kecil Vani
"We will take her to the security office and interrogate her" sambung satpam lain
["Kami akan membawanya ke kantor satpam dan mengintrogasinya"]
"Just take her" Ucap Kim dengan senyuman sembari mendorong pelan Vani ke hadapan satpam
["Bawa saja dia"]
"Heh!! Apa maksudnya?!" Tanya Vani terkejut sembari menoleh ke arah Kim. "Khakim mau aku ditangkap satpam?!" Sambungnya
"Take her!" Ucap salah satu satpam. Dua satpam lain memengangi lengan Vani
["Bawa dia!"]
"Apa apaan kalian!! Lepasin!! Aku adiknya Khakim!!" Seru Vani memberontak
__ADS_1
"What did she say?" Tanya salah satu satpam
["Apa yang dia katakan?"]
"I don't know. maybe she's defending herself" jawab satpam lain
["Aku tidak tahu. Mungkin dia memberikan pembelaan"]
"Then we beg to leave, we will take care of this intruder" ucap salah satu satpam pada Kim
["Kalau begitu mohon pamit, kami akan urus penyusup ini"]
"Hmm" gumam Kim mengangguk kecil. Satpam satpam itu mulai berjalan pergi membawa Vani bersama mereka
"Woyy!!! Khakim nggak serius kan?!!" Teriak Vani panik. "let me go! I'm that guy's sister!" Sambungnya ngegas
["Lepaskan aku! Aku adik orang itu!"]
"Don't talk nonsense and just shut up!" Ucap satpam
["Jangan bicara omong kosong dan diam saja!"]
"Kau yang diam!!" Seru Vani ngegas, "Let me go!!" Sambungnya memberontak
"What's going on here?" Tanya Kaituo mencegat jalan mereka
["Ada apa disini?"]
"She's an intruder" ucap Satpam
["Dia seorang penyusup"]
Vani yang menyadari keberadaan Kaituo langsung menoleh ke arahnya, "kai! tolong! Mereka mau tangkap aku!! Bilangin mereka!! Aku adiknya Khakim!!" Ucapnya dengan ekspresi panik
Kaituo melihat ke belakang mereka dan melihat Kim berdiri tidak jauh dari mereka. Ia memahami suatu hal dan langsung menggerakkan kakinya minggir ke tembok, "Then, I won't bother" ucapnya dengan ekspresi datar
["Kalau begitu aku nggak akan mengganggu"]
"Thank you for your understanding" ucap satpam
["Terimakasih atas pengertiannya"]
__ADS_1
"Woyyy!!!!" Teriak Vani