Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter250


__ADS_3

"Kak kak! Main yuk!" Ajak salah satu anak laki laki sembari berlari menghampiri Vani


"Ayok" Ucap Vani, "kakak jadi apa?" Sambungnya


"Kakak jadi penjahatnya, aku polisinya" Ucap anak itu


"Boleh" Ucap Vani bersemangat, "Ehem.. WAHAHAHA.. Serahin duit kalian sekarang juga!!" Ucapnya dengan suara yang di buat berat


"Kyaa.. Tolong pak polisi!!" Teriak salah satu anak perempuan heboh. Penggunjung penggunjung lain di toko itu langsung terdiam dan menoleh ke arah mereka secara bersamaan


"Oh.. ahaha, kita lagi main main" Ucap Vani dengan tawa canggung


"Penjahat! Lepaskan dia!" Ucap salah satu anak laki laki sembari menodongkan kedua pistol mainannya ke arah Vani


Anak perempuan yang berdiri di samping Vani mendekat pada Vani dan memegangi lengan tangan Vani, "KYAAA!! Lepaskan saya! Lepaskan saya!" Teriaknya heboh


"Pufftt" Vani mencoba menahan tawanya


"Lepaskan dia atau peluru senapan ini akan bersarang di perutmu!" Ucap anak laki laki itu tegas


"Ucapanmu bagus banget, tapi yang di tanganmu pistol bukan senapan" Ucap Vani


"Sama saja bagiku! Cepat lepaskan dia! Kesabaranku tidak banyak!"


"Tidak akan" Ucap Vani sembari membopong anak perempuan itu. Ia berjalan dengan cepat memasuki area rak rak mainan dan bersembunyi di samping rak boneka

__ADS_1


Anak perempuan itu menoleh dan menyadari temannya berada di area itu, "kak turunin aku kak" Ucapnya pada Vani. Vani menurunkannya dan anak itu berlari menghampiri temannya yang juga berada di rak boneka, "Caca!" Panggilnya senang


"Bella" Ucap Caca senang. Ia sedikit melirik keberadaan Vani di sana, Vani membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan kecil


"Caca kamu cari apa di sini?" Tanya Bella


"Ini tempat boneka, aku cari boneka" Jawab Caca


"Oh.. boneka ya, boneka apa? Kamu ketemu yang bagus enggak?"


"Semuanya bagus, aku bingung pilih yang mana" Ucap Caca bingung


"Boneka bagus juga sih, tapi aku lebih suka mainan masak masakan. Aku udah ambil mainannya terus di pegangin sama Ibu pengasuh sekarang" Jelas Bella


"Tapi aku tidak tanya kamu membeli apa" Ucap Caca


"Penjahat! Diam di tempat!" Seru anak laki laki yang akhirnya menemukan keberadaan Vani sembari menyodorkan kedua pistolnya. Caca yang melihatnya langsung terkejut dan berlari ke arah Vani. Ia mendorong tubuh Vani dan membuat mereka berdua jatuh ke lantai dengan cukup keras


'akh..'


"Kamu gapapa?" Tanya Vani sembari membantu Caca duduk dengan benar


"Kakak! Kakak harus berhati hati! Pistol itu sangat berbahaya, mereka bisa buat perut kakak memiliki dua lubang!" Jelas Caca panik


"Ketembak maksudmu?" Ucap Vani dengan tawa kecil

__ADS_1


"Iya! Kakak harus hati hati" Ucap Caca


"Kamu udah selamatin kakak sekarang, kakak baik baik aja" Ucap Vani sembari berdiri


"Caca! Kakak itu penjahatnya! Dia yang culik aku" Ucap Bella


Caca menoleh ke arah Bella, "Tapi kamu tidak seperti orang yang terculik" Ucapnya


"huh dasar Caca, kita kan cuma lagi main main doang" Ucap Bella


"Oh begitu ya" Ucap Caca memahami. Ia menaikkan pandangannya dan menatap mata Vani, "Maafin Caca udah dorong kakak sampai jatuh" sambungnya menyesal


"Iya gapapa kok" Ucap Vani senang sembari mengusap usap rambut Caca. Ia memperhatikan sekitarnya dan menyadari anak anak lain sudah berkumpul di tempat itu, "kalian udah dapetin mainan yang kalian mau?" Tanyanya


"Sudahh!!" Jawab anak anak disana


"Kalian cuma ambil satu? Lebih boleh loh" Ucap Vani


"Masing masing satu sudah sangat cukup kak, terima kasih banyak" Ucap salah satu anak


"Ya udah kalau gitu" Ucap Vani, "kalian laper ngga?" Sambungnya


"Laparr!!" Seru anak anak itu


"Kalau gitu, let's go kita makan!" Seru Vani bersemangat

__ADS_1


"Yeyy!!" Seru anak anak itu senang. Vani membawa mereka semua makan di restoran mewah tempatnya biasa makan


__ADS_2