
'tok.. tok.. tok'
"Excuse me, president Kim" Seru seorang karyawan dari depan pintu ruangan Kim
["Permisi, presdir Kim"]
"Get in" Ucap Kim kalem
["Masuk"]
"President Kim, everyone is in the meeting room. The meeting can start immediately" Ucap karyawan itu
["Presdir Kim, semua orang ada di ruang rapat. Rapat dapat segera dimulai"]
"There is an urgent matter, you arrange the adjournment of the meeting and offer an apology" Ucap Kim
["Ada hal mendesak, kau atur penundaan rapat dan sampaikan maaf"]
"But, everyone... all right president Kim" Ucap Karyawan itu menurut. Ia keluar dari ruangan Kim untuk melaksanakan perintah Kim
["Tapi, semua orang... Baik presdir Kim"]
Kim langsung mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang
'tutt.. tutt..'
'tutt..'
"Zuan, bantu aku lacak lokasi Vani dan Kaituo. Mereka nggak bisa dihubungi sama sekali. Vani baru aja telpon dan bilang kalau dia terlibat kecelakaan, telponnya tiba tiba terputus dan aku nggak bisa hubungi mereka sama sekali" Jelas Kim cemas
__ADS_1
'Presdir Kim, Anda harus tenangkan diri Anda terlebih dahulu. Saya segera menuju ruangan Mephi' Balas Zuan dari telepon
"Aku buat Vani marah di tengah makan siang tadi, dia langsung keluar dan pergi entah kemana. Aku menghawatirkan keadaannya sekarang" Jelas Kim
'Maafkan saya karena tidak ada di sekitar presdir di saat seperti ini. Saya bersedia kembali menjadi asisten anda jika presdir menginginkannya' Ucap Zuan
"Nggak Zuan, kau bukan lagi asistenku. Kau sekarang juga seorang presdir sepertiku, anggap aku sebagai temanmu" Ucap Kim
'Tidak Presdir Kim, selamanya Anda akan selalu menjadi atasan saya yang terhormat. Anda yang membuat saya menjadi seperti sekarang, Anda boleh memperlakukan saya seperti apa pun yang Anda inginkan' Balas Zuan
"Hahaa.. Perkataanmu membuatku sedikit lega" Ucap Kim dengan tawa kecil
'Senang bisa mendengar Presdir tertawa. Saat ini saya sudah berada di depan ruangan Mephi, apa presdir ingin menjelaskannya secara langsung kepada Mephi?' Ucap Zuan dari telepon
"Kau saja, bilang padanya untuk mengirim lokasinya secepat mungkin" Ucap Kim
'tut..' Kim memutuskan panggilan teleponnya
Lima menit kemudian di chat,
Mephi = 'Share Location'
'tutt..'
'Hallo presdir Kim' Sapa Mephi dari telepon
"Kerja bagus Mephi" Ucap Kim
'Sudah kewajiban saya, Presdir Kim. Apa Anda perlu sebuah penjelasan?' Ucap Mephi dari telepon
__ADS_1
"Katakan, aku akan mendengarkan sembari menuju lokasi" Ucap Kim sembari berjalan menuju lift lantai itu
'Nomor Vani tidak aktif kemungkinan handphonenya mati. Lokasi terakhir yang bisa saya lacak adalah di rumah sakit XXX. Nomor Kaituo masih bisa dihubungi, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Lokasinya juga sama dengan Vani. Mereka berdua di pastikan berada di rumah sakit itu' Jelas Mephi
"Oke" Ucap Kim
'Apa perlu saya terobos sistem rumah sakit untuk mengecek data pasien di sana? Atau perlu saya ambil alih cctv untul mencari keberadaan akurat mereka?' Ucap Mephi dari telepon
"Nggak perlu, sudah cukup. Kau bisa kembali melanjutkan pekerjaanmu, aku akan menghubungimu jika memerlukan bantuanmu lagi" Ucap Kim
'Baik Presdir Kim' Ucap Mephi
'tutt..' Kim mengakhiri panggilan teleponnya. Ia melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke rumah sakit yang tidak jauh dari kantornya itu. Di rumah sakit, seorang suster mengirimkan kursi roda ke kamar Kaituo, "Excuse me, This is a wheelchair to make it easier for you to move" Ucapnya
["Permisi, ini kursi roda untuk mempermudah anda bergerak"]
"Thank you nurse" Ucap Kaituo
["Makasih suster"]
"Woah!! Kursi roda elektrik?!" Ucap Vani terkejut sembari berdiri dari duduknya
"Get well soon" Ucap suster ramah. Ia pergi meninggalkan kamar itu
["Cepat sembuh"]
Setelah Suster itu menghilang dari pandangannya, Vani langsung menghampiri kursi roda tersebut. Ia tersenyum senang dan menoleh ke arah Kaituo, "Pinjem ya Kai!" Ucapnya
"Hah?" Tanya Kaituo
__ADS_1