
"kenapa senyam senyum begitu?" Tanya Vani
"Gapapa" ucap Kaituo senang
"Dih ngga boleh ya! Dia mau ku kenalin sama Khakim. Kamu ngga boleh suka ke dia!" Ucap Vani ngegas
"Siapa yang suka sama dia? Ketemu aja belum" ucap Kaituo
"Aku juga belum pernah ketemu" ucap Vani
Kaituo terlihat sedikit terkejut menoleh ke arah Vani "kamu belum pernah ketemu sekalipun tapi mau langsung jodohin sama Kim?"
"Iya, emang salah ya? Dia kan baik. Trus yang paling penting, dia jago main gamenya. Kan enak kalau punya kakak ipar bisa di ajakin push tier" Ucap Vani senang
"Kim nggak bakal suka sih" ucap Kaituo
"Yee.. ketemu aja belum, udah bilang ga suka" ucap Vani
'drtt.. drtt' dering handphone
"Hpmu bunyi?" Tanya Vani
"Oh.. telepon, bentar ya" ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Ia membuat jarak dari Vani untuk mengangkat teleponnya, 'Cuma telpon, jaga jarak segala' ucap Vani lirih sembari memperhatikannya
'tutt..'
"Iya hallo" sapa Kaituo
'Kaituo, kemana saja kau? Dari pagi nggak kelihatan di kelas mana aja. Jangan lupa di kelas sore ini kita ada presentasi proyek' ucap teman sekelompoknya dari telepon
"Ah.. iya, proyeknya. Aku lupa" ucap Kaituo teringat
'bagaimana kau ini, untung aku ingetin barusan. Buruan kesini, untung juga kelasnya di undur sampai jam lima'
"Masalahnya aku di negara C, nggak keburu kalau harus ke kampus sekarang juga" ucap Kaituo
'gila kau ya! Astagaa, gimana kau ini! Mana bisa kita presentasi tanpa kau'
"Ga masalah, ambil aja nilainya" ucap Kaituo
'kalau bisa sih gitu. Masalahnya proyek ini idenya dari kau, kau yang kerjain sembilan puluh persen, kau yang tau detail detailnya. Kalau kita presentasi tanpa kau, yang ada cuma bengong di depan kelas'
"Ahahaha.. sorry" ucap Kaituo dengan tawa kecil
__ADS_1
'masih bisa ketawa kau, gimana nasib kelompok kita'
"Tenang, aku bisa presentasi online. kau yang minta izin ke dosen mata kuliahnya" ucap Kaituo
'nah gitu dong. Oke, nanti ku hubungi lagi pas bagian kelompok kita presentasi'
"Oke, bye" ucap Kaituo. Ia langsung memutuskan panggilan teleponnya. Kaituo kembali menghampiri Vani "Van, ketemuan sama temenmu bisa di undur nggak? Aku harus presentasi proyek kuliah"
"Katamu tadi pagi ngga masalah sama kuliahnya, kok sekarang ada presentasi?" Tanya Vani
"Ya nggak masalah, cuma presentasi kan" ucap Kaituo
"Trus.. kamu balik ke negara B?"
"Enggak lah, nggak keburu kalau itu. Aku presentasi online"
"Ya udah, kamu fokus dulu ke presentasimu. Aku bisa ketemu temenku sendiri, dia keknya dah sampe. Lokasinya deket di daerah sini kok" ucap Vani
"Kamu yakin pergi sendiri?" Tanya Kaituo
"Iya lah, lagian ini bukan pertama kalinya aku ke negara C ya" jawab Vani
"Iya percaya. Em.. tapi kamu harus selalu nyalain gps di handphonemu. Kalau aku selesai, aku langsung susulin kamu" ucap Kaituo
"Hmm.. iya, hati hati" ucap Kaituo
"Kamu juga, semangat presentasinya. Bye bye, aku duluan" ucap Vani sembari melambaikan tangannya dan berjalan pergi. Kaituo tersenyum kecil sembari melambaikan tangannya
Vani pergi menuju area taxi di bandara dan masuk ke dalam salah satu taxi kosong, "Sir, can you take me to this location?" Ucap Vani sembari menunjukkan alamat lokasi di handphonenya
["Pak, bisa anter ke lokasi ini?"]
"sorry, but I'm a girl" ucap sopir taxi sembari menoleh ke arah Vani dan tersenyum
["Maaf, tapi aku cewek"]
"Ahahaa.. sorry miss" ucap Vani dengan tawa kecil
"Does not matter, i will immediately take you to your destination" jawab sopir taxi. Ia segera melajukan taxinya menuju tempat tujuan
["Nggak masalah, saya akan antarkan anda ke tempat tujuan"]
Selang beberapa saat kemudian taxi itu berhenti di jalanan samping trotoar, sopir taxi menoleh ke arah Vani, "the location is near here, you just need to walk for a while" ucapnya
__ADS_1
["Lokasinya deket sini, cuma perlu jalan kaki bentar"]
"Oh, okay. Thank you miss" ucap Vani sembari keluar dari taxi
"Wait!!" Seru sopir taxi
Vani terhenti dan kembali menoleh ke arah sopir taxi, "What else?" Tanya Vani
"what else, you say! You haven't paid the taxi fare yet!" Ucap sopir taxi
["Apa lagi, kamu bilang! Kamu belum bayar ongkos taxinya!"]
"Calm down, no need to be angry. I will pay for it" ucap Vani
["Tenang, ngga perlu ngegas. Aku bayar kok"]
"ok, pay now!" Ucap sopir taxi
Vani merogoh saku bajunya, ia hanya menemukan sebuah kartu debit di sana
"Ee.. I forgot to withdraw cash. Can i pay with this card?" Ucapnya sambil menyodorkan kartunya
["Ee.. aku lupa tarik uang cash. Bisa bayar pake kartu ini?"]
"You think you're shopping at the store?! how can taxis accept electronic payments?!" Ucap sopir taxi ngegas
["Kamu pikir lagi belanja di toko?! Gimana bisa taxi menerima pembayaran elektronik?!"]
"hey, miss taxi. You are easily emotional, is it appropriate for a taxi driver to be so angry?" Ucap Vani
["Hey, mbak taxi. Kamu gampang emosian, apa pantes supir taxi marah marah gitu?"]
"what do you call me?! Miss taxi?! I have a name!" Ucap sopir taxi tambah ngegas
["Kamu panggil aku apa? Mbak taxi?! Aku punya nama!"]
"But, I don't know your name" ucap Vani sembari menaikkan kedua pundaknya
["tapi, aku ngga tau namamu"]
"You!!" Ucap sopir taxi kesal sembari mengepalkan tangannya "pay now!!" Sambungnya
"I will pay for it" ucap seseorang dari belakang Vani. Vani dan sopir taxi sedikit terkejut dan langsung menoleh ke asal suara
__ADS_1
["Aku yang bayar"]