
Tidur membuat waktu seolah berjalan dengan cepat. Vani terbangun dari tidurnya setelah matanya merasa silau terkena sorotan sinar matahari yang menembus jendela, "Woahh.. Siapa yang buka gordennya sih" ucapnya sembari menguap. Saat menoleh ke arah sampingnya, ia tidak melihat keberadaan Kaituo, "Eh? KAI!!" Teriaknya
'di kamar mandi! Ada apa?' Seru Kaituo dari kamar mandi, 'terang terang gini masih takut hantu?'
"Kirain pindah ke kamar tamu" ucap Vani
'udah nggak takut kan? Keluar sana'
"Iya iya, ini juga mau pergi" ucap Vani sembari bangkit dari kasur, "Kai, abis ini anter sekolah ya!"
'iya, sana mandi'
"Wokeysip" ucap Vani. Ia keluar dari kamar Kaituo dan kembali ke kamarnya untuk bersiap siap sebelum berangkat ke sekolah
Setengah jam kemudian,
Vani yang telah bersiap, turun dari lantai atas dan pergi menuju ruang makan untuk sarapan. Setelah sarapan, Kaituo mengantar Vani ke sekolah dengan mobilnya
Sesampainya di sekolah,
"Makasih Kai" ucap Vani sembari keluar dari mobil
"Pulang jemput nggak?" Tanya Kaituo
"Tumben nawarin jemput" ucap Vani sambil tersenyum, "Tapi ngga usah, aku suka jalan kaki"
"Hmm.. ya udah, jangan bikin ulah lagi"
"Iya sans, mana ada Vani bikin ulah"
"Nggak sadar diri lagi"
"Hehe, aku masuk duluan" ucap Vani sembari berbalik dan berjalan masuk ke dalam sekolah. Sementara Kaituo melajukan mobilnya pergi meninggalkan sekolahan. Di sepanjang perjalanan menuju kelasnya, banyak mata yang terlihat memperhatikan Vani. Ia tersenyum kecil sembari membenarkan dasinya, "Ehemm" gumamnya bangga
Di dalam kelasnya, Vani tidak melihat keberadaan Agnes. Ia memutuskan untuk duduk di bangkunya sembari menunggunya. Banyak teman sekelas yang memperhatikannya dan membicarakannya, namun Vani terlalu sibuk memainkan pulpen di tangannya, ("Makin kenceng aja skill muter pulpenku") batinnya senang
Pukul 07.30,
Agnes masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya. Vani langsung menoleh ke arahnya, "Hay yow.." sapa Vani senang. Agnes membalasnya dengan senyuman kecil
"Kantin?" Tanya Vani. Agnes terlihat tidak mendengarkannya
__ADS_1
"Selamat pagi anak anak" ucap guru di depan kelas
"Yahh" ucap Vani lesu sembari menoleh ke arah guru di depan kelas. Ia terpaksa mengikuti pembelajaran saat itu
'tett.. tett.. tett..' Bel istirahat terdengar dari speaker kelasnya. Agnes terburu buru keluar dari kelas, namun saat itu Vani lebih dulu menghadangnya, "Buru buru amat, mau kemana?" Tanya Vani sambil tersenyum
"Urus sesuatu di kantor" jawab Agnes
"Aku temenin"
"Nggak usah"
"Kenapa?"
"Aku bisa sendiri"
"Yaudah oke. Aku ajak Awani sama putri, abis ini susul kantin yak" ucap Vani
"Hmm.." Agnes berjalan mendahuluinya dan pergi begitu saja
"Kenapa dia?" Tanya Vani heran, "Ngga ada mood ya?" Ia pergi ke kelas sampingnya untuk menemui Awani dan Putri. Namun mereka berdua tidak ada di dalam kelas itu, ("Yahh.. mereka berdua udah ngilang aja") batinnya
Vani memutuskan untuk pergi ke kantin seorang diri. Saat ia memesan, tidak ada seorang pun yang berdiri di sampingnya, ("Tumben longgar") batinnya. Ia menoleh ke arah penjaga kantin, "Mienya dua porsi, pedesnya medium aja" ucapnya
"Aku duduk disana" ucap Vani sembari menunjuk ke arah meja kantin yang kosong
"Iya, nanti tak antarin"
Vani duduk bergabung dengan dua orang yang sedang makan bersama, "Nebeng" ucap Vani. Tanpa menjawabnya, kedua orang itu langsung berdiri dan berpindah meja. Vani terheran memperhatikannya, "Oo.. makasih kalau gitu"
Di tengah keramaian kantin. Meja yang harusnya terisi 4 orang, hanya ia duduki seorang diri. Meja lain terlihat penuh bahkan beberapa orang tidak kebagian duduk. Seseorang yang mencari meja terlihat mondar mandir di sampingnya, Vani menoleh ke arahnya, "Duduk sini aja, aku ngga gigit" ucapnya
ketika menoleh ke arah Vani, kedua mata orang itu langsung mengembang terkejut, 'nggak gigit, tapi langsung bunuh' ucapnya lirih
"Apa? Ngomong apaan?" Tanya Vani
'eh sini kosong' seru seseorang memanggil. Orang itu langsung meninggalkan Vani dan bergabung dengan temannya
Vani memalingkan pandangannya karena sedikit merasa malu, ("Barusan dia ngga ngomong ke aku ya?") Batinnya
Pandangan orang orang di kantin terlihat seolah olah bergantian melihat ke arah Vani. Banyak desas desus yang terdengar membicarakan beberapa kejadian terkait Vani
__ADS_1
~
'hei, itu kan Vani Osamu. orang yang bunuh itu'
'iya itu yang duduk sendirian'
'Nggak malu apa dateng ke sekolah?'
'masih punya muka dia?'
'haha, enggak punya paling'
~
'eh.. eh.. Vani Osamu tuh'
'dia yang bikin kakakmu terfitnah terus masuk penjara kan?'
'iya, dia orangnya'
'kalau aku jadi dia, keluar sih aku dari sekolah'
'eh, aku butuh bantuan kalian'
~
'lihat cewek itu, dia keliatan normal. Tapi aslinya psikopat, nggak punya hati'
'dia pembunuh itu? Kenapa nggak dikeluarin dari sekolah?'
'Keluarganya kaya, dia tutupin masalah ini'
'bahkan dia fitnah kakaknya kakak kelas buat tutupin kejadian ini loh'
'hah.. berarti berita di tv juga udah dimanipulasi dong?'
'iya itu palsu'
'jahat banget dia'
~
__ADS_1
Banyaknya pembicaraan pembicaraan mengenai Vani membuatnya tercampur aduk dan menjadi terdengar seperti kicauan burung saat sampai ke telinga Vani
'cit.. cit.. cit cuit.. cuit' Vani memasang ekspresi datarnya, "Mereka semua ngobrolin apa sih? Ga bisa nguping kalau rame gini"