
"Habisin makananmu" Ucap Evano
"Oke, kamu juga, atau mau kutambahin wasabi biar enak?" Ucap Vani
"Kamu gila?"
"Becanda becanda" Ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan meletakkannya di dalam kotak sendok
"Hm?" Gumam Evano bingung
"Oh ini.. biar nanti kalau ada yang chat keliatan hehe" Ucap Vani dengan tawa kecil
"Ada yang akan chat?"
"em.. Nggak ada juga sih"
Mereka berdua kembali terdiam dan melanjutkan memakan bistik
"Sebelumnya kamu nggak tau namaku?" Tanya Evano
Vani berhenti mengunyah makanan dan menatap Evano, "Aku biasa panggil kamu wakil, jadi ya gatau. Maaf. Tapi sekarang tau kok, Evano Yoon. Akan ku ingat. Eh... Kenapa harus ada E nya? Kan bagus namamu Vano. Ntar ketua kelas Vani, wakilnya Vano wkwk"
"Lanjut makanmu, nggak baik makan sambil ngobrol" Ucap Evano
"Yee.. yang ngajak ngobrol pertama kan kamu" Ucap Vani. Ia melanjutkan makannya
Selesai makan, Vani kembali tersenyum pada Evano, "Aku pinjem kartu ini lagi yaa. Aku ganti nanti di kamar, serius"
"Buat apa?" Tanya Evano
"Beli wasabi hehe"
"Beli? Kamu serius makan itu lagi?"
"Putri suka pedas, aku mau kasih dia" Ucap Vani
"Pakai aja" Ucap Evano
"Oke makasih" Ucap Vani. Ia mendatangi penjaga meja pemesanan, "excuse me"
["Permisi"]
"can i have one wasabi?"
__ADS_1
["Bisakah aku mendapat satu wasabi?"]
"wasabi paste?" Tanya penjaga meja pemesanan
["Pasta Wasabi?"]
Vani mengangguk mengiyakannya
"but, wasabi paste is not on the menu"
["tapi, pasta wasabi tidak ada di menu"]
"just give me one packet of wasabi paste, please" pinta Vani
["tolong berikan aku satu bungkus pasta wasabi"]
"I'll ask the chef for a moment"
["Aku akan tanya koki sebentar"]
"Yes, thank you" Ucap Vani senang
Beberapa saat kemudian, penjaga meja pemesanan kembali bersama seorang chef
"Why ask for wasabi?" Tanya Chef
"I didn't ask, I'll pay for wasabi" Jawab Vani
["Aku nggak minta, aku bayar wasabinya"]
"Oh, I see" Ucap Chef
["Begitu"]
"my friend love your handmade wasabi" Ucap Vani
["Temanku suka wasabi buatanmu"]
"she had wanted it for a long time"
["Dia udah menunggu cukup lama"]
Chef itu tersenyum kecil, "but, I never make wasabi"
__ADS_1
["tapi, aku tidak pernah membuat wasabi"]
"the factory that made it"
["Pabrik yang membuatnya"]
"Heh?" Ucap Vani terheran
"Ahaha.. since your intention to your friend is good, I will give you one" Ucap chef
["Ahaha.. Karena niatmu pada teman baik, aku akan memberimu satu"]
"Really? Thank you very much" Ucap Vani senang
["Benarkah? Terimakasih banyak"]
Chef itu memberikan satu bungkus wasabi pada Vani, "free for you"
"woah, thanks" Ucap Vani sembari menerima wasabi itu
"Don't tease your friends with it" Ucap chef
["Jangan jahili temanmu dengan itu"]
Vani memasang senyuman di wajahnya, "if that, I will consider"
["Kalau itu, aku pertimbangkan"]
"Bye bye" Ia melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan meja pemesanan. Ia menghampiri Evano yang menunggunya di luar Cafe
"Dapat?" Tanya Evano
"Dapet dong, dikasih gratis lagi" Ucap Vani senang. Ia mengembalikan kartu debit Evano, "Makasih kartunya"
"Hmm" gumam Evano sembari menerima kartu itu, "Kembali ke kamarmu dan bersih bersih. Kumpul lagi jam tujuh. Satu lagi, jangan buat masalah dengan itu"
"Oke santai, bye bye" Ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Ia melangkah pergi ke Villa dan kembali menuju kamarnya
"Eh.. Van, dah balik. Aku telpon kok nggak diangkat?" Ucap Agnes
"Astagaa.. aku taruh handphone di kotak sendok!" Ucapnya teringat. Ia memberikan wasabi di tangannya pada Agnes, "Ini pasta, kasih coba aja ke semuanya. Aku ambil handphone dulu" Ia berlari kembali menuju cafe
Agnes terlihat bingung dengan apa yang berada di tangannya, "Pasta gigi hijau? ini artinya apa ya, tulisan kanji semua njirr. Kata Vani suruh kasih ke semua orang? Taruh kamar mandi aja deh" Ia berjalan menuju kamar mandi dan meletakkan pasta itu di samping tempat sikat gigi
__ADS_1
Agnes keluar dan memberitahukannya pada yang lain, "Di kamar mandi ada pasta gigi, pakai aja kalau mau"
"Iyaa"