Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter170


__ADS_3

Saat itu pelayan di KCF langsung mengamankan pengunjung yang duduk di sekitar dinding kaca. Salah satu pelayan mendatangi meja Vani dan Ray, "Apa kalian terluka?" Tanya pelayan


Vani menoleh ke arah pelayan itu, "Kita ngga kena"


"Mari ketempat yang lebih aman" ajak pelayan


"Eh?" ("Mereka ngga tau kalau kita yang pecahin?") Batin Vani heran. Ia langsung menoleh ke arah Ray dan mengedipkan matanya, "Oh.. baik" jawab Ray. Ia berdiri dari duduknya dan membantu Vani berjalan menjauh dari pecahan kaca


'Kenapa dinding kaca setebal itu bisa pecah begitu saja ya' ucap orang lain


'temperaturnya mungkin terlalu tinggi. Apa pihak kcf tidak pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya?' saut orang lain


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami tidak menyangka hal tidak terduga seperti ini akan terjadi" ucap pelayan KCF


Di tengah kerumunan, Ray mendekatkan bibirnya ke telinga Vani, 'Ayo pergi' bisiknya


Vani tersenyum kecil dan menoleh ke arahnya, "Kuyy"


Mereka berdua diam-diam menyelinap keluar dari KCF. Mereka berjalan menepi menghindari pecahan kaca dan menghampiri pohon didepan KCF, "Buruan ambil talinya" ucap Vani


"Gimana caranya?" Tanya Ray


"Deketin aja jari telunjuknya, ntar otomatis ketarik sama magnetnya" ucap Vani


"Oke" Ray melakukannya sesuai dengan instruksi yang Vani berikan. Setelah itu, mereka berdua berjalan pergi meninggalkan tempat itu


"Kakimu baik baik aja? Sanggup jalannya?" Tanya Ray


"Iya, gapapa" jawab Vani, "Eh Ray, kita tinggalin gitu aja gapapa?"

__ADS_1


"Tembakannya terlalu cepat, aku aja nggak lihat apa apa. Kemungkinan di cctv juga nggak bakalan kelihatan. Mereka pasti ngira kacanya pecah karena temperaturnya tinggi"


"Ahahahha.. ga bener nih" ucap Vani sembari tertawa


"Sekali kali nggak papa, kamu bisa jaga rahasia ini kan?" Ucap Ray


"Maybe hehe" ucap Vani sambil tertawa kecil


Ray memalingkan wajahnya, ("Aku nggak bakal bisa ganti rugi beli dinding kaca selebar itu. Maafkan aku.. cuma sekali ini aja, janji nggak akan ulangi") batin Ray bersalah. Saat itu Vani menghentikan langkahnya dan langsung duduk di tempatnya berhenti. Ray langsung menoleh ke arahnya, "Kenapa?" Tanya Ray


"Kakiku kumat lagi" jawab Vani


"Dasar.. katanya kuat" ucap Ray dengan senyuman kecil. Ia jongkok membelakangi Vani, "Sini gendong lagi"


"Ngga" ucap Vani menolak


Ray langsung berbalik ke arah Vani, "Kenapa?"


"Aku akan pesan taxi online" ucap Ray


"Nice idea" ucap Vani, "Oh ya.. beliin minum dong, tadi aku ngga sempat minum soalnya"


"Iya.. tapi kamu pindah duduk ke kursi itu dulu, ayo" ucap Ray sembari membantu Vani berdiri dan menuntunnya menuju kursi, "Tunggu sini, jangan kemana mana"


"Iya iya" ucap Vani sembari mengangguk. Ray langsung pergi untuk membeli minuman


Vani mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang


'tutt'

__ADS_1


'hallo little Van, ada yang bisa saya bantu?' ucap Zuan dari telepon


"Kak Zuan lagi sibuk ya?" Tanya Vani


'iya, lima menit lagi akan ada meeting. ada apa little Van? Katakan saja'


"Aku tadi mecahin kaca kcf hehe, bisa ganti rugiin ngga?" Ucap Vani


'apa yang little Van lakukan?!' tanya Zuan terkejut


"Tadi aku penasaran, busi emangnya bisa buat pecahin kaca. Aku coba deh, eh... Malah beneran bisa" jelas Vani


'busi?! Kenapa little Van melakukan hal aneh begitu. kan bisa melihat pembuktiannya di yutub'


"Ga sengaja kak, maaf. Aku janji ngga lakuin lagi" ucap Vani


'hahh.. baiklah, dimana alamatnya? Nanti saya kirim orang untuk mengurusnya'


"Kak Zuan yang terbaik, emang selalu bisa diandalkan" ucap Vani senang


'Little Van, jangan manfaatkan kebaikan saya untuk berbuat kenakalan lagi' ucap Zuan


"Siap boss" ucap Vani, "Aku share lokasinya di chat"


'baiklah, saya tutup telponnya. Sampai jumpa little Van'


"Bye bye" ucap Vani


'tutt.. tutt.. tutt..' Zuan mengakhiri panggilannya

__ADS_1


("Untung ada kak Zuan") batin Vani senang. Ia menyimpan handphonenya dan menunggu Ray kembali


__ADS_2