
Sementara itu, sebelum pemadaman listrik di mulai. Kim terlebih dahulu bersama beberapa orang melakukan perjalanan dari negara A ke negara B dengan jet pribadinya. Mereka sampai setengah jam sebelum pemadaman itu dimulai
Saat Kaituo pulang setelah mengantar Vani ke sekolah, ia melihat mobil asing terparkir di garasi mobil. Ia memarkirkan mobilnya di samping mobil itu, ("Mobil siapa ini?") Batinnya penasaran. Ia keluar dari mobilnya dan masuk menggunakan pintu samping karena cuaca yang masih hujan lebat tidak memungkinkan untuknya masuk melalui pintu utama. Di ruang tamu, Kaituo sedikit terkejut melihat keberadaan paman dan bibi Vani di sana. Ia langsung menghampiri mereka, "Nian Uncle, Aunty" panggilnya
"Kaituo!" Ucap Nian sembari berdiri dari duduknya. Kaituo terlihat begitu senang berjalan mendekat dan langsung memeluk Nian
"Kenapa datang nggak bilang bilang" ucap Kaituo
"Surprise buatmu"
"Mereka nggak kesini buatmu" ucap Kim sembari berjalan menuju ruang tamu
Kaituo melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Kim, "Nian uncle bilang surprise buat aku, iri kau ya?"
"Ahahaha.. kalian masih sama saja" ucap Nian
"Pagi pagi gini darimana kamu?" Tanya Kim
"Anterin Vani kesekolah" jawab Kaituo, "Kemana aja kau, harusnya kau yang antar dia"
"Aku jemput uncle sama aunty"
"Emang ada apa dateng kesini?"
"Apa uncle nggak boleh main kesini?" Tanya Nian
"Bukan bukan uncle, Kaituo pikir ada sesuatu yang penting gitu" ucap Kaituo
"Lihat aja, nanti kamu juga tau" ucap Kim
"Seperti biasa, Kim nggak asik" ucap Kaituo sembari menoleh ke arah Nian, "Uncle, aunty. Kaituo ke kamar duluan"
"Iya sana" ucap aunty
Saat melangkah pergi dari ruang tamu, langkah Kaituo terhenti karena ia mendengar bel rumah yang berbunyi berulang kali
__ADS_1
'ting tong.. ting tong.. ting tong' Suara bel rumah
"Siapa yang nggak sopan pencet bel begitu" ucap Kaituo
"Kai, buka pintu" ucap Kim
"Hmm" gumam Kaituo. Ia berjalan menuju pintu depan dan membuka pintu itu
'cklekk'
'duarr.. zrrsshhh..' Sambaran petir terlihat menggelegar di tengah hujan deras, "Astaga kaget!" ucap Kaituo terkejut. Ia melihat seseorang yang basah kuyup berdiri tepat di hadapannya, "Kau, temannya Vani kan?"
"Dimana presdir Kim?" Tanya orang itu
"Bilang aja ke aku, ada apa kesini? Kalau cari Vani, dia di sekolah" ucap Kaituo, ("apa yang mau dia bilang, sampai bela belain hujan hujanan gini?") sambung batinnya
Kim merasa penasaran dengan orang yang berada di depan pintu, ia menghampiri Kaituo untuk melihatnya. Ia sedikit terkejut melihat keberadaan orang itu, "Jack kan?!" Ucapnya
Kaituo menoleh ke arah Kim, "Darimana kamu kenal dia?"
"Hey!" ucap Kaituo
"Kai, ambilkan handuk kering" ucap Kim
"Aku?"
"Suruh aja bibi"
"Iya" ucap Kaituo. Ia pergi untuk mengambilkan handuk kering
"Itu... presdir Kim" ucap Jack yang terlihat sedikit panik
"Panggil aku kakak, udah ku bilang aku bukan atasanmu" ucap Kim, "Bagus kau yang datang sendiri kesini, apa kau menyadarinya sendiri? Ah benar.. tunggu disini" Ia pergi meninggalkan Jack untuk mengambil sesuatu
"Tapi.." ucap Jack
__ADS_1
Saat itu Kaituo kembali dan melemparkan handuk kering pada Jack, "Ambil ini" ucapnya, "Hey, kau nggak punya payung apa? Lihat lantainya, basah kan jadinya!"
"Ada informasi penting yang harus aku bilang!" ucap Jack
"Apaan?" Tanya Kaituo
Kim kembali membawa sebuah berkas di tangannya, ia memberikannya pada Jack
"Apa itu?" Tanya Kaituo penasaran
"Kepo" ucap Kim
"Apa ini?" Tanya Jack sembari membuka berkas itu. Ia sedikit terkejut melihat isi di dalamnya. Perhatiannya teralihkan oleh hasil tes di kertas itu, "Bukan, aku nggak pernah ikut tes DNA" Ia menaikkan pandangannya dan menatap mata Kim, "Apa kau yang melakukannya kemarin?"
"Cepat sekali menyadarinya" ucap Kim, "Tes DNA rambut ini menyatakan sembilan puluh sembilan persen akurat. Kamu adalah anak Nian uncle yang hilang sembilan belas tahun lalu"
"Hah?! Serius Kim?!" Tanya Kaituo terkejut
"Nggak, aku udah nggak punya orang tua" ucap Jack, "Siapa nian uncle ini?"
"Masuklah, mereka ada di ruang tamu" ucap Kim
"Nggak! Bukan saatnya bahas ini" ucap Jack, "Vani terlibat kasus pembunuhan, sekarang dia di kantor polisi!"
"APA?!" ucap Kim terkejut
"Apa yang anak bodoh itu lakukan?" Sambung Kaituo terkejut
"Aku nggak bisa akses info dari cctv karena listrik mati. Aku nggak tau informasi apapun" jelas Jack
"Aku ke kantor polisi!" ucap Kim, "Kai, pinjamin bajumu buat dia. Kalian tetap di rumah!"
"Tapi Kim, aku harus lihat keadaan Vani" ucap Kaituo cemas
"Diam disini! Apa kau membantahku?!" Ucap Kim tegas. Ia langsung mengambil kontak mobilnya dan pergi menuju kantor polisi. Di dalam mobil, ia menyalakan handphonenya, namun saat itu sinyal masih sangat buruk, "Sal! Bagaimana menghubungi pengacara di saat seperti ini"
__ADS_1
'broommm*' Ia fokus menyetir menuju kantor polisi