Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter131


__ADS_3

Vani kembali merasa bosan, ia duduk meringkuk di pojokan sel sembari memikirkan kejadian sebelumnya, ("Kenapa Adira lakuin itu? Apa dia bosen idup?") Batinnya. Ia sedikit merasakan kesedihan, ("Terakhir dia bilang, aku bisa jadi saksi matanya. Apa dia bermaksud jebak Agnes? Tapi apa yang Adira ngga suka dari Agnes? Agnes kesana mau peringatin Adira soal Jack, apa Adira juga suka sama Jack? Terus dia nekat tuduh Agnes tusuk dia biar si Jack benci Agnes?")


("Hmm.. Apa tusukan di perut bisa langsung buat orang mati di tempat? Dulu aku juga ketikam, tapi cuma kehabisan darah dan ngga mati. Apa sebelumnya Adira kira kalau dia ngga bakal mati, tapi malah kebablasan mati beneran?") Sambung batinnya penasaran


"Hey, kamu" panggil seseorang


Lamunan Vani menghilang dalam sekejap, ia langsung menoleh ke asal suara, "Ha? Apa?" Ucapnya


"Bukan kamu kan pelakunya? Nggak perlu merenung gitu kalau memang bukan kamu yang salah" ucap polisi yang berjaga di depan sel


"Aku ngga lagi merenung"


"Ayo ngobrol, bosen juga diam berdiri disini"


"Ngga mau"


"Oke"


"Btw penyelidikan keduaku kapan?" Tanya Vani


"Katanya nggak mau ngobrol" ucap polisi itu


"Aku kan cuma tanya"


"Tunggu listrik hidup, kamu bakal diinterogasi pakai mesin poligraf"


"Poligraf paan?"


"Deteksi kebohongan, kalau kamu bohong pas di tanya bakal ketahuan"


"Heh? Emang ada yang begituan?" Tanya Vani terkejut


"Kenapa kaget? Takut ketahuan bohong?"


"Engga si.. aku kan ngga bohong. Btw gimana cara kerja mesinnya? Apa kalau aku boong, aku bakal kesengat listrik? Kek di film film"


"Haha.. nggak kesengat juga lah, itu namanya bahayain nyawa orang. Kerja mesinnya tuh deteksi perubahan fisiologis tubuh"


"Ooo.. gitu ya" ucap Vani paham, ("Hehe gampang dong, tinggal keep calm") sambung batinnya


"Emang kamu paham?"


"Engga"

__ADS_1


"Huh dasar anak kecil. Harusnya kamu tuh sekolah dulu yang benar, malah masuk sel begini"


"Makanya lepasin dong"


"Kena masalah akunya, baru magang masa di keluarin"


"Pak polisi masih magang?"


"Pak pak pak! Asal kamu tahu ya, aku baru lulus sma dua tahun lalu"


"Lah? Seumuran dong kita, cuma selisih beberapa taun doang"


"Wih.. keren dong, punya temen seorang tahanan gini, cewek lagi"


"Jirr.. mulutnya"


"Berapa umurmu bulan ini?"


"Ee.. masih enam belas, bentar lagi tujuh belas pas kelulusan"


"Aku bulan kemarin dua puluh. Berarti jarak kita tiga tahunan. Panggil aja aku abang"


"Bang"


"Tes doang wkwk"


"Ahahaha.. nggak jelas, siapa namamu?"


Vani tersenyum sembari menunjukkan badge name di seragamnya


"Oo.. nggak lihat tadi. Vani Osamu ya, osamu. Aku panggil kamu Osamu"


"Panggil orang nama depan lah b*go"


"Di luar negeri panggil pakai nama belakang loh"


"Kau pikir kita dimana?"


"Iya sih. Hmm.. gimana kehidupan di sekolahmu? Sama kayak sekolah umum nggak?"


"Sama lah"


"Dulu aku sering lewat sekolahmu itu. Aku sempat iri sih sama yang sekolah di dalemnya"

__ADS_1


"Kenapa emang?"


"Sekolah sultan gitu, mimpi sih kalau aku bisa masuk sana. Dulu, aku kesekolah sambil jualan. Kalau nggak, nggak dapet uang saku akunya"


"Jualan? Bawa gerobak ke sekolah?"


"Ya nggak jualan gerobakan segala kali. Gini, ibuku bikin kripik dari talas kalau nggak singkong. Jadi tasku itu penuh kripik, aku tawarin ke temen temen di kelas"


"Sekarang bawa ngga? Jadi laper"


"Itu dulu"


"Iya tau tau"


"Kalian mah orang berduit mana tahu usaha orang orang kecil buat bertahan hidup"


"Kamu sama aku, besaran kamu. Kecil darimananya?"


"Iya deh anak sultan"


"Btw pinjem hp dong, mau telpon orang rumah. Males bat lama lama disini"


"Listrik masih mati, sinyal otomatis gangguan. Nggak bisa telpon"


"Lah? Bisa kok, tadi aja aku telpon pake hpku"


"Tadi, kalau baru aja mati listriknya masih bisa lah telpon. Kalau sekarang dah nggak bisa, sinyal ikut hilang total"


"Trus gimana bilanginnya dong, masa aku harus disini sampe listrik idup"


"Nggak papa, aku temenin ngobrol. Toh kalau kamu pulang, pasti balik lagi kesini buat penyelidikan keduanya"


"Aku pasti di lepasin kalau Khakim dateng kesini"


"Kakakmu nggak dateng kesini pun, kamu bakalan lepas"


"Beneran?"


"Kamu nggak salah kan?"


"Hmm.. iya"


"Sabar dikit lagi. Kamu ketahan disini gara gara listrik mati. Coba aja nggak mati, cctv bisa jelasin semuanya"

__ADS_1


"Iya sih, coba aja listrik ngga mati. pasti aku masih ketahan di kelas", ("Dan Agnes ngga bakal kepikiran buat samperin Adira ke kampusnya. semua ini salahnya kang listrik")


__ADS_2