Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter181


__ADS_3

Selesai makan malam, Kaituo beranjak pergi dari ruang makan, "Aku ke kamar" ucapnya sembari berjalan


"Habis makan jangan langsung tidur!!" Ucap Kim


"Iya tau!" Seru Kaituo


"Kakak mau mandi" ucap Kim. Ia menoleh ke arah Vani, "Van, kamu bisa temani kak Belz kan?" Vani mengangguk menyetujuinya


"Belz, aku tinggal dulu" ucap Kim sembari berdiri dari duduknya


"Iya santai" ucap Belz. Kim pergi menuju kamar untuk membersihkan diri


"Ngobrol diruang tamu aja skuy" ajak Vani


"Skuy?" Tanya Belz


"Hayuk" ucap Vani


"Oh.. skuy lah" Mereka berdua pindah duduk di ruang tamu. Di sana, Belz memulai obrolan dengan Vani


"Van, kamu tahu kan bisnis kakakmu makin lama makin bagus" ucap Belz


"Engga" ucap Vani


"Tapi sekarang tau kan?"


"Iya iya, trus kenapa?"


"Kamu juga pasti tau kan kalau saingan bisnis kakakmu ada dimana mana. Mereka akan coba cara apapun buat saingi bahkan jatuhin bisnis kakakmu"

__ADS_1


"Kenapa bilang ini ke aku? Khakim butuh bantuan di perusahaannya? Apa aku bakal jadi ceo dadakan?" Tanya Vani penasaran


"Ceo dadakan? Lulus sma aja belum" ucap Belz dengan ekspresi datar


"Trus aku harus bantu apa?"


"Kamu sadar kan? Kamu satu satunya kelemahan kakakmu. Kalau kamu sampai kenapa napa, kakakmu pasti berani ambil resiko buat lepas semua hartanya buat selamatin kamu"


"Kalau aku jadi Khakim, aku ikhlasin aja"


"Kakak juga gitu kalau punya adik kayak kamu"


"Tcihh" gumam Vani sembari melirik ke arah Belz


"Ahahahaa.. bercanda bercanda" tawa Belz


"Oh ya, jadi kedatangan kakak kesini mau kasih pilihan buat kamu"


"Apa apa" ucap Vani penasaran


"Biar kakakmu nggak cemasin keselamatan kamu sama buat antisipasi misal ada pesaing bisnis kakakmu yang mau coba culik kamu.." jelas Belz terhenti, "Serem amat diculik" potong Vani


"Dengerin dulu" ucap Belz


"Maap"


"Kakakmu bakal kirim beberapa bodyguard kesini, mereka bakal ikutin kamu kemanapun kamu pergi" ucap Belz


"ihh.. ogah ogah!" Tolak Vani, "Mending diam dirumah si, daripada kemana mana dikawal gitu"

__ADS_1


"Reaksimu sesuai dugaan kakak" ucap Belz sembari tersenyum. Ia mengambil koper yang ia bawa dan meletakkannya di atas meja, "Oleh karena itu, kakak buatin kamu alat buat bela diri" Ia membuka koper itu dan menunjukkan isinya pada Vani


Vani terkejut melihat isi koper itu, "Pistol?! Itu kan ilegal!"


"Iya bentuknya pistol, tapi ini listrik" ucap Belz


"Yah.. Kirain beneran"


"Kenapa kamu keliatan kecewa? Kamu pengen pegang senjata asli?"


"Ngga ngga ngga"


"Ambil itu, dua duanya buat kamu"


"Sama aja kek stun gun brarti?" Tanya Vani sembari mengambil kedua pistol listrik


"Beda, stun gun kan buat jarak deket, pakai itu kamu bisa tembak dari jarak terjauh dua puluh meter. Kalau kamu ngerasa ada yang janggal atau ada orang mencurigakan ikutin kamu, kamu bisa tembak kearah orangnya trus lari" jelas Belz


"Wih.. kerennya" ucap Vani takjub, "Trus efek listriknya gimana?"


"Satu tembakan bisa bikin orang pingsan setengah jam"


"Gilaa.. lamanya" ucap Vani senang, "Eh tapi ini efektif ngga?"


"Tentu saja"


"Ga percaya" ucap Vani sembari berdiri dan menoleh ke arah Belz. Ia mengarahkan salah satu pistolnya ke arah Belz, "Aku ga percaya kalau belum lihat langsung efeknya"


"Hey.. kamu mau ngapain?!" Ucap Belz panik

__ADS_1


__ADS_2