
"Iya Yukki, bang satria temennya kakaknya kak Vani. Tadi dia telepon minta di panggilin kakaknya kak Vani. Disini kan ga ada jadinya nyusahin" jelas Vani
"Ohh.. begitu ya. Syukurlah, Yukki kira kak Vani tadi ngomong kotor" ucap Yukki lega
"Heh? Engga lah, mana mungkin kakak begitu. Oh ya, Yukki kenapa keluar? Kan baru sebentar mainnya"
"Yukki laper. Sama.." ucap Yukki yang tiba tiba terlihat murung, "Yukki kangen kak Ray"
"Ya udah, mumpung disini. Kita beli bonekanya Yukki dulu, abis itu turun cari makan" ucap Vani
"Hp kak Vani hidup kan? Kenapa nggak telpon kak Ray terus nanti kita makan bareng"
"Hp? Tadi tuh kakak pinjem charger punya orang, bentar banget, trus si bang sat telpon. Eh.. tiba tiba keputus gegara habis lagi baterainya"
"Kenapa nggak pinjem lagi sekarang?"
"Orangnya buru buru pergi tadi"
"Apa Yukki coba pinjem charger orang lain aja ya?"
"Eh jangan.. Maksudnya, ntar kasian orangnya kalau nunggu kita charger. Kalau dia mau kemana mana gimana coba?"
"Hum.. kenapa kak Vani nggak beli chargernya aja, uangnya kak Vani kan banyak?" Tanya Yukki
"Eh Yukki!!" Seru Vani. Ia menunjuk ke arah kumpulan boneka barbie, "Itu barbie yang kamu pengen kan?!"
__ADS_1
Yukki menoleh ke arah yang di tunjuk Vani, "Wah.. iya.." Namun, ia kembali menoleh ke arah Vani, "Jangan alihin pertanyaan Yukki dong"
"Engga kok, itu... Ada tulisan terbatasnya" ucap Vani, "Kalau ngga beli sekarang, ntar habis loh"
"Yang mana?"
Vani menoleh ke arah Yukki, "Emang Yukki bisa baca?"
"Bisa dong, Yukki kan udah kelas tiga" ucap Yukki
"Wah.. pintarnya, ternyata Yukki udah besar ya. Eh.. ayo beli barbienya sekarang aja"
"Ayo kak" ucap Yukki bersemangat. Vani menggandeng tangannya dan menuntunnya menuju rak boneka. Di depan rak yang cukup tinggi, Vani melepaskan genggamannya, "Ambil aja yang Yukki mau"
"Semua?" Tanya Yukki senang
"Enggak hehe, nanti kamar Yukki enggak muat"
"Hufhh.. Pilih aja yang Yukki suka"
"Iya" ucap Yukki sembari memilih boneka yang ia inginkan. Beberapa saat kemudian, mereka selesai membeli boneka. Mereka berdua turun ke lantai dasar untuk makan di restoran mall. Selesai makan, Vani membelikan Yukki ice cream dan mereka berdua keluar dari mall, "Yukki suka ngga main sama kakak?" Tanya Vani
"Sukaa bangett, makasih ya kak" ucap Yukki senang
"Ayo duduk situ, habisin ice cream nya" ucap Vani. Mereka berdua duduk di kursi bawah pohon rindang samping mall untuk beristirahat sejenak
__ADS_1
Di sisi lain, Evano dan keluarganya berada di dalam mobil yang juga sedang menuju ke mall itu. Di perjalanan, ia melihat Vani yang sedang duduk melamun bersama seorang anak kecil. Ia langsung menoleh ke arah sopirnya, "Pak pak, kepinggiran sekarang" ucap Evano
"Baik" ucap Sopir
Ibu Evano yang duduk di samping sopir menoleh ke kursi belakang, "Eh ada apa adek?"
"Mama sama kakak aja yang shopping di dalem, Evano tunggu di depan. Kalau ikut ke dalem, takutnya kaki Evano kumat terus hambat waktu shoppingnya" jelas Evano
"Adek tunggu di depan sendirian?" Tanya Riry
"Iya, nanti kalau kalian selesai. Kabarin lewat telpon aja" ucap Evano
"Adek beneran tunggu di depan? Emang di depan ada apa si?" Tanya ibunya Evano
"Evano cuma pengen jalan jalan dikit aja" jawab Evano
"Ya udah, hati hati ya. Kalau ada apa apa langsung telpon mama atau kakak" ucap ibunya Evano
"Siap ma" ucap Evano. Ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar dengan perlahan. Ia melambaikan tangannya dan mobil itu kembali melaju menuju parkiran mall. Evano melangkah perlahan dan duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat Vani duduk, ("Apa dia nggak sadar sama keberadaanku? kenapa dia terus natap jalanan?") Batinnya penasaran. Ia langsung bangkit dari duduknya. Evano berjalan perlahan melewati Vani. Di depan Vani duduk, Kaki kanannya menyandung kaki kirinya dan akhirnya ia jatuh tersungkur di trotoar, "AH, KAKIKU!!" teriak Evano
Yukki terkejut dan langsung menoleh ke arah Vani, "Kak, tolongin!" Ucap Yukki panik
Vani menoleh ke arah orang yang terjatuh dan baru saja menyadarinya, "Oh!!" Ia langsung berdiri dari duduknya dan mencoba membantu orang itu, "Gapapa kak?"
"Kakiku" ucap Evano sembari menoleh ke arah Vani
__ADS_1
Ketika mata mereka saling bertemu, Vani langsung melepaskan genggamannya, ""KAMU?!"" Ucap mereka berdua kompak