
Agnes berjalan melewati klinik sembari melihat keadaan di dalam klinik, ia berlalu begitu saja dan meneruskan jalannya. Setelah memantapkan pikirannya, Ia terhenti dan memutar balik jalannya. ia memutuskan untuk mengetuk pintu klinik dan sedikit membukanya, "Bsstt.. Evano!" Panggilnya
Evano menoleh ke arahnya dan berjalan menghampirinya, "Apa?"
"Ada yang mau aku omongin sama kamu, ikutin aku" Ucap Agnes. Ia langsung berjalan pergi meninggalkannya. Evano keluar dan menutup pintu klinik, Ia mengikuti Agnes dari belakang
Agnes menghentikan langkahnya di taman samping Villa, ia menghela nafasnya dan segera berbalik
"Ada apa? Aku nggak punya banyak waktu buat hal yang nggak penting" Ucap Evano
"Sebenarnya bukan Vani yang kasih Riry wasabi itu" Ucap Agnes
"Kamu coba lindungi dia? Nggak perlu" Ucap Evano sembari berbalik. Agnes menahan tangannya, "Woy, dengerin dulu lah!" Ucap Agnes
Evano kembali berbalik, "Apa lagi?!"
"Aku yang taruh wasabi itu dikamar mandi, aku serius!" Ucap Agnes
__ADS_1
"Kamu ngaku salah? Apa yang kamu lakukan? Kamu sama Vani sekongkol kan kerjain dia?!"
"Bukan gitu woy! Dengerin lah orang ngomong. Tadi pas Vani balik ke kamar, dia lupa handphonenya ketinggalan di cafe. Trus dia kasih aku krim hijau itu trus pergi buat ambil. Aku belum tahu kalau itu wasabi, aku kira pasta gigi. Tulisannya kanji, gabisa bacanya. trus juga kemasannya mirip pasta gigi. karena gatau, aku taruh di kamar mandi"
Keadaan menjadi hening sesaat, "Hey! Udah tau kan aku yang salah? Jangan salahin Vani lagi dalam masalah ini, cari aku kalau mau minta ganti rugi" Ucap Agnes. Evano hanya melamun terdiam sembari mendengarkan Agnes bicara
("Kenapa dia jadi patung?") Batin Agnes, "Aku pergi" Ucapnya sembari melangkah mundur dan pergi begitu saja meninggalkan Evano seorang diri di taman itu, 'Spesies human yang aneh' gumam Agnes. Ia kembali menuju kamar
Di dalam kamar, Vani baru saja keluar setelah selesai bersih bersih dari kamar mandi. Ia tidak melihat keberadaan Agnes disana, ia memutuskan untuk mengirimkan chat padanya
Di chat,
Agnes : "lagi balik, bentar"
Selang beberapa menit, Agnes terlihat masuk ke dalam kamar, "Yang lain belum balik? Sepi banget"
"Kamu darimana?" Tanya Vani
__ADS_1
"Cek keadaan diluar. Eh.. Van, kita kumpul setengah delapan kan? Masih ada setengah jam, mau ngapain?" Ucap Agnes
"Setengah jam?!" Vani langsung melihat waktu di jam tangannya, "Anjirr, kenapa nggak bilang. Aku dah harus kumpul sekarang"
"Yah.. nggak bareng dong" Ucap Agnes
"Iya njirr. Aku duluan" Ucap Vani tersega gesa. Ia langsung berlari keluar dari kamar
Di tengah berlari, ia teringat sesuatu dan langsung menghentikan larinya, "Kumpul dimana? Yahh.. masa aku harus tanya dia si" Ia langsung membuka handphonenya dan menghubungi seseorang
'nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi...'
"Ngapain aja sih Awani" Ucap Vani sembari menatap layar handphonenya
Tiba tiba terpintas suatu solusi atas masalahnya, "Hehe, kan ada si Darren. Tanya dia aja deh" Ia menscroll nomor kontak yang dimilikinya, namun ia tidak menemukan kontak Darren di handphonenya, "Yahhh.. dia belum telpon aku lagi"
Tanpa sengaja, Vani melihat Evano keluar dari kamarnya dan melangkah pergi, "Oh.. Ev.." ketika hendak memanggilnya, ia mengurungkan niatnya dengan cepat, "Nggak mungkin kan.." Ia langsung bersembunyi di belakang tembok dan mengikutinya. Ketika Evano berbelok, Vani dengan cepat menyusulnya. Namun saat ia ikut berbelok, Evano terlihat berdiri tepat di hadapannya. Ia refleks mundur untuk menjaga jarak
__ADS_1
Vani tidak menatap mata Evano sedikitpun, mereka hanya terdiam tanpa membicarakan apapun. Vani berpura pura mengecek waktu di jam tangannya dan berjalan melewati Evano dengan santai, "wah.. telat kumpul nih"