Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter209


__ADS_3

Darren mengikuti Vani dari belakang, "kamu mengatakan aku harus melupakannya, maka aku akan melupakannya. Sekarang kamu akan berjalan kemana?" Tanyanya. Vani menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Darren "aku mau ketemu temanku, kamu bisa pulang duluan" ucapnya


"Teman lain? Siapa orang itu?" Tanya Darren


"Teman online, ini pertama kalinya aku ketemuan" jawab Vani


"Apa aku boleh mengikutimu bertemu dengan teman barumu?" Ucap Darren


"Tapi ini pertemuan pertamaku" ucap Vani


Darren terlihat menurunkan pandangannya "kamu tidak menganggapku sebagai temanmu, kamu datang ke negara ini tanpa memberikan kabar kepadaku terlebih dahulu. Apa jika aku tidak melewati jalan ini dan tidak melihatmu, kamu tidak akan menemui diriku?" Tanyanya


"Bukan gitu.. ee.. oke oke, kamu udah terlanjur disini juga. Kamu boleh ikut" ucap Vani pasrah


"Itu baru benar" ucap Darren senang sembari menaikkan pandangannya. Ia merangkul pundak Vani dan mengajaknya kembali berjalan "apa temanmu laki laki atau perempuan? Dimana lokasi kalian akan bertemu?" Tanyanya. Vani melepaskan rangkulan Darren perlahan dan berjalan mendahuluinya "dia perempuan, kamu ikutin aku dari belakang"


"Em.. baiklah" ucap Darren


Vani berjalan menelusuri trotoar sembari menoleh ke sana kemari mencari nama restoran yang sudah dikirimkan Line sebelumnya. Setelah beberapa saat berjalan kaki, "Kenapa kamu terus menoleh, apa lehermu tidak akan bermasalah?" Tanya Darren


"Lokasinya di daerah sini, tapi mana ya" jawab Vani


Darren mempercepat langkahnya untuk menyusul Vani "Tunjukan padaku" ucapnya sembari melihat layar handphone Vani, "Oh.. kita sudah melewati tempat ini sebelumnya" ucap Darren


Vani menghentikan langkahnya ketika mendengarnya "Seriusan?"


"Iya, seharusnya kamu menayakannya dulu kepadaku"


"Kenapa kamu ngga bilang dari tadi" ucap Vani

__ADS_1


"Bagaimana aku mengetahuinya, kamu bahkan menyuruhku untuk berjalan dari belakang kamu" ucap Darren. Mendengar apa yang dikatakan Darren, otak Vani lemot seketika ("berjalan dari belakang kamu, gimana gimana") batinnya bingung


"Van? Kamu baik baik saja? Kenapa kamu berubah menjadi pendiam" ucap Darren. Vani menoleh ke arah Darren "bukannya terakhir kali ketemu kita ngobrol pakai bahasaku lancar kan?"


"aku sudah mengatakan sebelumnya, aku lama sekali tidak melatih bahasaku. Apa aku mengatakan sesuatu yang salah lagi?" Ucap Darren


Vani menggeleng gelengkan kepalanya "engga.. lupakan"


"Ayo kembali berjalan, temanmu sudah lama menunggu. Aku akan menunjukkan tempat itu" ajak Darren


"Oh oke" ucap Vani. Ia berjalan mengikuti Darren menuju ke restoran tempat Line berada. Darren menghentikan langkahnya di depan pintu restoran itu


"Ini dia" ucap Darren sembari menoleh ke arah Vani


Vani melihat nama restoran itu dan memastikannya sama dengan nama restoran yang Line kirimkan di handphonenya "iya sama, kok kamu tau sih" ucap Vani


"Iya deh suhu" ucap Vani senang


"Suhu?" Tanya Darren bingung


"Kamu yang terbaik" ucap Vani sembari mengacungkan kedua jempolnya


"Seingatku suhu adalah temperatur" ucap Darren


"Yang aku bilang tadi suhu julukan, itu buat muji orang yang lebih hebat dari kita" jelas Vani


"Oh.. i see. Apa kata b*cod tadi juga termaksud dalam kata julukan?" Ucap Darren


"Bukan bukan! Jangan ngomong itu lagi! Tadi kamu udah bilang mau lupain kan"

__ADS_1


"Aku terus teringat kata itu, mudah melafalkannya. Memangnya apa artinya?" Ucap Darren penasaran


"Em.. itu, artinya banyak bicara, semacam cerewet mungkin" ucap Vani


"Oh.. akhirnya rasa penasaranku tidak penasaran lagi" ucap Darren


"Bhaks ahahaha ga jelas" tawa Vani senang


"Hahaha" Darren ikut tertawa


"Kenapa kamu ikutan ketawa?" Tanya Vani


"Aku juga merasa senang saat kamu senang" ucap Darren


"Oh.. nice" ucap Vani senang


"Oh ya Vani, menurut aku kamu orang yang b*cod" ucap Darren


("Njirr.. sesat bat ngajarin orang ngomong ginian") batin Vani


"Apa menurutmu aku juga orang yang b*cod?" Sambung Darren


"excuse me, you guys are blocking the way" potong seseorang dari belakang mereka


["Permisi, kalian menghalangi jalan"]


"Oh.. sorry" ucap Darren tersadar. Ia menarik tangan Vani dan mengajaknya untuk minggir ke tempat lain. Ia menoleh ke arah Vani "kenapa kita mengobrol di depan pintu? Bagaimana nasib teman kamu?" Sambungnya


"Oh iya! Ayo masuk" ucap Vani teringat. Mereka berdua segera masuk ke dalam restoran

__ADS_1


__ADS_2