Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter126


__ADS_3

Selesai bersiap siap, Vani segera keluar dari kamarnya dan berlari ke lantai dasar. Ia mencari Kaituo ke kamarnya


'brakk' Vani mendobrak pintu, "Woy! Anterin sekolah!"


"Astaga Vani, bisa nggak ketok pintu!" Ucap Kaituo terkejut


"Oh maaf, Kai anterin sekolah"


"Nggak"


"Pliss Kai, kenapa ngga bangunin aku dari tadi si?"


"Udah ketok ketok kamarmu, nggak di respons"


"Yahh.. tapi kan.."


"Belum juga jam tujuh. Biasanya kamu berangkat nunggu bel istirahat pertama. Emang ada apa di sekolah sepagi ini?"


'patzz' Listrik tiba tiba mati dan kemudian kembali menyala


"Pemadamannya dimulai" ucap Kaituo


"Eh.. yang bisa nyala cuma lampu doang kan kalau listrik mati? Cctv ngga bisa kan?" Tanya Vani


"Kayaknya"


"Buruan siap siap, anterin ke sekolah"


"Males, cari aja kakakmu"


"Oh iya ada Khakim" ucap Vani sembari berbalik


"Tunggu.. aku aja deh" ucap Kaituo sembari bangkit dari kasurnya, "Lima menit" ucapnya sembari masuk ke dalam kamar mandi


"Aku tunggu sambil makan!" ucap Vani sembari menutup pintu kamar Kaituo. Ia pergi menuju meja makan dan duduk


"Mau sarapan apa non?" Tawar bibi


"Roti aja bi, buruan. Keburu Kai keluar kamar" ucap Vani

__ADS_1


"Heh.. makan nggak boleh buru buru. Pelan pelan aja" ucap bibi sambil menyiapkan roti Vani


"Listrik mati, isi kulkas ga busuk bi?"


"Enggak lah non, dua jam doang. Lagian kulkas rumah ini kan bagus, bisa tetap dingin seharian walau listrik mati" jelas bibi. Ia selesai menyiapkan roti dan langsung memberikannya pada Vani, "Nih makan non, biar semangat belajarnya"


"Makasih bi" ucap Vani sembari mengambil roti itu. Ia memakannya sembari memikirkan sesuatu, ("Hehe, ujan ujan gini. Bolos dua jam kemana ya yang enak") batinnya senang


Kaituo keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan. Ia melihat Vani yang tersenyum senang hanya karena menyantap sebuah roti. Kaituo menghampirinya dan mengambil roti lain di atas piring, "Seenak apa roti ini sampai bikin kamu senyum senyum sendiri" Ia melahap roti itu, "Hmm.. roti biasa"


Vani menoleh ke arah Kaituo, "Roti biasa pun kalau moodnya bagus, jadinya enak"


"Terserah kamu, ayo berangkat"


"Ayok" ucap Vani. Mereka berdua keluar dari rumah menggunakan pintu samping agar langsung berada di garasi mobil. Kaituo mengeluarkan mobilnya dan mereka berdua masuk ke dalam mobil


"Buruan Kai, sepuluh menit lagi gerbang tutup" ucap Vani


"Gapapa, satpamnya pasti tau kamu biasa telat" ucap Kaituo, "Tinggal hukum kayak biasanya terus bisa masuk kan"


"Sesat amat, aku mau taat kok kamu ga dukung si"


"Melek dulu woy, aku mau ke sekolah bukan ke isekai"


"Hey jaga omonganmu"


"Becanda doang kali"


Sesampainya di depan gerbang sekolahan, Kaituo melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Vani, "Pakai ini, diluar dingin"


"Thanks Kai, tau aja kalau aku butuh" ucap Vani senang, ("Mayan yekan buat penyamaran biar ngga di kira anak sma hehe") sambung batinnya


Kaituo mengambil payung dari kursi belakang dan memberikannya pada Vani, "Dah sana keluar" ucapnya


"Oke, bye bye Kai" ucap Vani sembari membuka pintu mobil. Ia membuka payung dan keluar dari mobil. Vani melangkah masuk ke dalam sekolahan. Di pintu gedung kelas XII, ia melihat dua orang yang ia kenal sedang berdiri menunggu sesuatu. Ia langsung berlari menghampirinya


"Woy! Kalian berdua" sapa Vani senang


"Pagi pagi gini happy amat, ada apa?" Tanya Awani

__ADS_1


"Orang seneng aja harus ada alasan?" Tanya balik Vani


"Ahahaha.. nggak nggak nggak" ucap Awani


"Oh ya Van, nih tasnya Agnes" ucap Putri sembari menyodorkan tas Agnes pada Vani


"Kenapa ngga kamu masukin ke kelas?" Tanya Vani


"Males liat Riry" ucap Putri


"Males apa takut kalah saing wkwk" ucap Awani


"Apaan sih Aw"


"Ahahahaa.."


"Eh btw, Agnes kemana?" Tanya Vani


"Tadi dia bawa pisau, katanya mau ke kampus balikin pisaunya ke siapa gitu... Lupa" jawab Awani


("Itu kan pisau punya dia, maksud balikin?") Batin Vani bingung. Memori obrolan kemarin dengan Agnes saat main game terlintas di kepala Vani


'hmm.. aku juga jadi pengen coba adegan tadi' ucap Agnes kemarin


.....


("Adegan film romancenya?! Nikam orang!") Batin Vani terkejut, ("Kampus? Adira?!"). "Apa dia gila?!" Ucapnya khawatir. Ia melepaskan tasnya dan memberikannya pada Awani, "Titip juga, aku susul Agnes!" Vani langsung berlari menuju gerbang sekolahan


"Eh Van tunggu.."


"Yahh..." ucap Putri kecewa


"Dia bilang gila, terus tiba tiba pergi" ucap Awani heran


"Dia yang gila" ucap Putri


"Kamu benar" ucap Awani mengangguk


Putri menoleh ke arah Awani dan tersenyum, "Kamu sama aja"

__ADS_1


__ADS_2