Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter47


__ADS_3

Bus bus kembali melaju menuju tempat parkir, "Kalian.. kapan sampainya?" Tanya Azka penasaran


"Dah dari tadi. Rombongan sekolah kenapa baru sampai? Lama banget" Ucap Vani


Azka memeriksa waktu di jam tangannya, "Hmm.. nggak, ini lebih awal lima menit dari perkiraan sampai di villa ini" Pandangannya kembali tertuju pada mereka berdua, "Kalian yang kecepetan"


"Helikopter nya Kaituo ngebut nih" Ucap Vani


"Awani sama Putri mana? Kenapa nggak bareng kalian?" Tanya Azka sembari mengamati sekitarnya


"Ke toilet, nanti nyusul" Ucap Agnes


"Oh ya pak, ini kemah gabungan kan? Kenapa harus gabung segala? Kan siswa dari sekolah dah banyak, kalau di tambah lagi. Ramenya kayak apa coba" Ucap Vani


"Kemah musim panas gabungan di adakan tiga tahun sekali. Tiga tahun lalu, lebih rame massanya dari pada sekarang. Tetap seru" Ucap Azka


"Hmm.. gitu ya. Trus, kemah kenapa nginep di villa? Bukannya kemah bikin tenda trus tidur di hutan. Menyatu dengan alam gitu" Ucap Vani


"Bukannya kemah kita selalu seperti ini, tahun tahun kemarin juga begini kan? Lagian ini kemah musim panas, bukan kemah pramuka. Ngapain bikin tenda di hutan" Jelas Azka


"Cuma nginep di villa doang? Nyesel aku ikut" Ucap Vani


"Oh.. bapak ingat. Kalian baru pertama kali ikut kemah ya? Pantas aja nggak tahu apa apa gini" Ucap Azka


"Emang tau apaan?" Tanya Agnes


"Lihat saja nanti, pasti bakalan seru. Kalian pasti nyesel tahun tahun kemarin nggak ikut kemah" Ucap Azka dengan senyuman kecil di wajahnya, "Udah gih, ayo gabung baris di parkiran" Ia berjalan meninggalkan mereka berdua dan pergi menuju parkiran tempat rombongan siswa berkumpul. Vani dan Agnes segera melangkah menyusulnya dan bergabung dengan siswa lain di barisan kelas

__ADS_1


Salah satu pembina mulai memberikan pengumuman, "Anak anakku tercinta. Wahhh.. anakku banyak juga ya, hampir seribu loh ini" Ia mengacungkan jari telunjuknya dengan lurus, "Kalian yang paling belakang, bisa dengar suara saya nggak?" Seru Georgio


"Bisaa" seru anak anak barisan belakang


"Bagus bagus. Di siang hari yang cerah ini, akhirnya kita sampai ditempat tujuan" Ia sedikit menengok ke belakang, "Lihat Villa ini, Villa ini merupakan Villa terbesar di negara C. Kalian harusnya senang berada di tempat sebagus ini. Apa kalian merasa senang?" Seru Georgio


"Pak Panas!" Seru salah satu siswa yang berada di tengah gerombolan massa


"Ehem.. baiklah bapak percepat. Ketua Kelas dan Wakilnya harap memisahkan diri dan buat barisan baru di depan" Ucap Georgio. Sesuai arahan Georgio, Ketua Kelas dan Wakil perkelas mulai memisahkan diri dan membuat barisan dengan rapi


"Nah bagus. Seperti yang sudah di atur sebelumnya di bandara, tugas kalian memandu teman sekelas kalian menuju kamar. Paham" Ucap Georgio


"Paham" Seru anak anak itu


Vani terlihat bingung berada di barisan itu, "Heh apaan?" Ia menoleh ke arah Wakilnya yang berdiri tepat di belakangnya, "Ada apa?"


"Baiklah, kalian semua boleh membubarkan diri dan mengikuti arahan dari ketua kelas dan juga, waktu ini kalian gunakan untuk istirahat. jam satu jangan lupa kumpul di aula" Ucap Georgio


"Baik Pak" seru anak anak disana. Mereka mulai membubarkan diri dan membuat gerombolan kecil perkelas. Begitu juga dengan Vani dan Evano. Mereka berdua berdiri di depan rombongan kelas mereka


"Seperti yang dikatakan pak Georgio, kalian harus mengikuti arahan ketua kelas. Jadi.. karena aku masih polos, kalian bisa bubar dan pilih kamar sesuka kalian. Aku yang tanggung biayanya" Ucap Vani


"Jangan bercanda" Ucap Evano


Vani sedikit melirik ke arahnya, ("Tcih.. trus aku harus ngomong apaan coba") Batinnya. Ia kembali fokus pada teman sekelasnya, "Maaf maaf, barusan hoax. Jadi sekarang, bubar dan pulang ke rumah masing masing. M*mpus jalan kaki sama berenang nyebrang laut wahahaa" Ucapnya dengan senyuman di wajahnya


"Yang bener dong" Ucap salah satu teman sekelasnya

__ADS_1


"Wuu.. wuu.. ketua kelas ga bener.. wuuu" Seru Agnes. Vani hanya menatapnya dengan ekspresi datar, Agnes membalasnya dengan tawa kecil


Evano menatap Vani dengan tatapan dingin dan tegas, "Vani, yang serius"


Vani menatap balik dirinya, ia terlihat sedikit kesal, "Yaa aku harus ngapain coba?! Kalian di bandara diskusi apaan, mana aku tahu woy!"


"Tidak ada yang memberitahumu?" Tanya Evano


"Gaada lah. Harusnya kan kamu"


"Maaf, aku nggak simpan nomor handphonemu" Ucap Evano, "Biar aku yang urus" Pandangannya kembali lurus ke depan, "Kamar anak perempuan berada di lantai dua ruang nomor dua puluh, Vani yang akan memandu kalian kesana. Untuk anak laki laki, ikut aku"


"Cuma kamar ternyata, ku kira apaan" Ucap Vani


"Bubar" Ucap Evano


Mereka semua membubarkan diri dan mengikuti instruktur menuju kamar mereka. Vani memandu anak perempuan di kelasnya menuju lantai dua dengan menaiki sebuah lift. Di lantai dua, ia mengecek satu persatu nomor kamar yang ia lewati. Akhirnya ia menemukan kamar no 20 berada di ujung lorong. Ia membuka pintu dan mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam kamar, "Lamanya, ngapain aja" Ucap Awani yang sedang duduk bersantai di sofa dalam ruangan itu. Pandangan Agnes dan Vani langsung tertuju ke arahnya


"Kalian, kok disini' Ucap Agnes terkejut


"Ya emang disini kan kamarnya? Tadi Vani yang bilang kan" Ucap Awani


"Heh? Ahahahaa iya juga. Aku bilang ruangan terakhir ya" Ucap Vani dengan tawa kecil


"Jangan bilang tadi kalian ngibul?" Tanya Putri


"Ahahaa... Mana ada ngibul njirr. Buktinya kamarnya bener kan?" Ucap Vani, ("wahhh... bakat meramal mulai tumbuh di dalam jiwaku nih") Sambung batinnya

__ADS_1


__ADS_2