Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter138


__ADS_3

"oh ya Jack, kamu mau di panggil apa?" Tanya Vani. Saat itu pandangan semua orang tertuju pada Jack seakan mengharapkan sebuah jawaban


"Aku ingin terus menggunakan nama Jack, karena orang orang lebih mengenalku dengan nama ini" jawab Jack. Ia menoleh ke arah kedua orang tuanya, "Apakah boleh?"


"Tentu saja! Papa akan urus semua dokumennya!" Ucap Nian senang


"Berarti aku panggil kak Jack" ucap Vani, "Eh.. tapi, menurut silsilah keluarga. Uncle kan adik papaku. Kata orang orang, anak dari adik manggil anak dari kakaknya, tetap panggil kakak walaupun usianya lebih muda. Otomatis kan Jack bukan kakakku, tapi adik aku! Iya ngga?"


"Ngaco kamu, kata siapa gitu?" Ucap Kaituo


Vani menoleh ke arah Kim, "Aku bener kan khakim?"


Kim memasang ekspresi datar sembari menatapnya, "Eee.. Sepertinya kamu kebanyakan nonton film. Nggak ada yang begitu, tetap panggil orang yang lebih tua dari kamu kakak. Itu sopan santun"


"Tapi kan.. papa lebih tua dari uncle" ucap Vani


"Eh.. Nak Vani nggak mau ganti baju dulu? Itu ada noda loh di seragamnya. Kena minuman ya?" Ucap auntynya mengganti topik pembicaraan


"Bukan, ini darah" ucap Vani


"Darah?!" Tanya Nian terkejut, "Bukannya kamu bilang cuma salah paham? Kenapa bisa kena darah begitu? Apa kamu terluka?"


"Vani baik baik aja uncle, dia kena darah setelah coba kasih pertolongan pertama ke orang yang bunuh diri" jelas Kim


"Ya ampun, kasihan banget. Kamu pasti bakal ketakutan kalau inget itu" ucap auntynya


("Biasa aja, hal ngga baik ngga perlu di inget") batin Vani, "Ngga masalah aunty, aku ngga terlalu ingat juga" ucapnya


"Lebih baik kamu ke kamar trus mandi, ganti baju" ucap Kaituo


"Iya, Kaituo benar. Kamu ganti baju dulu sana" sambung Auntynya


"Yaudah kalian lanjut ngobrol" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya, "Aku ke atas dulu" Ia meninggalkan ruang makan dan pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri


"Dia pasti sedih tapi disembunyiin" ucap Aunty


"Aunty tenang aja, Vani gampang lupa. Asal nggak ungkit kejadiannya, dia nggak akan ingat" ucap Kim


"Kalau begitu jangan ada yang ungkit kejadian ini sama Vani lagi" ucap Aunty

__ADS_1


"Iya aunty, tenang aja" ucap Kaituo


"Eh.. Kim, makan lagi. Kamu yang beli kenapa makan sedikit" ucap Aunty


"Aunty sama uncle mau makan yang lain? Masakan bibi disini nggak kalah enak sama masakan di restoran" ucap Kim


"Nggak perlu, kamu udah beli pizza banyak gini. Nggak muat perut uncle kalau tambah lagi" ucap Nian


"Rasanya nggak pantes sambut uncle sama aunty pakai pizza begini" ucap Kim


"Itu sadar! Harusnya tambah ayam kcf sama burgernya juga. Baru paket lengkap" ucap Kaituo sembari menyantap pizza


Kim menoleh ke arah Kaituo, "Dasar rakus"


"Biarin" ucap Kaituo cuek


"Ahahaha.. dasar kalian berdua" ucap Nian, "Nak Kim tenang aja, makan siang kita udah dimasakin sama pembantu tadi"


"Eh? Bibi udah masakin?" Tanya Kim


"Iya, dia masak sendiri trus suruh kita makan" jawab Kaituo


"Kau nggak nanya. lagian cuma makan biasa, kenapa harus bilang segala?"


"Aku pikir kau dari pagi jadi tuan rumah yang nggak layanin tamu"


"Enak aja" ucap Kaituo


'ting.. tong' Di tengah mereka mengobrol, bel rumah tiba tiba berbunyi. Kim menoleh ke arah Kaituo, "Kai, kau tuan rumah yang baik kan? Bukain sana"


"Tcih" dengan berat hati, kaituo meletakkan kembali pizza di tangannya ke dalam box. Ia mengelap tangannya dengan tisu dan segera beranjak pergi untuk membuka pintu


'cklekk'


"Ada apa?" Tanya Kaituo. Ia melihat Agnes berdiri di depan pintu dengan wajah yang lesu dan pucat, "Agnes!"


"Aku bawain tasnya Vani" ucap Agnes sembari menyerahkan tas Vani pada Kaituo. Kaituo menerima tas itu, "Kamu baik baik aja? Apa kamu sakit?"


Agnes tersenyum kecil, "Enggak kok"

__ADS_1


"Serius?"


"Iya gapapa. Em.. kalau gitu aku pulang dulu" ucap Agnes sembari berbalik


"Eh tunggu.." ucap Kaituo


Agnes kembali menoleh, "Apa?"


"Jaket itu, kamu dapat dari Vani?" Tanya Kaituo


'degg..' Agnes terkejut saat itu, ia kembali terlihat panik membahas tentang Vani, "Enggak kok, ini punyaku!"


"Ahahaha.. kenapa panik gitu?" Tanya Kaituo


"Aku bukan.. enggak panik" jawab Agnes


"Maaf aku salah sangka. Jaketmu kebetulan mirip sama jaketku yang di pake Vani kesekolah tadi pagi"


"Oh.. begitu" ucap Agnes lega


"Kenapa kamu hari ini? Beneran nggak sakit kan?" Tanya Kaituo


Agnes menggeleng gelengkan kepalanya, "em.. Kaituo, berapa lama Vani di tahan?"


"Dia udah keluar, di kamar malah. Emang dia nggak kasih tahu kamu?"


"Dia dikamar?"


"Iya"


Agnes langsung melepas sepatunya dan berjalan masuk melewati Kaituo. Ia kembali berlari menuju kamar Vani dan masuk ke dalam. Di saat yang bersamaan, Vani baru saja selesai berganti baju dan keluar dari ruang ganti. Ia terkejut melihat seseorang masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu, "Hahh.. Agnes!"


"Hiks.. huwaa.." melihat keberadaan Vani, air mata Agnes mengalir begitu saja. Ia langsung berlari menghampirinya dan memeluknya


"Wowowo.. calm down" ucap Vani


"Hiks.. Vani, maaf. aku pikir kamu masuk penjara lama buat gantiin aku. Syukurlah kamu bebas, hiks hiks.."


"Calm Nes" ucap Vani sembari melepas pelukan Agnes. Ia menuntun Agnes untuk duduk di sofa kamarnya, "Duduk, jan nangis lagi"

__ADS_1


"Iya maaf" ucap Agnes sembari menghapus air matanya dan mencoba menenangkan diri


__ADS_2