
"kaituo kan?" Ucap seseorang
Kaituo menoleh ke asal suara, "Oh iya. Kamu.. siapa?"
"Kita sekelas di kelas bahasa"
"Ah.. maaf, aku nggak ingat"
"Nggak masalah. Btw kamu nggak masuk kelas pagi ini?"
"Pagi ini kelas bahasa. Kamu mau kesana?" Tanya Kaituo
"Iya, mau bareng?" Ucap orang itu
Kaituo menggeleng gelengkan kepalanya. Ia berdiri dari duduknya dan menepuk nepuk celananya untuk membersihkan debu, "Kamu duluan. Aku masih ada urusan"
"Oh.. ya sudah, sampai jumpa" orang itu berjalan pergi meninggalkan Kaituo
("Percuma masuk kelas, pasti nggak bisa fokus belajarnya. Lebih baik hari ini aku pulang dan istirahat") batin Kaituo. Ia memasukkan bukunya ke dalam tas dan berjalan menuju parkiran. Ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya pulang menuju rumah. Beberapa saat kemudian, Kaituo sampai di depan rumah Vani. Di saat yang bersamaan, Vani terlihat baru saja turun dari ojek motor. Vani menyadari kedatangan mobil Kaituo
"Haaa.. kamu bolos ya" ucap Vani
Kaituo menurunkan kaca jendela mobilnya dan tersenyum, "HA.. kamu juga bolos ya?" Ucapnya meniru perkataan Vani
"Dek.. belum bayar dek" ucap tukang ojek menengahi
"Oiya" ucap Vani teringat. Ia mengeluarkan uang dari sakunya dan memberikannya pada tukang ojek, "Kembaliannya ambil aja"
"ongkosnya dua puluh lima ribu, jaraknya jauh. Kurang lima ribu dek"
"Ahahaha.. bayar masih kurang, sok sok an suruh ambil kembalian" seru Kaituo
Vani tidak memedulikan Kaituo dan tetap fokus berbicara dengan tukang ojek, "Pak ojek.. aku cuma bawa uang cash itu doang disaku"
"Rumahmu deket, kenapa nggak ambil?" Ucap Kaituo
Vani menoleh kearah Kaituo, "Kan lama ntar ambilnya, harus naik ke atas segala"
"Nih ambil" ucap Kaituo sembari menunjukkan selebaran uang di tangannya
"Wih" Vani segera menghampiri Kaituo dan mengambil uang itu
"Bilang apa?" Tanya Kaituo
__ADS_1
"Thank you" ucap Vani. Ia kembali mendatangi tukang ojek dan membayarkan uang itu, "Ambil aja kembaliannya"
"Beneran ini dek?" Tanya tukang ojek senang
"Yoii" ucap Vani
"Makasih banyak dek. Sering sering naik ojek saya ya dek, saya mangkal di sana terus setiap hari"
"Kapan kapan"
"Ya sudah.. duluan ya" ucap tukang ojek. Ia melajukan motornya pergi dari tempat itu
Vani kembali menoleh ke arah Kaituo, "Kamu mau disitu terus?"
"Nggak lah" ucap Kaituo. Ia menginjak gasnya dan memasukkan mobilnya menuju garasi
Vani masuk ke dalam rumah dan langkahnya terhenti di ruang tamu. Ia melepaskan tasnya dan melemparkannya ke sofa. Ia langsung merobohkan badannya di sofa, "Huh.. Selamat tinggal sekolah" ucapnya
Kaituo masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri Vani ketika melihatnya berada di ruang tamu, "Nggak masuk kamar?" Tanya Kaituo
"Ngga.. males" jawab Vani
"Kenapa bolos?"
"Ngga bolos, aku disuruh pulang" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah Kaituo, "Kamu sendiri? Kenapa bolos?"
"Oo.."
"Kamu mau tiduran disini doang? Nggak mau cari kegiatan?"
"Emm.. kegiatan ya" ucap Vani, "Oh!" Ia mendapatkan sebuah ide dan langsung bangkit dari sofa, ("Aku bisa main trus cari Ray di kampusnya, ntar pura puranya cariin si Jack") batinnya senang, ("Ah.. tapi, mereka beda fakultas. Ngga bakal ketemu pasti") Ia kembali membaringkan badannya ke sofa
"Apaan? Dasar nggak jelas" ucap Kaituo
Vani menoleh ke arah Kaituo, "Ada saran kegiatan?"
"Nggak ada" ucap Kaituo, "Aku temenin kamu ngobrol" Ia duduk di sofa seberang Vani
"Ngobrolin apa?"
"Kamu masih suka sama Ray?"
"Masih lah, cuma gatau aja mau sampai kapan dia jauhin aku"
__ADS_1
"Kalau dia beneran nggak suka kamu lagi gimana?"
"Ngga mungkin lah!" ucap Vani ngegas, "Ee.. mungkin aja sih"
"Gimana kalau lupain dia aja?"
"Ngga mau"
"Kenapa?"
"Ya ngga mau aja"
"Mau aku bantu lupain dia nggak?"
"Gimana caranya?"
"Jadi pacarku, aku bakal bikin kamu lupa sama Ray"
"Ngga bisa lah, masa pacaran ngga saling suka sih"
"Kalau aku suka kamu gimana?" Ucap Kaituo dengan ekspresi seriusnya
Vani terdiam sejenak, "Kenapa tiba tiba kamu begini? Dulu kan kamu ngga suka aku. Kalau kamu bilangnya sekarang udah basi kan"
Kaituo menurunkan pandangannya, "Gitu ya. Ahahaa... Kenapa kamu serius gitu? Aku cuma bercanda"
"S*alan kau. Aku kira kamu serius suka sama aku" ucap Vani lega, "Aku ga bisa bayangin kalau kamu sakit hati gegara aku jadian sama Ray"
"Emang kamu udah jadian?"
"Kapan kapan hehe"
"Dasar. Hahh.. ternyata jadi begini" ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya
"Apanya?" Tanya Vani
"Aku lupa pinjam buku di perpustakaan kampus" ucap Kaituo
"Sejak kapan kamu jadi pelupa"
"ketular kamu"
"Mana ada begitu"
__ADS_1
"Ya udah, sampai jumpa" ucap Kaituo dengan senyuman kecil. Ia berbalik dan melangkah keluar dari rumah
Vani terdiam memperhatikannya, ("Kenapa dia kelihatan sedih?") Batinnya, ("Tadi dia becanda beneran kan?")