
"stop stop.. kenapa obrolan kita canggung gini. Kita cuma mau nonton biasa, aku ngga ada niat lain" ucap Vani
"Kamu yang mulai woy!" Ucap Agnes
"Yaudah, pulang gih. Aku juga mau pulang"
"Iya, bye bye" ucap Agnes sembari membuka pintu mobilnya
"Tunggu.." ucap Vani
"Apa?"
"Tas Evano mana?"
"Dibawa kembarannya"
"Yaudah, bye-bye" ucap Vani sembari berbalik. Ia berlari kembali ke taxi dan masuk ke dalam. Agnes masuk ke dalam mobilnya dan sopir melajukan mobil itu pulang ke rumahnya
Di dalam mobil, Evano menoleh ke arah Vani, "Dimana tasku?"
"Dibawa kembaranmu" jawab Vani
"Ohh.."
"Pak, jalan lagi" ucap Vani
"Baik" ucap sopir taxi. Ia melajukan taxinya ke alamat sebelumnya
Sesampainya taxi di pinggiran jalan besar depan kompleks perumahan jalan Sasageyou. Vani membayar ongkos taxi dan keluar dari taxi, "Makasih pak"
"Tunggu" ucap Evano
"Apa lagi? Rumahmu dah keliatan dari sini, aku mau duluan" ucap Vani
"Terlalu jauh, bantu aku" ucap Evano
"Kenapa aku harus bantu kamu terus?" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah sopir taxi, "Pak taxi, bisa bantu dia ke rumahnya?"
"Jangan!" Ucap Evano
"Maaf kak, saya harus ambil orderan lainnya" ucap sopir taxi, "Bisa segera turun?"
Evano menoleh ke arah Vani, "Buruan bantu"
"Ngerepotin" ucap Vani. Ia meraih lengan Evano dan membantunya keluar dari taxi. Taxi itu melaju pergi meninggalkan tempat itu. Vani menuntun Evano berjalan menuju rumahnya
"Pelan dikit" ucap Evano
"Buruan" ucap Vani
Di depan pintu, Evano bersandar ke tembok dan menekan bel rumahnya, "Aku duluan" ucap Vani
'cklekk' Pintu rumah Evano terbuka dan seorang wanita dewasa terlihat menyambut kepulangan Evano, "Eh.. kamu bawa temen cewek" ucap wanita itu
Vani mengurungkan langkah kakinya dan memasang senyuman ke wanita itu, "Sore, tante" sapanya
Wanita itu tersenyum kecil, "Sore juga cantik" Ia memalingkan pandangannya ke arah Evano, "Kamu nggak pulang sama kakak, ternyata ini toh. Ayo masuk cantik"
__ADS_1
"Ee.. ngga tante, saya cuma anter Evano doang" tolak Vani sopan
"Akh.." Kaki Evano mendadak terasa lemah, Vani langsung menghampirinya dan merangkul tangannya agar Evano tidak terjatuh
"Thanks" ucap Evano
"Hmm" gumam Vani
"Eh? Kaki Adek kenapa?" Ucap wanita itu
'pufftt..' Vani menahan tawanya dan memalingkan pandangannya
Pipi Evano memerah karena malu, "Mamaa"
"Eh, maaf. Mama nggak seharusnya panggil itu di depan temanmu" Ucap ibunya Evano
'mamaaaa' Terdengar suara samar memanggil dari dalam rumah, 'mamaa, telor kakak di meja siapa yang makan?'
Ibunya Evano menoleh ke dalam rumahnya, "Bentar kakak, adek eh.. Evano sudah pulang"
'eh.. udah pulang?' Suara orang itu terdengar semakin mendekat. Terlihat Riry yang berdiri di belakang ibunya terkejut melihat Evano merangkul Vani. Ia menatap tajam mata Vani, "Kamu!" Ucapnya kesal
"Kakiku sakit" ucap Evano
Riry berjalan melewati ibunya. Ia mendorong pundak kiri Vani dengan tangan kanannya dan langsung menggantikannya merangkul Evano, "Pergi dari sini!"
"Kakak, kok ngomongnya kasar gitu. Nggak baik loh, minta maaf" ucap ibunya Evano
"Mama.. yang bikin kaki adek sakit itu pasti dia! Dia nggak baik maa, dia sering buat onar di sekolah" ucap Riry
"Nggak mungkin ah, jangan nilai orang dari rumornya" ucap ibunya Riry
"Heh?!" Riry langsung menoleh ke arah Vani, "Kenapa kamu nggak ngajakin aku ribut?"
("Diem bisa ga sih ni human! Sengaja banget mau jelekin aku di depan orang tuanya!") Batin Vani kesal. Ia memasang senyuman di wajahnya, "Ribut? Engga lah, kamu kan temenku.. debat itu ngga baik, apalagi berantem"
"Jangan pura-pura!" Ucap Riry ngegas
"Kakak cukup! Mama nggak ngajarin ngomongnya keras begitu ya! Nggak baik tahu!" Ucap ibunya Riry
"Maaf mama, Kakak nggak kasar lagi" ucap Riry tertunduk
Vani berbalik dan tertawa tanpa mengeluarkan suara, ("Anjirr.. ngakak")
"Ada apa cantik?" Tanya ibunya Riry
Vani menghentikan tawanya dan merubahnya menjadi batuk kecil, 'uhuk.. uhukk..' Ia kembali berbalik dan tersenyum kecil, "Nggak papa tante, cuma batuk"
"Batuk? Ayo masuk, minum dulu" ajak ibunya Riry
"Ngga usah tante, pulang aja" tolak Vani
"Masuk dulu minum, jangan keras kepala. Nggak baik loh nolak ajakan orangtua" ucap ibunya Riry
("Skak") batin Vani, "Baik tante, maaf merepotkan" ucapnya
"Ayo masuk masuk" ucap ibunya Riry
__ADS_1
Mereka berempat masuk ke dalam rumah dan Vani duduk menunggu di ruang tamu seorang diri, "Puffftt.." ("Ngga kebayang Evano ngobrol ama Riry.. trus bilang, kakak, pensil adek dimana.. wkwk") batin Vani senang
Evano berjalan menghampirinya dengan kaki yang pincang. Vani berdiri dari duduknya dan menunjuk ke arahnya, "Kamu! Kenapa bisa jalan?!"
Evano meneruskan langkahnya dan perlahan duduk di sofa hadapan Vani, "Kakiku keseleo bukan lumpuh"
"Annjirr" ucap Vani kecewa
Riry datang menghampiri mereka dan meletakkan minuman di atas meja di tengah mereka, "Cepat minum, trus pergi"
"Kakak.. ngga baik loh ngusir tamu" goda Vani
"Beraninya kamu!" Ucap Riry kesal
Ibunya Riry datang menghampiri mereka membawa sepiring cookies di tangannya, "Ada apa ini?"
"Nggak ada ma" ucap Riry
"Tante.." panggil Vani. Ia memasang ekspresi sedih, "Sepertinya kakak Riry ngga suka sama kehadiran saya, saya pulang aja yaa"
"Bukan begitu cantik. Kakak ini orang baik kok. Mungkin kesan pertamanya terlalu waspada, kalau udah akrab pasti kamu bakalan ngerasa kakak baik banget" ucap ibunya Riry
("Susah amat minta pulang") batin Vani
"Udah sore, sebaiknya dia pulang" ucap Evano
"Pulang? Kenapa nggak nginep disini aja?" Ucap ibunya Evano
("What the...") Batin Vani terkejut, "Ahahaa.. ngga usah tante, rumah saya deket dari sini"
"Kalau begitu, Tante suruh sopir buat anterin sampai rumah yaa"
"Nggak usah tante, rumah saya di kompleks ini juga"
"Eh ternyata tetangga kompleks toh"
"Iya tante"
"Oh ya, namamu siapa?"
"Maaf, belum memperkenalkan diri sebelumnya. Saya Vani Osamu" ucap Vani
"Osamu? Osamu? Kamu dari keluarga Osamu itu?" Tanya ibunya Riry terkejut
"Itu yang mana mama" ucap Riry
"Kakakmu Kim Osamu?" Tanya ibunya Riry
"Iya tante" jawab Vani
"Wahhh! Mau tante masakin sesuatu? Mau makan dulu? Atau mau minta apa?" Ucap ibunya Riry
"Ngga ngga tante, saya mau pamit pulang aja" ucap Vani
"Oh ya udah, mau dianterin nggak?" Ucap ibunya Riry
"Ngga tante" ucap Vani. Ia berjalan menuju pintu depan di antar langsung oleh ibunya Evano, "Ee.. duluan Tante" ucap Vani
__ADS_1
"Iya hati hati cantik" ucap ibunya Evano sembari melambaikan tangannya. Vani berjalan pulang menuju rumahnya dan ibunya Evano kembali masuk ke dalam rumahnya