Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter148


__ADS_3

"Siapa yang bikin kamu begini? Anak satu sekolah?" Tanya Kaituo


Saat itu Kim sampai di ruang tamu, "Lama banget cuma angkat kardus, ada apa manggil?" Tanyanya


"Liat adikmu!" ucap Kaituo


Kim menoleh ke arah Vani, "Kamu kenapa?!" Ucapnya terkejut sembari berjalan menghampirinya. Kim mengangkat dagu Vani dan menatapnya, "Ini bukan make up prank kan?"


"Apa kau bercanda?!" Ucap Kaituo sembari menepis tangan Kim, "Dia pasti berantem lagi!"


Kim menoleh ke arah Kaituo, "Apa?! Berantem?! Gimana bisa dia berantem?! Pasti kau nggak becus jaga dia!" Ucapnya ngegas


"Kau kakaknya! Kemana aja?! Kenapa kau nggak ajarin dia buat tahan diri nggak mukul orang!" Ucap Kaituo ngegas


"Kau nyalahin aku?! Siapa yang selama ini tinggal disampingnya dan bilang bakal jagain dia, hah?!"


"Apa cuma karena jauh bisa jadi alasan buatmu serahin dia ke orang lain, hah?!"


Vani perlahan melangkah mundur dari perdebatan itu. Ia duduk di sofa ruang tamu dan membuka toples camilan untuk di makan sembari menonton perdebatan di hadapannya


"Mana janji sebelumnya?! kau bilang kau nggak akan biarin Vani kena masalah!"


"Itu dulu waktu aku masih satu sma sama dia!! Sekarang bukannya kau juga disini?! Apa kau seorang kakak yang nggak bisa jaga adik kandung sendiri?!" Balas Kaituo


Mendengar samar suara pertikaian, Jack keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Di ruang tamu, ia segera berlari menengahi Kim dan Kaituo, "Cukup kalian berdua!" Ucapnya


"Awas kau ya!" Ucap Kaituo kesal


"Apa, hah?!" Tantang Kim


"Hey! apa kalian anak kecil?! Berhenti berdebat!" Seru Jack


"Dia yang mulai!" Ucap Kim


"Dia duluan!" Ucap Kaituo


("Sejak kapan mereka bertiga jadi akrab?") Batin Vani penasaran

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Jack


"Vani" ucap Kaituo sembari menoleh mencari keberadaan Vani


"Disini" ucap Vani. Mereka bertiga menoleh ke arahnya


"Vani?" Tanya Jack, "Kenapa matamu?"


"Kena kuku" jawab Vani. Satu persatu dari mereka bertiga berjalan menuju sofa dan duduk di sekitar Vani


"Tunggu bentar, Kakak telpon dokter mata" ucap Kim sembari mengeluarkan handphonenya


"Ngga usah, aku dari rumah sakit sama pak Azka. liat ini" ucap Vani sembari menunjukkan sekantung obat di tangannya


"Apa sakit?" Tanya Kaituo


"Engga" jawab Vani


"Pasti sakit, mataku juga pernah ketusuk pulpen" ucap Jack


"Di smp pas jam kosong, aku ngelamun sambil pegang pulpen. Pas mataku gatel mau garuk, malah kena pulpennya" jelas Jack


"B*doh sih" ucap Kaituo


"Itu nggak sengaja, bukan b*doh" ucap Jack


"Nah mulai lagi kalian berdua" ucap Kim


"Bukan aku" ucap Kaituo


"Makan yok, aku laper" ajak Vani


"Ayo kakak temenin" ucap Kim sembari berdiri dari duduknya, "Kalian berdua lanjutin angkat kardus ke kamar"


"Aku juga laper" ucap Kaituo


"Selesaikan dulu" ucap Kim

__ADS_1


"Iya kak" ucap Jack


"Udah ku bilang panggil Kim aja, kenapa Kak sih" ucap Kaituo


"Terserah aku" ucap Jack sembari berdiri dari duduknya. Ia kembali mengangkat kardus barangnya dan mulai memindahkannya menuju kamar. Kim dan Vani duduk berdua di ruang makan untuk makan siang. Mereka hanya memakan makanan mereka tanpa membicarakan apa pun. Hingga, Kim memutuskan untuk memulai pembicaraan, "Kamu berantem di sekolah?" Tanya Kim


"Iya" jawab Vani singkat


"Siapa yang salah?"


"Gatau"


"Apa maksudmu nggak tahu?! Kamu berantem buat bela diri kan?! Bukan buat tindas yang lemah?!"


Vani menghentikan aktivitas makannya dan meletakkan sendoknya di atas piring. Ia memasang ekspresi serius dan menatap Kim, "Khakim, aku juga cewek kan? Kata orang orang, cowok harus lindungin cewek. Karena cewek lebih lemah. Berarti.. aku termaksud satwa yang harus di lindungi juga kan?"


"Pufttt.. ahahahaaa.. kamu menganggap dirimu sendiri satwa?" Ucap Kim sambil tertawa, "Ahahahaaa... Bisa bisanya kamu bercanda dengan ekspresi serius begitu"


"Ahahahaaa.. kok satwa sih" Vani ikut tertawa mengingat kata kata yang ia keluarkan sebelumnya, "Tadi tiba tiba keinget mapel ipa"


"Dasar nggak jelas"


"Udah udah" ucap Vani sembari menghentikan tawanya, "Oh ya Khakim, kalau misal aku kena masalah beneran trus suruh panggil wali ke sekolah. Khakim mau belain aku?"


"Tergantung, kalau kamu cerita semuanya ke kakak dan jujur, kakak pasti bela kamu. Kalau pun salah, kakak tetap bela kamu. Tapi setelah itu ada hukumannya" jawab Kim


"Hmm.. okeysip, aku ceritain" ucap Vani, "Jadi tuh.. aku sendirian jalan balik dari kantin. Trus ketemu anak dua belas ips E bertiga belas, mereka sapa aku. Trus ngatain aku duluan, otomatis aku bales pake tamparan. Mereka ga kapok, eh malah tambah parah ngatainnya. Aku pukul yang ngatain, trus yang lain malah nyerang aku. Akhirnya mau gamau, aku ladenin"


"Kamu di bully? Apa kakak perlu datang kesekolah dan lapor kejadian ini? Kalau perlu, kakak bisa bikin tiga belas anak ini jera"


"Ngga usah, ini masalahku. Khakim jan ikutan"


"Apa kamu disekolah juga bully anak lain? Kenapa mereka tiba tiba serang kamu?"


("Sebaiknya aku ngga ungkit masalah pembunuhan lagi") batin Vani, "Entahlah" jawabnya, "Khakim rahasiain ini, oke?"


"Yaudah. Kalau kamu butuh bantuan, bilang ke kakak"

__ADS_1


__ADS_2