
"dasar aneh!" Ucap Kaituo ngegas
"Kau yang aneh. Apa benar begitu caramu menyapa orang baru?" Ucap Belz, "Sepertinya kau harus diajari sopan santun lagi!"
"Kak Belz!" Panggil Vani. Mereka berdua langsung menoleh ke arahnya. Vani berjalan menghampiri mereka, "Kalian ngobrolin apa? Asik banget keknya"
"Asik apanya?! nggak habis pikir aku, bisa bisanya Kim temenan sama orang aneh begini" ucap Kaituo
Belz merasa tidak terima, ia menoleh ke arah Kaituo dan menatapnya dengan sinis, "Aku jadi kasian sama Vani, punya teman sifatnya begini. Tiap hari ketemu pasti muak lama lama"
"Apa katamu?!" Ucap Kaituo sembari menoleh ke arah Belz
"Ehh.. stop stop!" Ucap Vani menengahi, "Kenapa jadi berantem gini"
"Temen Kim tuh yang mulai" ucap Kaituo
"Dia duluan ya!" Ucap Belz ngegas
"Ahahaha.. udah udah, kayak anak kecil aja beginian didebatin" ucap Vani. Kaituo berdiri dari duduknya dan berpindah duduk di sofa lain. Vani duduk di tempat Kaituo sebelumnya, "Btw kak Belz sampai kapan?"
"Sepuluh menit yang lalu" ucap Belz, "Mood kakak jadi hancur gara gara dia"
"Ahaha.. maafin Kai kak Belz, akhir akhir ini dia emang sering marah. Aku aja dimarahin tanpa sebab sama dia" jelas Vani
"Kamu dimarahin dia?" Tanya Belz terkejut
"Kapan aku marah?!" Tanya Kaituo tidak terima
"Nah.. barusan hayo" ucap Vani
"Terserah kalian!" ucap Kaituo mengalah sembari berdiri dari duduknya, "Panggil aku kalau makan malam siap" Ia melangkah pergi meninggalkan ruang tamu
"Liat.. tiba tiba sembuh, aneh kan?" Ucap Vani
"Dia cuma mau ngalah ke kamu" ucap Belz
__ADS_1
"Bukan ngalah, tapi dia udah terpojok. Jadi terpaksa ngalah"
"Iya terserah kamu"
"Apa aku bikin kak Belz terpojok juga? Kenapa bilang terserah?"
Belz terdiam dan menoleh ke arah Vani, "Ee.. lupakan masalah ini, kamu bisa panggil Kim kesini?"
"Khakim?" Tanya Vani, ("Kak Belz ngga tau keberadaan khakim?") Batinnya, "Khakim kan di negara C"
"Tadi pagi dia terbang kesini, katanya mau ketemu kamu. Dia belum kesini?"
Vani menggeleng gelengkan kepalanya, "Belum"
"mungkin dia selesaikan urusan lain sebelum kesini"
"Bisa jadi" ucap Vani, "Kak Belz dateng kesini janjian sama Khakim?"
"Nggak, kakak mau ketemu kamu" ucap Belz, "Tapi iya juga sih, Kakakmu yang minta kakak datang kesini"
"Ahahaha"
"Non, tuan. Makan malamnya sudah siap" ucap bibi yang tiba-tiba sudah berada di ruang tamu. Vani langsung menoleh ke arahnya, "Oh iya bi" ucap Vani, "Ayo makan Kak Belz"
"Hmm" gumam Belz mengangguk. Mereka berdua berdiri dan berjalan menuju ruang makan
"Kalian nggak ajak aku makan?" Seru seseorang dari lorong rumah yang tersambung dengan pintu garasi. Langkah Vani dan Belz terhenti, mereka berdua kompak menoleh ke asal suara, "Kim" ucap Belz
"Khakim?!" Ucap Vani terkejut
Kim tersenyum sembari berjalan menghampiri Vani. Ia sejenak menoleh ke arah Belz, "Belz, kenapa bisa kau datang lebih awal dariku" ucap Kim
"Kenapa kau nggak menghubungiku kalau kau akan mengurus urusan terlebih dahulu sebelum kemari" ucap Belz
"Ahahaha.. baiklah, ini salahku. Aku akan bicara dengan Vani, kau bisa duluan ke ruang makan" ucap Kim
__ADS_1
"Hmm.. baiklah" ucap Belz. Ia berjalan meninggalkan mereka berdua
Vani hanya terdiam di hadapan Kim, "Apa kamu nggak senang kakak pulang?" Tanya Kim
"Ha?" Vani menaikkan pandangannya dan menatap mata Kim
"Ada yang mengganggu pikiranmu? Ada apa?"
"Kata kak Belz, Khakim dari pagi ke negara B. Kenapa ngga kerumah?" Tanya Vani
Kim meletakkan tangannya di atas kepala Vani dan mengusap-usap rambutnya, "Maafin kakak, harusnya kakak mampir kesini dulu sebelum ke kantor"
"Ahahaa.. ngga masalah" ucap Vani sembari tertawa, "Lagian urusan kantor kan pasti penting"
"Baguslah kalau kamu mengerti" ucap Kim sembari tersenyum
"Eh.. ayo makan" ajak Vani. Ia berbalik dan berlari meninggalkan Kim menuju ruang makan. Kim berjalan mengikutinya. Di ruang makan, Belz dan Kaituo tampak duduk berjauhan. Mereka hanya terdiam tanpa mengobrol sama sekali. Vani dan Kim bergabung duduk di meja makan
"Kenapa kalian duduknya jauhan? Kenapa juga kalian diem dieman? Masih marahan?" Tanya Vani
"Aku cuma hemat energi biar nggak debat sama orang itu" ucap Kaituo
"Kai, panggil Jack buat makan malam" ucap Kim
"Apa kau bosku?!" Ucap Kaituo ngegas, "Jack nggak ada dirumah"
"Kemana dia?" Tanya Kim
"Katanya ada urusan penting" jawab Vani
"Tadi dia panggil aku teriak teriak, trus pergi gitu aja" jelas Kaituo
"Teriak teriak? Apa dia terkena masalah serius? Nggak biasanya Jack teriak" ucap Kim
"Bukan bukan. Tadi Jack cuma lagi bercanda sama aku, dia keluar urus urusan kampus kok" jelas Vani
__ADS_1