
Mereka berlima berkumpul di depan layar monitor, "Pakai topeng kalian" Ucap Jack. Mereka berempat menuruti Jack menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitas mereka. Setelah memastikan semua orang menggunakan topeng, Jack segera menghubungi pihak polisi dengan video call
"Selamat Sore pak, Kami dari komunitas Crifity kota siap melaksanakan tugas!" Ucap Jack
'Selamat Sore juga kalian semua' Ucap polisi, 'wah wah wahh.. senang sekali melihat kalian, keberadaan kalian membuat tugas polisi menjadi lebih ringan' pujinya senang
"Terimakasih atas pujiannya, kami akan berusaha lebih baik lagi!" Ucap Jack
'Kalian mau ambil misi kan? Kalian tim berapa?' Tanya polisi
"Kami dari tim 3" Jawab Jack
'hum.. bagus sekali, kualifikasi kalian sudah sampai misi tingkat A rupanya' Ucap polisi itu sembari mengecek berkas di hadapannya, 'Tapi sayang sekali, sepertinya kalian tidak akan menjalankan misi kali ini. Misi tingkat A yang tersisa sudah di ambil tim 1 tadi pagi' Sambungnya
"Tidak masalah, itu artinya tidak banyak penjahat yang berbuat kejahatan di kota ini" Ucap Jack
'hahaha.. kamu benar, kalian harusnya senang tidak mendapat misi' Tawa kecil polisi itu, 'Eh tunggu sebentar, sepertinya masih ada satu' sambungnya. Ia mengambil berkas misi yang terselip dari laci dan mengeceknya, 'Kenapa bisa ada di laci. Misi tingkat B dan belum ada tim yang mengambilnya, kalian mau?' Tawar Polisi
"Kami siap menjalankan misi!" Ucap Jack
'kalau begitu saya akan mengirimkan detail misinya melalui komputer. Kalian bisa pergi bersiap, semoga sukses' Ucap polisi
"Siap! Terimakasih banyak!"
Panggilan Video itu berakhir begitu saja. Mereka berhasil mendapatkan misi resmi pertama mereka
"Yes!!" Seru Jorhan senang
"Kita akan selesaikan misinya malam ini juga" Ucap Jack serius
"Woah.. keknya seru!" Ucap Vani bersemangat
Jack menoleh ke arah Vani dan menatapnya dengan tajam, "Jangan buat masalah!" Tegurnya
"Ayay captain!" Ucap Vani senang
"Apa misi kita?" Tanya Jorhan
"Tunggu sebentar" Ucap Jack. Ia mengecek file detail misi yang sudah di kirim oleh polisi melalui komputer, "Kita harus mendapatkan flashdisk yang berisi data penjualan n*rkoba" Jelas Jack
"Hah? Gimana?" Tanya Vani, "Bukannya tinggal hack aja komputer mereka trus ambil datanya"
__ADS_1
"Disini di jelaskan kalau transaksi n*rkoba ini melibatkan orang orang penting. Penjualnya tidak menyimpan catatan data transaksi di komputer, melainkan menyimpannya di flashdisk. Polisi susah menangkapnya karena kekurangan bukti. Tugas kita adalah untuk mendapatkan flashdisk, Mereka akan mengeluarkan flashdisk itu saat mencatat laporan transaksi. Malam ini akan ada transaksi antar asisten salah satu orang penting di kota ini dan penjual di sebuah gedung terbengkalai di pinggir kota. Kita perlu seseorang untuk menyamar sebagai asisten itu" Jelas Jack
'Aku aku' Ucap Vani
"Aku" Ucap Jorhan
"Nggak bisa, asistennya perempuan" Ucap Jack
'Aku aku aku' ucap Vani
"Bagaimana kalau aku?" Tanya Citra
"Nggak bisa, kemampuan pengalihanmu yang paling bagus di antara kita. Kau harus mengalihkan perhatian asisten aslinya biar nggak datang ke gedung itu" Ucap Jack
'Aku aku!' Ucap Vani
"Aku bisa menyamar jadi perempuan" Ucap Ray. Pandangan seluruh orang tertuju padanya
"Puftt.. Kau? Jadi perempuan?" Tanya Jorhan
"Langsung kebongkar!" Sambung Citra
"Kau nggak bisa nyetir mobil, fisikmu juga terlalu kekar kalau jadi perempuan" Ucap Jack
"Oh.. kita punya Vani" Ucap Citra
"Iya aku! Kalian punya aku!" Ucap Vani bersemangat
"Lupain, dia akan mengacau. kita pikirkan jalan lain" Ucap Jack
"Yahhh.. Jack! Aku bisa!" Ucap Vani bersungguh sungguh, "aku turutin semua instruksinya! Serius!"
"Aku pergi sama dia" Sambung Ray
Jack masih memiliki keraguan di pikirannya. Namun melihat tatapan Vani dan Ray yang penuh kesungguhan membuatnya mencoba untuk percaya. Jack menatap mata Vani dengan serius, "kau yakin bisa?" Tanyanya
"Bisa! Kita cuma perlu ambil flashdisk kan?" Ucap Vani
"Jangan meremehkannya. Keselamatan kalian nomor satu, kalau percobaan pertama nggak memungkinkan, kalian harus segera balik. Kita bisa pakai cara lain" Ucap Jack
"Kita akan hati hati" Ucap Ray
__ADS_1
"Ini cuma misi tingkat B, mereka pasti bisa Jack. Kau nggak perlu mencemaskannya" Ucap Jorhan
"Iya Jorhan benar" Sambung Citra
"Hmm.. oke, kalian berdua yang beraksi" Ucap Jack, "aku akan jelasin rencananya.."
Setelah menjelaskan rencana,
"Jadi.. Aku sama Jorhan harus alihkan perhatian asisten itu biar nggak pergi ke gedung tempat transaksinya kan" Ucap Citra
"Iya, tahan selama mungkin sebisa kalian. Minimal tunda buat satu jam, tapi jangan gunakan kekerasan" Ucap Jack
"Waktu kita cuma satu jam buat ambil flashdisknya?" Tanya Vani
"Iya, kalian harus bisa selesaikan dalam satu jam" Jawab Jack
"Kapan kita mulai?" Tanya Ray
Jack mengecek waktu di jam tangannya, "Dua jam lagi" Ucapnya
"Kalau gitu kita harus siap siap kesana" Ucap Citra bersemangat
"Tunggu" Ucap Jack sembari berdiri dari duduknya. Ia mengambil sesuatu dari atas lemari dan kembali membawa suatu kotak barang. Ia membuka kotak barang itu, "Bawa earphone ini buat komunikasi, jangan pernah lepas" Ucapnya sembari membagikan earphone nirkabel kepada yang lain
"Kalau gitu aku sama Citra otw buat pemantauan" Ucap Jorhan
"Tetap hati hati" Ucap Jack. Jorhan dan Citra pergi untuk menyelesaikan misi mereka
"Aku juga sama Ray berangkat ke lokasi" Ucap Vani
Jack menghampiri Vani dan mengusap usap rambutnya, "Be careful" Ucapnya cemas
["Hati hati"]
"Kau nggak perlu cemasin dia, ada aku di sampingnya" Ucap Ray. Jack mengangguk kecil percaya
"Jangan lupa bawa propertinya" Ucap Jack
"Iya" Jawab Ray
Vani menoleh ke arah Ray di sampingnya, "Yuu berangkat" Ucapnya. Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar
__ADS_1
"Hati hati Vani nyetirnya!" Seru Jack