Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter27


__ADS_3

"Kamu udah kelas tiga SMA, sebaiknya kamu mulai suka seseorang" Ucap Kaituo


"Haisshh, kenapa kamu bahas hal bosenin begini" Ucap Vani dengan ekspresi datar, "Aku nggak suka cowok" ia melirik ke arah Kaituo yang terlihat memasang ekspresi terkejutnya, "Aku juga nggak suka cewek!"


"Hufh untunglah" Ucap Kaituo lega


"Kenapa kamu pasang ekspresi begitu?! Maksudku, buat saat ini aku masih mau kebebasan" Ucap Vani


"Aku tau, lakuin sesukamu. Selesai, jangan copot plesternya" Ucap Kaituo sembari merapikan kotak medis


"Oh ya Kai" Vani mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu, "ambil Ini" Ia memberikan selebaran pada Kaituo


Kaituo menerima selebaran itu dan membukanya, ia membaca seluruh tulisan di selebaran itu. Ia menoleh ke arah Vani, "Kemah musim panas, kamis sampai sabtu. untunglah jadwalnya nggak tabrakan"


"Ha? Tabrakan gimana?" Tanya Vani penasaran


"Hari minggu kita harus hadiri makan malam keluarga. Kakek nenekmu, Kim, papa mamaku sama satu keluarga lagi, aku belum tahu" Jawab Kaituo


"Waduh! Jelas tabrakan dong!" Ucap Vani terkejut, ("Minggu aku ada janji sama Jack!"), "Itu dimana? Negara A?! Aku nggak bisa!"


"Di negara ini, kenapa kamu kaget begitu?" Ucap Kaituo


"Oh, nggak ada. Jam berapa Kai?" Tanya Vani


"Jam tujuh malam"


"Hah?! Pas banget tabrakannya!" Ucap Vani


"Tabrakan apa lagi?" Tanya Kaituo


"Oh, nggak ada lagi" ("Gimana nih?")


"Hum, kamu beneran ikut kemah musim panas? Tahun lalu kamu nggak ikut, kenapa sekarang tiba tiba ikut?"

__ADS_1


"Tahun ini aku ketua kelasnya hehe" ("Aku pikirin nanti!")


"Heh? Kenapa bisa? Siapa yang mau pilih orang sepertimu?!" Tanya Kaituo terkejut


"Kamu ngeremehin aku?!" Tanya balik Vani


"Non Vani, Tuan Kaituo. Makan malamnya siap" seru bibi dari ruang makan. Kaituo mendengarnya dan berdiri dari duduknya, "Ayo makan malam" Ucapnya sembari berjalan meninggalkan Vani


"Woy! Mau kabur ya!" Seru Vani sembari berdiri dari duduknya dan mengejar Kaituo


Mereka berdua duduk berhadapan di meja makan, Vani terus menatap Kaituo dengan tajam. Kaituo mengambilkan beberapa lauk dan menaruhnya di atas piring Vani, "Hentikan tatapanmu, makan yang banyak"


'Tcihh..' Vani menurunkan pandangannya dan mengambil sendoknya, ia terkejut ketika melihat lauk berbahan dasar daging sapi berada di atas piringnya. Ia langsung menoleh ke arah Kaituo, "Kenapa kamu taruh ini dipiringku?!"


"Oh, aku salah ambil. Coba dulu sedikit, kamu pasti bakal suka" Ucap Kaituo


Vani mendorong piringnya menjauh, "Nggak! Aku nggak makan!"


"Jangan, jangan. aku tukar piringmu" Ucap Kaituo sembari menukar piringnya dengan piring Vani, "Nah, sekarang cepat makan"


"Ahahahahaa" Kaituo tertawa melihat ekspresi Vani saat itu


"hustt.. nggak baik teriak teriak pas lagi makan non. Ini, bibi tukar sama piring baru" Ucap bibi sembari menukar piring Vani


"Maaf bi, salah Kaituo si!" Ucap Vani


"Kok aku?" Tanya Kaituo


'Tcihh..' "Bi, besok jangan masak daging sapi lagi" Ucap Vani


"Tapi Non, daging sapi makanan kesukaan Tuan Kaituo. Bibi tidak mungkin menyediakan lainnya" Ucap Bibi


"Percuma bwee" Ejek Kaituo sembari mengunyah makanannya

__ADS_1


"Tuan Kaituo juga, jangan bicara saat mengunyah makanan" Ucap bibi


"O.. Iya bi" Ucap Kaituo


"Hiyaa dengerin tuh!" Ucap Vani


"Sudah, makan makan" Ucap Bibi


Mereka berdua menghabiskan makan malam dengan cepat. Setelah itu mereka kembali ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan beristirahat


Keesokan harinya Vani terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk berangkat sekolah. Kali ini ia berangkat dengan menaiki sepeda miliknya. Di tengah perjalanan, kedua matanya tidak sengaja melihat sesuatu yang cukup menarik perhatiannya. Ia menghentikan sepedanya di depan sebuah toko kosmetik yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Ia mendorong pintu dan masuk ke dalam toko itu, ia merasa asing dengan tempat yang dipenuhi alat kecantikan di berbagai sudut. Ia berjalan mendatangi kasir


"Selamat datang di queen cosmetics, ada yang bisa saya bantu kak?" Sapa ramah penjaga kasir


"Emm.. Yang kecil kecil mengkilap itu masih ada?" Tanya Vani


"Maksud kakak? Kecil kecil mengkilap? Owh krim yang membuat wajah menjadi glowing ya" Ucap penjaga kasir, ia mengambilkan sebuah kotak kecil berisi produk di dalamnya, "Untuk kakaknya yang masih sekolah dan ingin berhemat, saya merekomendasikan krim mini sepuluh gram ini. Selain efeknya bisa membuat wajah glowing, harganya juga terjangkau kak"


"Bukan ini, yang kecil kecil banyak loh" Ucap Vani


("Maksudnya apa sih? Nama produknya kenapa nggak disebut? pembeli model begini bisanya nyusahin aja") "Emm.. Owh, kakaknya mau beli krim ukuran terkecil dalam jumlah banyak ya? Kami memiliki ukuran terkecil lima gram dan masih banyak stok yang tersedia. Kakak mau beli berapa banyak?"


"Haisshh.. Bukan krim! Krim apaan si! Yang ada di poster depan itu loh" Ucap Vani


"Poster?" Tanya penjaga kasir


"Ayo ikut aku" Ajak Vani


"Maaf, saya tidak bisa meninggalkan kasir dalam keadaan kosong"


"Yaudah tunggu bentar" Ucap Vani. Ia melangkah keluar dari toko dan menghampiri poster yang terpasang di dinding depan toko. Ia mengeluarkan handphonenya dan mengambil gambar poster yang ia maksud. Ia kembali ke tempat kasir dan menunjukan foto di handphonenya


"Oh ternyata Glitter. Kami sedang mengadakan diskon untuk pembelian glitter ukuran lima ratus gram, harganya terjangkau hanya seratus ribu saja perkemasannya" Jelas penjaga kasir

__ADS_1


"Lima ratus gram ya, dikit dong. Aku beli lima" Ucap Vani


__ADS_2