
Vani kembali ke kamarnya untuk meneruskan menonton film yang sebelumnya ia putar, ("Hum.. Besok pulang sekolah aku harus minta maaf ke ortunya Adira") batinnya
Sementara itu, Kaituo kembali ke ruang tamu dan melanjutkan membaca buku, "Tadi sampai mana.." ucapnya sembari membalik halaman buku
'ting tong' Bel rumah berbunyi
"Hahh.. ada aja gangguan" Kaituo menutup bukunya dan pergi membuka pintu
'cklekk'
"Ada apa?" Tanya Kaituo
"Apa Vani dirumah?" Tanya balik Evano
"Ohh.. cari Vani"
"Di sekolah banyak yang bicarain dia. Aku pengurus kelas mau pastiin kebenarannya"
"Tunggu, kau bertamu ke rumah orang nggak bawa apa apa?" Tanya Kaituo
"Eh?" Ucap Evano bingung
Kaituo menepuk dahinya, "Astaga, kau tahu sopan santun nggak sih? Kalau bertamu ke rumah temen itu harus bawa buah tangan. Pernah ke rumah temen nggak sih?"
"Ah maaf, aku belum pernah melakukannya" ucap Evano yang merasa bersalah
"Eh? Beneran?" Tanya Kaituo terkejut
"Aku nggak punya teman"
Kaituo terdiam sejenak mendengarnya, "Emm.. intinya kalau main ke rumah temen itu, jangan lupa bawa makanan"
"Oh baiklah. Kalau boleh tau, makanan apa yang Vani suka?"
"Apa ya" ucap Kaituo sembari memikirkan sesuatu, "Oh.. burger! Hm.. tapi udah kenyang"
"Kenyang?" Tanya Evano
"Vani udah makan tadi soalnya" jawab Kaituo, "Kalau gitu, minuman aja. Sore gini enak minum yang hangat hangat"
"baiklah, aku duluan ke kafe depan" ucap Evano. Ia pergi meninggalkan Kaituo untuk membeli minuman
"Beneran pergi? Dia b*doh apa gimana?" Ucap Kaituo terheran. Ia menutup kembali pintu rumah dan pergi ke kamar Vani
'cklekk' Kaituo menghampiri Vani yang sedang fokus menonton di depan komputer, "DORR!" Teriak Kaituo mengagetkan
"WOY BANGSA..." Teriak Vani terkejut sembari menoleh ke asal suara, "Tercinta" Vani menenangkan dirinya, "Ketuk pintu dulu woy!" Ucapnya ngegas
"Volume filmnya kebesaran. Udah ketok pintu, nggak denger kamu" ucap Kaituo
"Iyakah?" Tanya Vani. Ia menurunkan volume filmnya sampai yang terkecil, "Ada apa Kai?"
__ADS_1
"Tadi ada temenmu yang cari"
"Siapa? Agnes? Atau Putri? Awani?"
"Bukan, cowok"
Vani menoleh ke arah Kaituo, "Ray?"
"Bukan"
"Hmm.. trus siapa?"
"Yang rumahnya di ujung kompleks. Siapa ya namanya, lupa aku"
"Oh.. Evano, kenapa dia kesini?"
"Gatau, tungguin aja. Ntar dia balik"
"Tadi ngga disuruh masuk?"
"Dia mau ke tempat lain bentar katanya"
"Hmm.. okeoke"
Kaituo menghampiri komputer dan mencabut kabelnya, "Kenapa dicabut?" Tanya Vani
"Ayo turun. Ntar kamu yang buka pintu. Aku mau baca buku, besok ada presentasi mandiri"
"Pinter harus modal, minimal baca materinya. Dah.. ayo turun" ucap Kaituo. Ia keluar dari kamar Vani dan turun ke lantai bawah untuk kembali menuju ruang tamu. Kaituo berbaring di sofa sembari membaca buku. Sementara Vani duduk diam di sofa sampingnya, "Kai, bagi buku dong"
"Ambil aja"
Vani mengambil buku materi kuliah Kaituo dari atas meja dan membacanya. Ia menutupnya kembali karena tidak paham sama sekali, "Males baca"
"Males apa nggak paham?" Ucap Kaituo
"Ngeremehin ya? Kalau serius baca pasti ngerti aku, cuma males aja"
"Masa sih?" Goda Kaituo
"Yee.. awas kau ya"
'ting.. tong' Bel rumah kembali berbunyi
"Oh itu pasti, bukain sana" ucap Kaituo
"Hmm" gumam Vani. Ia berdiri dari duduknya dan pergi membuka pintu. Ia melihat Evano membawa bungkusan di tangannya, "Wihh.. tumben kesini, ada apa nih?" Tanya Vani sambil tersenyum, "Eh ayo masuk"
"Tunggu" ucap Evano
"Apa?"
__ADS_1
Evano terlihat serius menatap Vani, "Kamu, bukan pembunuh kan?"
"Darimana kamu tau masalah ini?"
"Jawab dulu"
"Ya bukan lah, ngga bakal aku bunuh orang"
"Hm.. baiklah. ambil ini, buah tangan" ucap Evano sembari menyodorkan bungkusan pada Vani
"Wih ngerepotin nih" ucap Vani senang sambil menerima bungkusan itu, "Eh tapi ngapain bawa ginian, kek mau jenguk orang sakit aja"
"Temanmu tadi bilang, kerumah temen harus bawa sesuatu"
"Kaituo? Ahahahaa.. polos amat jadi orang"
"Dia bohong?"
"Aku jadi kasian sama kamu. Eh.. ngobrol dalem aja yuk"
Evano menggeleng gelengkan kepalanya, "Udah sore, aku harus pulang"
"Kamu kesini cuma anter minuman ini?" Tanya Vani terheran
"Anggap aja begitu, sampai jumpa" ucap Evano sembari berbalik. Ia berjalan pergi dari rumah Vani
'Kurir ya?' Ucap Vani lirih. Ia kembali masuk ke dalam rumahnya
Melihat Vani masuk, Kaituo menghampirinya, "Dia pergi?"
"Iya" jawab Vani singkat
"Apa yang dia omongin?"
"Gatau, ga jelas tu anak. masa dia kesini cuma anter minuman ini"
"Bagus dong, bagi sini"
"Nih" Vani memberikan bungkusan itu pada Kaituo, "Kamu yang suruh dia kan?"
"Aku cuma bercanda, eh dia pergi beli beneran"
"Ahahahaa.. kok bisa ya"
"Temenmu gaada yang bener"
"Kamu juga, ahahaha"
"Dih.. siapa juga yang mau jadi temenmu" ucap Kaituo sembari berjalan pergi meninggalkan Vani
"Yee.. s*alan"
__ADS_1