Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter25


__ADS_3

Kedua orang lainnya bergabung menyerang Vani bersamaan


'Buag.. Bug.. Bag.. Bug.. Buagg!'


'Bruag'


"Akh.. Cukup cukup cukup!" Seru Vani yang terpental jatuh ke trotoar dengan keadaan babak belur


Ketiga orang yang menyerangnya terlihat kewalahan meladeni Vani, "Wah, baru kali ini lawan mangsa sampai segininya, serahin duit lu!"


"Capek gw cukk" Ucap salah satu orang sembari duduk di trotoar


"Amjinc, sakit tau bang, sama cewek kasar gini" Ucap Vani


"Lah, lu yang minta tadi kan?"


('Kuat banget anjirr. Kalau aja ada yang lain, pasti gampang nuntasin mereka. Kalau dipikir pikir, rate menang sama kalahku pas tanding solo sama preman banyakan kalahnya njirr) gumam Vani


"Lu lagi ngerapalin mantra apaan hah?! Lu dukun santet?!"


"Njirr, mana ada. Barusan lagi mikir bang" Ucap Vani. Ia mengeluarkan uang yang berada disakunya dan memberikannya pada ketiga orang di sana, "Nih bang, ambil. Lain kali aku pasti menang"


"Widih, anak sekolahan duit banyak amat. Bapak lu presiden ya"


"Kok tau?!" Ucap Vani terkejut


"Seriusan lu?!" Tanya orang itu terkejut


"Kagak, becanda bang" Ucap Vani dengan tawa kecil


Orang itu mengulurkan tangannya dan membantu Vani berdiri, "Yaudah, kita mau cabut. Lain kali pas lewat sini, bawa duit yang lebih banyak lagi ya"


"Okeysiap bang" Ucap Vani


Ketiga orang itu pergi meninggalkan Vani dan seorang anak laki laki yang babak belur, Vani menoleh ke arah anak laki laki itu dan mengulurkan tangannya, "Sok sok an nolongin, dapat babak belur kan" Ucap anak itu cuek. Ia tidak menerima bantuan Vani dan berdiri dengan sendirinya


"Yee siapa yang nolongin kamu? Pd amat jadi human" Ucap Vani


'Makasih' Ucap lirih anak itu


"Apaan? Nggak denger?" Tanya Vani


"Hmm.."


"Dingin amat jadi orang, banyak musuh m*mpus kau" Ucap Vani


"Terserah"

__ADS_1


Valencia berlari menghampiri mereka berdua, "Kakak baik baik saja?"


"Oh, Valen. Tenang aja, cuman luka ringan" Ucap Vani sambil tersenyum


"Ringan apanya?! Kakak babak belur begitu" Ucap Valencia


"Ahahahaa, its oke"


"Apa yang bisa ku lakukan?" Ucap anak laki laki itu


"Ha? Apanya?" Tanya Vani


"Balas budi"


"Hmm.. Mau makan bareng kita?" Tawar Vani


"Nggak" Jawab anak itu


....


'Tapi aku nggak kenal mereka'


.....


'Baiklah kalau begitu' Anak itu menoleh ke arah Vani, "Aku ikut"


Vani memasang ekspresi datar, ('Dia ngoceh sendiri lagi') "Btw, kamu beneran ngobrol sama roh?"


"Serius anjirr! Tasnya terbang! Siapa nama setannya?!"


"Roh, Namanya Violet" Ucap anak itu


"Uwaa gila, keren dong bisa lihat makhluk goib. Aku mau kenalan sama rohnya" Ucap Vani senang. Ia mengulurkan tangannya ke arah depannya, "Salam kenal Violet, aku Vani" Ucapnya ramah


"Dia disampingmu" Ucap anak laki laki itu


"Heh? Kanan? atau Kiri?" Tanya Vani bingung


"Kanan"


"Ahahahaa, maaf Violet" Ucap Vani dengan tawa kecil. Ia merasakan hawa dingin di tangannya, ia langsung menoleh kembali ke arah anak laki laki itu, "Woah, dia jabat tanganku?!"


Anak itu menjawabnya dengan anggukan kecil


"Keren gila bjirr" Ucap Vani senang


'Kruyukk~~'

__ADS_1


perut Valencia berbunyi untuk kedua kalinya. Vani menyadarinya dan langsung berhenti mengobrol dengan sesosok roh yang tidak terlihat oleh matanya, "Ayo ke restoran" Ajaknya, "Btw, siapa namamu?"


"Levi" Jawab anak itu


"Oke Levi, ajak Violet makan juga" Ucap Vani. Mereka bertiga dengan sesosok roh berjalan bersama menuju sebuah restoran


Sesampainya di depan restoran, Valencia terhenti, "Kita makan disini beneran? Ini restoran mewah, pasti menu disini mahal mahal. Uangmu baru saja kerampokan, dia juga pasti nggak punya uang. Aku juga nggak punya"


"Tenang aja, aku ngga serahin semua uangku kok. Makan aja sepuasnya, aku yang bayar" Ucap Vani, "Ayo masuk"


Di dalam Restoran, semua meja sudah di booking oleh orang orang. Mereka tidak melihat meja yang kosong satu pun


"Kalau belum reservasi ya gini" Ucap Vani


"Cari warung makan yang biasa aja" Ucap Levi


"Hmm.." Vani mengamati sekitarnya. Ia melihat seorang laki laki yang duduk seorang diri di meja yang cukup besar, "Ikuti aku" Ia berjalan menghampiri orang itu, "Permisi kak" Sapa Vani


Seorang pria dengan setelan jas formal dan rambut bewarna orange menoleh ke arahnya, pria itu terlihat sedikit murung, "Kita boleh gabung ngga?" Tanya Vani


"Anak SMA ya, duduk aja" Ucap pria itu


"Wah, makasih kak" Ucap Vani. Mereka duduk bergabung dengan pria itu, "Eh kursinya kurang satu"


"Kurang? Bukannya pas?" Tanya Pria itu


"Ahahahaa, ada satu lagi teman kita" Ucap Vani


"Nggak perlu, dia nggak duduk" Ucap Levi


"Kasihan kalau berdiri" Ucap pria itu, "Pelayan!"


Seorang pelayan datang menghampirinya, "Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Sediakan satu kursi lagi di meja ini" Ucap pria itu


"Baik tuan, segera saya ambilkan" Ucap Pelayan. Ia pergi dan kembali membawa sebuah kursi, "Ini tuan"


"Terimakasih" Ucap pria itu


"Panggil saja saat membutuhkan yang lainnya" Pelayan itu pergi meninggalkan mereka


"Dimana teman kalian? Apa sedang ke toilet?" Tanya pria itu


"Dia sudah duduk" Ucap Levi


Pria itu menoleh ke arah kursi yang masih kosong, "Ha? Maksudmu?"

__ADS_1


"Teman kita roh kak" Ucap Vani sambil tersenyum


"Heeeehhh?!!!" Pria itu terkejut hebat mendengar apa yang Vani katakan


__ADS_2