
"No.. it.. it's nothing" Jawab terkejut remaja SMA itu
["Bukan.. itu.. bukan apa - apa"]
"Puftt" Vani terlihat menahan tawanya, Kaituo menoleh ke arah Vani, "Apa? Kenapa ketawa?" Tanyanya penasaran
"which high school are you from? Why at this hour you can be outside the school environment" Tanya Vani
["kamu dari SMA mana? kenapa jam segini bisa diluar lingkungan sekolah?"]
"I'm just bored at school and go out to find food" jawab remaja itu
["Aku hanya bosan di sekolah dan keluar untuk mencari makan"]
"So this isn't the first time someone has given you food?" Tanya Kaituo
["Jadi ini bukan pertama kalinya seseorang memberikan makanan padamu?"]
"It is not like that! Previously I planned to eat at the fast food restaurant in front there" Ucap remaja itu sembari menunjuk ke arah sebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari taman itu
["bukan begitu! sebelumnya aku merencanakan untuk makan di restoran cepat saji depan sana"]
"finish your meal" Ucap Kaituo
["Habiskan makananmu"]
"Why do you guys buy food in places that far and eat it here instead of at the restaurant?" Tanya remaja itu
["kenapa kalian membeli makanan di tempat sejauh itu dan memakannya disini bukan di restorannya?"]
"How far?" Tanya Vani
["Seberapa jauh?"]
"Probably spend about two hours drive from here. That restaurant is very popular in this city, that's why I was intrigued when I saw you guys bringing boxes of food from that restaurant" Jelas remaja itu
["Mungkin menghabiskan kurang lebih dua jam perjalanan dari sini. Restoran itu sangat populer di kota ini, makanya aku tertarik saat lihat kalian bawa box makanan dari restoran itu"]
"Haha.. keknya kita nyasar jauh" Ucap Kaituo dengan tawa kecil. Mereka bertiga melanjutkan makan mereka sembari mengobrol membicarakan sesuatu yang tidak jelas :v
__ADS_1
Hingga mereka bertiga selesai makan, tenggorokan mereka terasa seret karena tidak ada minuman, "You two don't have a drink?" Tanya remaja itu. Kaituo dan Vani menggeleng gelengkan kepala mereka bersamaan
["kalian berdua tidak punya minuman?"]
"Wait here, in return I will buy you a drink from that machine" Ucap remaja itu sembari berdiri dari duduknya
["Tunggu di sini, sebagai gantinya aku akan membelikanmu minuman dari mesin itu"]
Remaja itu berlari menuju vending machine di taman itu untuk membeli beberapa minuman. Ia kembali dengan tiga minuman kaleng di tangannya. Ia membagikannya pada Kaituo dan Vani, "Thanks" Ucap Kaituo. Mereka bertiga meminum minuman itu dan membereskan sampah makanan mereka dengan membuangnya ke tempat sampah
"We both will go from here" Ucap Kaituo
["kita berdua akan pergi dari sini"]
"Wait.. What's your name?" Tanya remaja itu
["Tunggu.. siapa namamu?"]
"Kaituo" Jawab Kaituo
"Not you" Ucap remaja itu
"I am Vani, you?" Tanya Vani
["Aku Vani, kamu?"]
"funny?" Tanya balik remaja itu
["Lucu?"]
"Whatever" Ucap Vani cuek
["Terserah"]
"Give me your handphone, i will save my number. We can continue with the plan we talked about earlier" Ucap remaja itu
["berikan handphone mu, aku akan menyimpan nomorku. kita bisa melanjutkan rencana yang kita bicarakan sebelumnya"]
"I didn't bring my cellphone. Give me yours, I'll give you my number" Ucap Vani sambil tersenyum
__ADS_1
["aku ngga bawa hp. berikan punyamu, aku akan memberikanmu nomorku"]
"Okay" Ucap remaja itu. Ia mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada Vani. Setelah selesai memasukkan nomor, Vani mengembalikan handphone itu. Remaja itu melihat nama di kontaknya
"Oh, Vani. You have a beautiful name as beautiful as you" Ucap remaja itu
["oh, Vani. kau mempunyai nama yang cantik secantik dirimu"]
"Ahaha.. You tease me too much" Ucap Vani dengan tawa kecil
["Ahaha.. kau terlalu menggodaku"]
"Tcih.. are you done? Let's go home!" Ucap Kaituo sembari menarik tangan Vani pergi menuju mobil
["Tcih.. apa kau selesai? Ayo pulang!"]
"Bye" Ucap Vani sembari melambaikan tangannya
"Bye Vani! I call you later!" seru remaja itu sembari melambaikan tangannya
["Bye Vani! Nanti aku telpon!"]
Di dalam mobil, Vani tertawa senang seorang diri mengingat rencana orang asing yang bahkan tidak ia ketahui namanya, "Apa sesenang itu ngobrol sama orang asing?" Tanya Kaituo
"Ahahaha.. kamu gatau apa yang ku ketawain" Tawa Vani senang
"Namanya aja nggak tau, tapi udah akrab begitu. Pake ngasih orang asing nomor pribadi pula" Ucap Kaituo sembari memalingkan pandangannya, ("Seharusnya aku nggak ajak orang itu") sambung batinnya
"Apa kamu cemburu aku punya temen baru?" Tanya Vani
"Kau bebas berteman sama cowok mana aja, aku nggak peduli" Ucap Kaituo cuek
"Kalau gitu aku bakalan ngobrol semalaman sama dia nanti"
Kaituo terdiam dan menatap Vani dengan tajam, "bodo amat" Ucapnya cuek. Ia melajukan mobil itu pergi dari taman itu
Di sepanjang perjalanan, mereka tidak mengobrol sama sekali. Kaituo hanya diam dan fokus dalam mengemudi
Hingga, mobil itu terhenti dengan sendirinya karena kehabisan bahan bakar, "S*al! Bensin abis!" Ucap Kaituo kesal. Ia menoleh ke arah Vani dan menatapnya
__ADS_1
"Apa? Kenapa liat aku begitu? Kau mau aku dorong?!" Tanya Vani ngegas