Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter26


__ADS_3

"Ahahahaa, kakak terlalu bersemangat" Ucap Vani


"Haha, terserah kalian" Ucap pria itu


"Oh kak kenalin, Aku Vani. Ini Valencia, ini Levi dan yang di kursi itu Violet" Ucap Vani


"Panggil aku Ken" Ucap pria itu, ("Mereka terlihat aneh, dua orang babak belur. Satunya seperti memiliki dendam. Trus dia bilang, di kursi kosong itu ada roh bernama Violet")


"Kak Ken ya" Ucap Vani, "Hum.. Kakak kayaknya banyak masalah, mau cerita ke kita?"


"Mana mungkin aku menceritakannya ke anak SMA. Oh ya, kenapa kalian bisa bersama? Padahal seragam kalian berbeda" Ucap Ken


"Kebetulan kita ketemu" Ucap Vani dengan senyuman kecil


"Kalian baru kenal?!" Tanya Ken


"Bisa dianggap begitu hehe, aku nggak tau kenapa bisa berakhir disini" Jawab Vani


"Haahhh.. Lupakan itu" Ken menghela nafasnya, "Kalian tahu bagaimana rasanya saat orang yang kita cintai berpacaran dengan adik sendiri? Hahhhh.. Ini membuatku frustrasi. Kalian masih SMA mana mungkin bisa tahu kan"


"Cinta sepihak?" Tanya Valencia


"Wah wah, aku nggak tau kalau masalah ini. nggak peduli juga si" Ucap Vani


"kalian belum merasakan rasanya mencintai seseorang yang beda dunia" Ucap Levi


"Heh?! Kamu suka sama Violet?! trus sekarang kamu ngaku didepannya?" Tanya Vani


"Oh, dia lagi terbang keluar" Jawab Levi


"Em.. Jangan sedih gitu, lebih baik kita pesan makanan trus lupain sejenak semua masalah yang kita alami" Ucap Vani


Mereka memesan makanan dan memakannya hingga habis, selesai makan Vani berdiri dari duduknya, "Aku pergi bayar sebentar"


"Apa yang kamu lakukan? Mana mungkin aku ditraktir seorang anak SMA" Ucap Ken sembari berdiri dari duduknya


"Nggak masalah" Ucap Vani


"Aku aja" Ucap Ken, ia pergi ke kasir untuk membayar semua tagihan makanan. Selesai membayar, ia kembali, "Sudah gelap, dimana rumah kalian. Aku antar"


"Wah, serius kak? Udah dibolehin duduk bareng, trus ditraktir makan, sekarang di antar pulang. Kak Ken keren banget sumpah!" Ucap Vani senang


"Rumahku dekat dari sini, nggak perlu" Ucap Levi


"Oh, aku juga si" Ucap Vani, "Kak, anterin Valencia aja. Rumahnya di kota XX"


"Hmm.. Baiklah ayo" Ucap Ken


Mereka berlima keluar dari restoran, Levi pergi pulang ke rumahnya. Ken mengantar Valencia pulang dengan mobilnya. Begitu juga dengan Vani, ia melangkah pulang menuju rumahnya. Vani menelusuri jalanan yang sudah ia lalui sebelumnya, ia keluar dari gang tempatnya masuk dan kembali menelusuri trotoar menuju rumahnya

__ADS_1


Di tengah perjalanan, sebuah mobil berhenti menepi disampingnya. Vani terhenti dan menoleh ke arah mobil itu. Seseorang membuka kaca mobil dan menunjukan wajahnya, "Oh Kai!" Ucap Vani


"Darimana aja kamu?!" Tanya Kaituo


"Aku lagi jalan pulang"


"Sampai selarut ini?"


"Ahahahaa, tadi ada gangguan" Ucap Vani dengan tawa kecil


"Mukamu, kenapa babak belur? Kamu berantem? Masuk dulu" Ucap Kaituo


"Tadi ada tukang malak, nggak bahaya kok" Ucap Vani sembari masuk ke dalam mobil


"Kamu bilang pemalak nggak bahaya?!" Tanya Kaituo


"Iya.. Tadi aku juga di bantu berdiri" Jawab Vani


"Ha?!" Kaituo terlihat bingung


"Lupain, ini mobil siapa Kai?" Tanya Vani


"Mobil Kim, aku pinjam"


"Mobil Khakim? Aku nggak pernah liat" Ucap Vani heran


"Emang mobilmu kemana?"


"Kemarin mobilku kena kecelakaan"


Vani terkejut dan langsung menoleh ke arah Kaituo, "Heh?! Kecelakaan?!"


"Ahahaa, nggak perlu kaget begitu. Aku cuma luka ringan" Ucap Kaituo


"Mobilmu?! Mobilmu gimana?" Tanya Vani


"Rusak parah di bagian depan, lagi diperbaiki. Minggu depan mungkin udah bisa pakai lagi" Jawab Kaituo


"Ada Korban ngga? Kecelakaan dimana?"


"Kecelakaan tunggal, kemarin aku nggak sengaja ikut balap liar"


"M*mpus! Ngapain ikut begituan!" Ucap Vani kesal


"Ahahahaa, seru kok. Mau ikut?"


"Waah beneran?" Ucap Vani mengharap


Kaituo menoleh ke arahnya dan memasang ekspresi serius, "Mana mungkin ku izinin!"

__ADS_1


Vani memalingkan wajahnya, "Haha, udah kuduga"


"Baiklah, ayo pulang dan obati lukamu" Ucap Kaituo sembari menginjak pedal gas. Mobilnya melaju hingga sampai di rumah Vani. Mereka berdua masuk bersama ke dalam rumah, bibi terlihat menyambut mereka berdua di depan pintu


"Kalian pulang juga, sudah bibi duga suara mobil tadi milik kalian" Ucap Bibi lega


"Bibi nunggu kita dari tadi?" Tanya Vani


"Iya, bibi cemas kalian belum pulang sampai larut begini. Terutama tuan Kaituo, darimana saja dari kemarin baru pulang" Ucap bibi


"Heh?" Vani menoleh ke arah Kaituo


"Aku semalam tidur di rumah teman bi, maaf lupa mengabari rumah" Ucap Kaituo dengan senyum kecil


"Kamu nggak pulang dari kemarin?!" Tanya Vani


"Kamu nggak cari aku?" Tanya balik Kaituo


"Ahahahaa, aku tidur awal kemarin. Trus tadi pagi juga, aku nggak sarapan langsung lari ke sekolah. Gara gara pengen liat respon mereka bertiga hehe. Aku kira kamu di kamar" Jelas Vani


"Hmm.. Kamu nggak peduli padaku" Ucap Kaituo sembari memalingkan wajahnya


"Hehe jangan gitu Kai, aku orangnya care. Cuma lupa aja"


"Eh? Wajah non Vani kenapa lagi? Kenapa banyak memar? Baju non juga kotor gitu, non berantem lagi?" Tanya Bibi


"Enggak bi, tadi cuma sedikit bela diri" Ucap Vani


"Ayo sini, bibi obatin" Ucap bibi sembari menggapai tangan Vani. Kaituo menghentikannya, "Biar aku aja, ada yang mau aku bicarakan dengannya" Ucap Kaituo


"Baiklah kalau Tuan Kaituo mau mengobati Non Vani. Kalau sudah selesai, ke meja makan ya. Bibi akan siapkan makan malam" Ucap bibi


"Iya bi" Ucap Kaituo. Bibi pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sementara Vani duduk di ruang tamu dan menunggu Kaituo mengambil kotak medis


Kaituo kembali membawa sebuah kotak medis dan duduk di samping Vani, "Dasar, mau berapa kali lagi kamu rusak kulitmu?"


"Bukan aku juga! kan aku korbannya" Ucap Vani


"Hadap kesini" Ucap Kaituo. Ia mulai mengobati memar dan luka di wajah Vani, "Nggak semua bekas luka bisa dihilangin, kamu harus pandai jaga diri. Kamu kan cewek"


"Bekas luka adalah tanda dari keberanianku. Aku bangga punya bekasnya" Ucap Vani


"Dasar, nanti nggak ada cowok yang mau sama kamu loh" Ucap Kaituo


"Aku juga belum tentu mau sama cowoknya, bwee"


"Hmm.. Kamu pernah pacaran sebelumnya?" Tanya Kaituo


"Ha? Apa Kai? Nggak denger" Ucap Vani sembari menutupi kedua telinganya

__ADS_1


__ADS_2