
Seorang pria tinggi berambut hitam dengan masker dan topi yang ia kenakan membayarkan sejumlah uang pada sopir taxi. Vani terlihat tidak mengenali orang yang berdiri di hadapannya itu, ("Siapa?") Batin Vani penasaran
"Thank you sir" ucap sopir taxi sembari menerima uang itu
"hey, this is modern times. You have to equip your taxi with EDC. Don't bother tourists who don't bring cash" ucap Vani
["Hey, sekarang udah modern. Kamu harusnya pakein taximu EDC. Jangan nyusahin turis yang ngga bawa cash"]
"no need. 99,99 percent of people who take my taxi always carry cash. You're the only one that bothers me!" Ucap sopir taxi
["Nggak butuh. 99,99 persen orang yang naik taxiku selalu bawa cash. Kamu satu satunya yang nyusahin aku"]
# EDC(Electronic Data Capture)\, alat pembayaran elektronik.
Vani sedikit tercengang mendengar jawaban sopir taxi itu, ia mengalihkan pandangannya ke tempat lain, "Emm.. yaa gimana yaa.." ia tidak tahu harus menjawab apa
"what did you say?" Tanya sopir taxi
["Apa yang kamu katakan?"]
"it's enough, you can continue your work" ucap pria di samping Vani pada sopir taxi
["Cukup, kau bisa lanjut pekerjaanmu"]
"ok sir, you better stay away from people like her" ucap sopir taxi sembari melirik tajam ke arah Vani
["Oke tuan, anda lebih baik menjauh dari orang seperti dia"]
Sopir taxi itu melajukan taxinya pergi dari tempat itu, 'B*cod' ucap Vani lirih sembari memperhatikan taxi itu menjauh darinya
Saat taxi itu berbelok dan menghilang dari pandangannya. Vani langsung mengalihkan perhatiannya pada seorang pria yang berdiri di sampingnya, "Thank you for the help, I will immediately refund your money" ucap Vani
["Terima kasih bantuannya, aku akan segera ganti uangmu"]
__ADS_1
"No need" tolak pria itu
["Nggak perlu"]
"Eh? Why?" Ucap Vani terkejut
["Kenapa?]
"can't a friend pay the taxi fare for his own friend?" Tanya pria itu
["Apa temen nggak boleh bayar ongkos taxi temennya sendiri?"]
"Friend?" Tanya Vani bingung
["Temen?"]
"Ah, you don't recognize my voice, what about my face?" Ucap pria itu sembari membuka masker di wajahnya
["Ah, kamu nggak kenal suaraku, bagaimana dengan wajahku?"]
"Yeah it's me" ucap Darren senang karena Vani mengenalinya
"your hair? why are you here?" Tanya Vani
["Rambutmu? Kenapa kamu di sini?"]
"I dyed my hair for advertising purposes. And why am I here, because earlier while pass this way, I saw someone I knew standing beside the taxi. I asked my driver to stop the car. after confirming it was you, I came here" jelas Darren
["Aku cat rambut buat iklan. Dan kenapa aku disini. karena sebelumnya pas aku lewat jalan ini, aku lihat orang yang ku kenal berdiri di samping taxi. Aku suruh sopir buat berhentiin mobil. Setelah pastiin itu kamu, aku kesini"]
"Oh.. i see" ucap Vani mengangguk kecil
"How about you? Kenapa kamu bisa berada disini?" Tanya Darren
__ADS_1
"Wih, keknya kemampuan bahasamu nambah banyak" ucap Vani
"Kamu berlebihan. Sudah lama aku tidak melatihnya" ucap Darren. Tiba-tiba ia melepaskan jaket tebal yang ia kenakan dan mengenakannya pada Vani "kamu salah kostum datang kesini dengan baju yang tipis, sekarang musim dingin disini"
"Puftt.. kostum" tawa Vani
"Why are you laughing? did i say something wrong?" Tanya Darren malu
["Kenapa kamu ketawa? Apa aku ngomong sesuatu yang salah?"]
"Nggak salah kok, ayo tetap ngobrol pakai bahasaku" ucap Vani senang
"no, you will surely laugh at me again" tolak Darren
["Nggak, kamu nanti pasti ketawain aku lagi"]
"Aku nggak akan ketawa" ucap Vani sembari merubah ekspresinya menjadi serius
"Kamu sudah bilang, jangan berbohong lagi" ucap Darren
"Oke" ucap Vani sambil tersenyum
"Kenapa kamu tersenyum?"
"Apa aku ngga boleh senyum?"
"Tidak, kamu boleh tersenyum. Aku hanya merasa kamu akan menertawakan aku lagi" ucap Darren
"Engga kok" jawab Vani
"Oh iya Vani, sebelumnya aku mendengarkan kamu mengatakan sesuatu dan aku belum mengetahui arti dari kata tersebut" ucap Darren
"Kata apa?" Tanya Vani
__ADS_1
"Apa itu b*cod?" Tanya Darren penasaran
Vani sedikit terkejut mendengarnya, "Ahaha.. itu bukan apa apa. Nggak penting, kamu lebih baik lupain kata itu" ucapnya sembari melangkah pergi meninggalkan Darren