
"Bukannya kau harus siap siap sebelum casting, kau tahu jam berapa sekarang?" Tanya Kaituo
Darren melihat waktu di handphonenya, "Ah kamu benar! Tapi aku ingin mengantar kalian ke bendara!" Ucapnya
"Ngga perlu, kamu harus siapin diri buat castingnya. Kamu pasti bisa lolos, kamu harus percaya diri dengan kemampuanmu" Ucap Vani menyemangati
"Aku udah pesanin taxi buatmu, taxinya dateng beberapa menit lagi" Ucap Kaituo sembari menunjukkan layar handphonenya
"Terimakasih atas dukungan kalian" Ucap Darren terharu, Ia berdiri dan menghampiri Vani. Ia menatap mata Vani dengan tatapan sedih
"Kenapa?" Tanya Vani sembari berdiri dari duduknya
"Em.. Bisakah aku mendapatkan pelukan perpisahan? aku tidak yakin kita bisa bertemu lagi di waktu yang dekat" Ucap Darren sedih
"Sure" Ucap Vani sembari memeluk Darren. Darren mendekap Vani dengan erat, "Aku merasa kita akan berpisah cukup lama, kamu pasti sibuk dengan kuliahmu dan tidak tahu kapan akan kesini lagi, aku juga tidak tahu kapan aku bisa ke negara B untuk menemuimu" Ucap Darren sedih
"Aku bayarin tiket pesawatmu kalau kamu ada waktu ke negara B" Ucap Vani
"Ekhemm!!" Seru Kaituo
"Ah.. Maaf Vani, aku memelukmu terlalu lama" Ucap Darren sembari melepaskan pelukannya
"Hahaha, gapapa" Ucap Vani dengan tawa kecil
Darren menoleh ke arah Kaituo, "kamu juga temanku kan, bisakah aku..." Ucap Darren terhenti, "Satu detik" Saut Kaituo. Darren tersenyum senang menghampirinya dan langsung memeluknya, 'thank you' bisiknya lirih
__ADS_1
"Aa.. Udah!! Geli!" Ucap Kaituo sembari melepaskan pelukan Darren
"Bukankah hal yang umum berpelukan dengan teman? Kenapa kamu merasa geli?" Ucap Darren bingung
"Kau bisik bisik di telingaku! Nafasmu bikin geli!" Ucap Kaituo ngegas
"Ahahhaa... Maaf kalau begitu" Tawa Darren senang
Kaituo mendapatkan notifikasi di handphonenya, "Taximu dateng, Good luck" Ucapnya sembari memalingkan wajahnya
"Terimakasih kalian berdua, aku duluan. bye bye" Ucap Darren bersemangat sembari berlari kecil keluar dari ruangan itu
"Bye bye!" Ucap Vani sembari melambaikan tangannya
Vani berbalik ke arahnya, "Apa Kai? butuh sesuatu?" Tanyanya
"Kesini" Ucap Kaituo dengan raut wajah serius
"Hmm?" Vani menurutinya dan mendekat ke Kaituo. Kaituo melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Vani dan memeluknya
"Heh!! Ngapain Kai?!" Seru Vani memberontak
"Tsk! Diam bentar aja! Kau biarin dia peluk lama, aku nggak boleh?" Tanya Kaituo sembari mempererat pelukannya. Vani berhenti memberontak, "Tcih.. Emangnya kau mau pergi juga?" Ucapnya kalem sembari mengusap usap rambut Kaituo
"Ahem.. Sorry to bother you both" Ucap seorang perawat yang tiba tiba muncul di depan pintu
__ADS_1
["Ahem.. maaf mengganggu kalian berdua"]
Kaituo terkejut dan langsung mendorong Vani menjauh darinya, Vani terdorong dan tersandung kakinya sendiri hingga terjatuh ke lantai, "Woy! Yang bener aja! Abis dipake dibuang!" Seru Vani ngegas
"Are you okay miss?" Tanya Perawat mengasihani
["Apa Anda baik baik saja nona?"]
"Say what is it?!" Tanya Kaituo
["Katakan ada apa?!"]
"Your driver has been waiting for you downstairs for quite some time. Do you need help here?" Tanya Perawat
["sopir anda sudah menunggu cukup lama di bawah. Apa anda membutuhkan bantuan disini?"]
"Move me into a wheelchair and take me downstairs" Ucap Kaituo
["pindahkan aku ke kursi roda dan bawa aku turun ke bawah"]
"Okay" Ucap perawat. Ia membantu Kaituo pindah ke kursi roda dan mendorongnya keluar dari ruangan itu
"Van, ngapain duduk disana? Ayo pulang" Ucap Kaituo dari depan pintu
'Anjjirr emang' Ucap Vani lirih sembari berdiri dari duduknya. Ia mengikuti Kaituo untuk pulang ke negara B
__ADS_1