
"haahhhh.. seru juga" Ucap Agnes sembari menghela nafasnya
'cklek' Vani membuka pintu dan melangkah masuk bersama Kaituo. Ia membawa kantung plastik dari minimarket di tangannya, "Jeng jeng" ucap Vani
Mereka bertiga menoleh ke arahnya, "Woah, kamu kebelet sampai ke toilet minimarket?" Ucap Putri
"Ha? Apa maksud" Ucap Vani
"Kamu dari minimarket?" Tanya Awani
"Nggak, ini Kai yang bawa. Yakan Kai" Ucap Vani
"Hmm.." gumam Kaituo. Ia menoleh ke arah Agnes yang masih duduk di depan komputer, "Katanya ada yang habis putus cinta, kok nggak ada yang sedih"
"Van, kamu cerita ke semua orang ya? Tadi juga, kata Jack kamu bilang kalau aku nangis sampai cermin di kamarmu retak. Mana buktinya, mana mana!" Ucap Agnes kesal
"Boong dia" Ucap Vani, ("Jack mau ngadu domba aku sama Agnes ya! Awas aja kalau ketemu")
Kaituo menoleh ke arah Vani yang berdiri di sampingnya, "Oh ya katamu tadi, Agnes nangis sampai jungkir balik. Mana fotonya, aku mau lihat"
"Nggak woy, kapan aku ngomong gitu" Ucap Vani, ("Dia juga ikutan!")
"Tadi di telpon kamu bilang gitu. Trus katanya Agnes pas nangis mukanya mirip monyet, jelek banget" Ucap Kaituo dengan senyuman kecil di wajahnya
"Enggak woy!" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah Agnes, "Jangan percaya Kai Nes, dia sesat!"
"Tcihh, kamu tega sama aku" Ucap Agnes sembari mengalihkan pandangannya
"Suer, aku nggak pernah jelekin kamu" Ucap Vani
"Kalau nggak pernah, kenapa reaksimu berlebihan" Ucap Agnes
"Kayaknya dia ngaku" Ucap Kaituo
"Nggak! beneran!" Ucap Vani ngotot
__ADS_1
"Nggak beneran? Berarti beneran kan?" Ucap Kaituo
"Akh! Terserah lah!" Ucap Vani kesal
"Cie ngambek" Goda Agnes
"Cie yang udah nggak sedih" Ucap Awani
Vani menghampiri meja di depan sofa dan mengeluarkan semua isi kantung plastik yang ia bawa, "Loh? Coklat semua"
"Katamu ada yang lagi sedih kan, aku beliin coklat" Ucap Kaituo sembari berjalan menghampirinya
"Wahh.. enak nih" Ucap Awani
"Apa hubungannya sedih sama coklat" Ucap Vani, "Harusnya tuh beli kripik"
"Itu mah kesukaanmu" Ucap Putri, "Coklat bisa balikin mood loh, Kaituo nggak salah beli coklat"
"Beneran?" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah Agnes yang masih duduk di depan komputer, "Nes, sini. Kamu yang makan semuanya!"
"Sebanyak itu?!" Ucap Agnes
"Eh tamu!" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia melangkah menghampiri pintu
"Njirr.. mana ada tamu ke kamar" Ucap Putri
"Ada... Kalian, hayo" Ucap Vani
"Iya si" ucap Putri
'cklek' Vani membuka pintu dan melihat bibi berdiri di hadapannya sembari membawa nampan dengan minuman di atasnya
"Maaf non lama, bibi masak dulu soalnya" Ucap bibi
"Coklat lagi?" Ucap Vani dengan ekspresi datar
__ADS_1
"Loh, katanya non butuh minuman yang bisa bikin perasaan jadi tenang. Ini bibi bawain coklat panas yang bikin rileks"
"Iya deh, makasih bi" Ucap Vani sembari mengambil nampan dari tangan bibi
"Iya non. Makan malamnya juga sudah siap, ajak temennya ke bawah ya non" Ucap bibi
"Okeysip" Vani menutup pintu dan membawa nampan itu menuju meja. Ia meletakkannya dan duduk bergabung bersama yang lainnya
"Cuma empat?" Tanya Kaituo
"Iya, kan kita berempat" Ucap Vani
"Aku?"
"Kamu siapa?"
"Oke, aku ambil balik coklatnya" Ucap Kaituo sembari mengumpulkan coklat di meja menjadi satu
"Jangan jangan, minum aja punyaku" Ucap Vani
"Kamu minum duluan" Ucap Kaituo
"Oke" ucap Vani. Ia mengambil satu gelas coklat dan meneguknya hingga tak bersisa. Ia meletakkannya kembali di atas nampan
"Kenapa dihabisin?" Ucap Kaituo
"Katanya buat aku" Ucap Vani
Kaituo memasang ekspresi sedih, "Teganya"
"Minta ke bibi sana"
"Van, komputermu masih nyala" Ucap Agnes
"Oiya" Ucap Vani teringat. Ia menghampiri komputer dan duduk di depannya. Ia melihat hasil pertandingan sebelumnya, ("Aku kill delapan sebelum ku serahin ke Agnes, udah kelar cuma nambah satu kill doang. Agnes emang dasarnya nub"), "Lah? 'You killed yourself with a grenade'" Ucapnya sembari menoleh ke arah Agnes yang sedang memakan coklat. Agnes membalasnya dengan senyuman, "Njirr.. bunuh diri"
__ADS_1
"Billing Jack abis soalnya" Ucap Agnes
"Sia sia dong main, ngga nambah sedikitpun" Ucap Vani. Ia memutuskan untuk menonaktifkan komputernya