Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter84


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Vani bersama Kaituo turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Kaituo membantu Vani membawakan kopernya menuju ke kamar, "Ambil ini, kamu kira aku pelayanmu apa?" Ucap Kaituo sembari melepaskan tangannya dari gagang koper


"Numpang dirumah orang gatau diri" ucap Vani dengan ekspresi datar


"Kamu sendiri kan yang tahan aku dirumah ini!" Ucap Kaituo


"Tahan dimananya? Kamu bisa main keluar sesuka hati bilangnya ditahan"


"aku pulang kerumah aja nggak dibolehin"


"Kamu dulu bilang gini.." Vani menyinyirkan mulutnya, "Iki bikilin tinggil disini biwit timinin kimi"


"Itu dulu" ucap Kaituo


"Trus juga bilang gini.. Simpi iki miti, iki bikilin titip disisi kimi" ucap Vani nyinyir


"Kapan aku ngomong lebay gitu?" Tanya Kaituo


"Yaaaa.. kali aja kamu ngomong gitu" ucap Vani sambil memalingkan pandangannya


"Kalau kamu bersedia nikah sama aku, aku bakalan bilang gitu" ucap Kaituo


"Aku pen nikah ama Ray, ntar kamu aku undang. Eh.. tapi pacaran sampe nikah pasti bosen. Belum tentu juga aku nikah sama Ray kan" ucap Vani


"Secara nggak langsung, kamu udah ada niat mau mutusin dia" ucap Kaituo, "Apa kamu udah jadi pacarnya?"


"Aku mau tembak dia hehe" ucap Vani sambil tersenyum senang


"Jangan!" Seru Kaituo terkejut


"Kenapa?"


"Jangan.. maksudku, dia cowoknya, tunggu dia bertindak duluan. kalau cowok nggak segera ngungkapin perasaannya ke cewek, ada kemungkinan dia cuma anggap cewek itu cuma sebatas temen" jelas Kaituo


Vani memasang ekspresi datarnya, "Omonganmu sama kek Agnes, ngga dukung aku sama sekali"


"Berarti Agnes pintar karena bilang itu" ucap Kaituo senang


"Temen macam apa"


"Kalau kamu tembak dia, aku pulang ke negara A" ucap Kaituo sembari berbalik dan melangkah perlahan menuruni anak tangga


"Bilang pulang terus, sekarang kamu dah bosen temenan ama aku?" Tanya Vani


Kaituo menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Vani, "Iya"


"Hehhhh? Serius?" Tanya Vani terkejut


"Kenapa ekspresimu nggak keliatan sedih?"


"Tunggu.. keknya kita pernah bahas ini sebelumnya" ucap Vani sembari mencoba mengingat kembali masa lalunya

__ADS_1


"Dah.. pergi mandi, abis ini ke ruang keluarga bawah" ucap Kaituo. Ia melanjutkan jalannya menuju ke kamarnya


"Hmm.. Kai sampe bilang pulang kalau aku tembak Ray. Apa salah ya kalau cewek tembak cowok?" Ucap Vani penasaran, "Terserah lah" ucapnya. Ia menarik kopernya masuk ke dalam kamarnya. Vani segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia turun ke ruang tamu bawah dengan menggunakan lift di dalam ruang gantinya


'tingg..' Pintu lift terbuka


Vani keluar dari lift dan berjalan menghampiri Kaituo yang sedang memainkan boling seorang diri


"Yess! Tiga ratus poin!" Ucap Kaituo senang saat bolanya berhasil menjatuhkan kesepuluh pin yang ada


"Wahh.. kamu suruh aku kesini cuma mau pamer ini?" Tanya Vani yang sedikit merasa kagum dengan kemampuan Kaituo


"Oh.. kamu selesai" ucap Kaituo sembari menoleh ke arah Vani


"Belum" ucap Vani


"Sini, kamu harus latihan sesuatu" ucap Kaituo sembari berjalan menghampiri sebuah komputer dan Vani mengikutinya. Kaituo memutar alunan suara merdu piano yang terdengar cukup anggun dan indah. Vani merasa heran dengan hal itu


"Kita karaoke?" Tanya Vani, "Tapi aku ngga tau lagu beginian"


"Makan malam antar keluarga diadakan lima tahun sekali. Setelah makan malam biasanya akan ada pesta. Sejak pertama kali ada, sepuluh tahun lalu. kamu selalu pergi setelah makan malam antar keluarga dan ga pernah ikutin pestanya kan" ucap Kaituo


"Dulu.. di negara A kan? Khakim suruh sopir antar aku pulang duluan karena udah kemaleman" ucap Vani


"Lupain itu, waktu terus jalan. Ayo latihan, aku ajarin" ucap Kaituo


"Latihan pesta? Kita bikin pesta kecil disini?" Tanya Vani


"Oh.. itu" ucap Vani, "Aku belum pernah latihan itu seumur umur"


Kaituo mendekati Vani, ia meraih kedua tangan Vani dengan tangannya. Ia meletakkan tangan kanan Vani di pundak kirinya dan tangan kanannya menompang tangan kiri Vani, "Pertahankan seperti ini" ucap Kaituo


"Apa aku harus pijit pundakmu" ucap Vani sembari memijit pundak kaituo dengan tangan kanannya


"Hey, geli.. jangan gitu!" Ucap Kaituo sembari menghindar


"Ahahaha.. segitu aja geli, cemen" ucap Vani senang


"Lakuin yang serius" ucap Kaituo


"Siap" ucap Vani. Mereka berdua kembali melakukan hal yang sama dengan sebelumnya. Tangan kiri kaituo merangkul pinggang Vani, "Liatin langkah kakiku" ucap Kaituo. Ia memandu langkah kaki Vani supaya selaras dengan langkahnya


"Cuma begini doang.. gampang bat" ucap Vani sembari terus memperhatikan langkahnya, "Dansa sambil jalan pindah pindah kan? Kalau misal keasikan dansa terus kebablasan sampai luar tempat pesta gimana?"


"Nggak gitu juga" ucap Kaituo


"Cuma begini sampe lagunya abis kan?" Tanya Vani


"Kamu masih salah"


"Dimananya? Langkah kita udah sama" ucap Vani

__ADS_1


"Saat dansa kamu nggak boleh alihkan pandanganmu dari partner dansamu" ucap Kaituo


"Oh.. gitu ya" ucap Vani sembari menaikkan pandangannya. Ia menatap tajam mata Kaituo, "Berarti kita harus tatapan terus selama lagunya di putar?"


"Iya, pertahankan seperti ini" ucap Kaituo sambil tersenyum


"Berapa lama dansanya?"


"Setengah sampai dua jam-an mungkin"


"Lamanya, kalau aku dansa sama kamu, bakalan bosen liatnya" ucap Vani


'krak' Salah satu kaki Kaituo tidak sengaja menginjak kaki Vani, ia langsung melepaskan genggaman tangannya


"Sakit woy!" Teriak Vani, "Kenapa kamu injak kakiku"


"Aku ngga sengaja" ucap Kaituo


"Ngga sengaja apanya!" Ucap Vani ngegas


'krakk!' Vani membalas menginjak kaki kaituo


"Aw.. kenapa kamu injak kakiku?!" Ucap Kaituo


"Kamu yang nginjak duluan!" Ucap Vani


'krakk!' Kaituo membalas menginjak kaki Vani


"Woy! Sakitt bgo! Kenapa injak lagi si?!" Ucap Vani ngegas


'krakkk*!' Ia langsung kembali menginjak kaki Kaituo


"Kenapa injak lagi?!" Ucap Kaituo ngegas


'krakkk!'


'krakk!'


'krakk!!!!'


Mereka terus menerus saling menginjak kaki satu sama lain


Hingga,


"Ampun ampun, sakit sakit" ucap Kaituo memohon


"Kakiku nyut nyutan" ucap Vani sembari berjongkok dan menutupi kedua kakinya dengan tangannya


"Ahahhahaaa.. kenapa kita nggak latihan trus malah lakuin hal b*doh begini" ucap Kaituo sambil tertawa


"Ahhahahaa.. kamu duluan si!" Ucap Vani sambil ikut tertawa

__ADS_1


__ADS_2