
Di dalam toko baju, Awani dan Vani mengendap endap mendekati Putri. Mereka berdua bersembunyi di samping stand hanger yang di penuhi baju, 'Stts.. sst.. Putri disana' ucap Awani lirih sembari menarik Vani menunduk lebih rendah
'iya tau tau' ucap Vani lirih sembari jongkok, ia menoleh ke arah Awani, 'kenapa dia pilih rok rok gitu?!' sambungnya
'ga tau, liatin aja! Siapa tau dia mau bikin kamu lebih feminim' bisik Awani
'ga mau aku pake rok pendek begituan' bisik Vani
'eh.. eh.. dia masuk ruang ganti' bisik Awani
Beberapa saat kemudian,
Putri keluar dari ruang ganti dan menoleh ke arah pramuniaga yang mendampinginya, "Gimana menurutmu, cocok kan sama aku, iya kan iya kan?" Tanyanya percaya diri
"Sangat cocok dengan Anda, Anda terlihat cantik saat mengenakannya" Puji pramuniaga
"Hahaha.. Aku ambil rok ini juga" Ucap Putri senang
'Dia beli buat dirinya sendiri' bisik Vani dengan ekspresi datar. Awani menoleh ke arahnya dan tersenyum canggung, 'hahaa.. Putri pasti udah pilihin baju buatmu tadi, dia sekalian beli buat sendiri juga' bisik Awani
"Ekhem.. Permisi kalian berdua" Ucap seseorang dari belakang Vani dan Awani. Mereka berdua terkejut dan langsung menoleh ke asal suara, 'ngagetin aja!' ucap Awani lirih
"Ada yang bisa saya bantu? Tolong jangan bersikap mencurigakan dengan mengendap endap seperti itu" Ucap pramuniaga dengan senyuman ramah
__ADS_1
'kita nggak mencurigakan sama sekali, hush sana balik kerja. Jangan ganggu kita' Ucap Awani lirih
"Anda berbicara seperti itu membuat saya semakin mencurigai kalian berdua disini" Ucap pramuniaga dengan senyuman
"HACHUUU!!" Vani bersin dengan keras karena debu masuk ke dalam hidungnya
"Vani?" Panggil Putri tersadar
'damn it!!' Ucap Vani lirih. Ia langsung mendorong Awani keluar dari samping stand hanger. Awani terdorong dan tersungkur di tempat yang bisa terlihat oleh Putri. Awani sejenak melirik sinis ke arah Vani sebelum pandangannya berpindah ke arah Putri, "Hahaha.. Aku tadi yang bersin" ucapnya sembari berdiri, "Kamu bilang apa tadi? Vani? Dimana dia? Kamu liat dia?" Sambungnya sembari menoleh kesana kemari
"Oh.. tadi bersinmu, aku pikir Vani yang bersin" Ucap Putri
"Haha.. Emang kamu hapal suara bersin Vani? Paling kamu cuma lagi kangen dia" Ucap Awani sembari berjalan menghampiri Putri
"Hah? Apa bedanya pea! Bersin doang juga" Ucap Awani bingung, "Btw, baju buat Vani dah beres kan?" Sambungnya mengalihkan topik pembicaraan
"Eh iya njjirr! Lupa aku kesini mau cari kado buat Vani, pantesan ada yang janggal. Aku malah shopping buat diri sendiri, hahaha" Jelas Putri tersadar
"Njjirr hahaha" Tawa Awani
'Anjjirr emang' Ucap Vani lirih
"Aw, kamu tadi dari arah sana ada apa?" Tanya Putri penasaran
__ADS_1
"Nggak ada nggak ada! Jangan kesana! Beneran gaada apa apa!" Jawab Awani panik
"Panik gitu, pasti ada apa apa" Ucap Putri curiga, "kamu pasti nemu baju bagus trus nggak mau nunjukin ke aku biar aku nggak beli trus kita nggak punya baju samaan kan?" Sambungnya sembari berjalan menuju ke arah stand hanger tempat Awani keluar sebelumnya
"Put put! Jangan kesana! Gaada apa apa beneran!" Ucap Awani panik sembari menarik lengan Putri. Putri menepis tangan Awani, "Ga percaya!" Ucapnya sembari melanjutkan langkahnya. Awani hanya terdiam pasrah melihat Putri berjalan ke arah Vani berada
Saat sampai di belakang stand hanger itu, Putri hanya terdiam dalam keterkejutannya. Awani langsung memahami situasinya, "Put sebenarnya.." Jelas Awani terhenti, "Hah!! Bisa bisanya kamu sembunyiin baju sebagus ini dariku! Apa salahnya sih kembaran sama temen sendiri!!" Saut Putri sembari mengambil salah satu baju terbagus di stand hanger itu
"Hah?" Tanya Awani bingung sembari menghampiri Putri. Ia tidak melihat keberadaan Vani di sepanjang pengamatannya, "yah.. ketauan juga kan sama kamu, padahal aku mau beli sembunyi sembunyi trus kasih ke kamu satu biar surprise" Ucapnya
"Hahaha.. Dalam rangka apa kasih aku hadiah?" Tanya Putri senang
"Emang kasih hadiah harus ada rangkanya?" Tanya balik Awani
"Hahaha.. enggak sih"
Di sisi lain, Vani sudah keluar dari toko itu. Ia berlari menghampiri Ray dan meraih tangannya, "Ayo pergi!" Ucapnya. Ia menoleh ke arah Zuo, "Zuo kita duluan! Titip salam ke kak Zuan juga ya" Sambungnya
"Baik little Van" Ucap Zuo spontan
"Kau bukan asistenku lagi, kau temanku. Panggil aja namaku" Ucap Vani
"Baik lit.. Vani" Ucap Zuo dengan senyuman canggung
__ADS_1
"Ahahaha.. dah dulu, bye Zuo" Ucap Vani sembari menarik Ray pergi dari tempat itu. Zuo hanya tersenyum kecil sembari melambaikan tangannya