
"kenapa kamu disini?" Tanya Vani
"Kamu yang kenapa disini?!" ucap Kaituo
"Katanya tadi arah kita beda" ucap Vani
"Yaa... Aku asal ngomong aja, mana aku tahu kalian mau kesini" ucap Kaituo
"Dimana teman temanmu?" Tanya Ray
Kaituo melepas topi dan kacamata yang ia kenakan, "Aku kepencar"
"Ahahahaa... Makanya gandengan tangan terus kayak aku sama Ray" ucap Vani sembari menunjukkan tangannya dan tangan Ray yang bergandengan
"Tcih.. kayak anak kecil aja gandengan" ucap Kaituo sembari mengalihkan pandangannya
"Oh iya. lepas jaketmu, tadi kena ice creamku" ucap Vani
"Yang bener?" Tanya Kaituo terkejut. Ia langsung melepas jaketnya dan memeriksanya, "Ah.. gimana sih kamu jalannya"
'
Aku tanggung jawab!" Vani langsung merebut jaket itu, "Eh.. kok kemeja kalian samaan, cuma punya Ray panjang trus punyamu pendek, kalian beli bareng ya?"
"Semua bajuku cuma dibuat satu khusus buatku. Punya dia tuh yang plagiat, liat aja merknya pasti abal abal" ucap Kaituo
__ADS_1
"Abal abal katamu? Aku beli juga pakai uang!" ucap Ray
"Bagusan punya Ray" ucap Vani
"Pilih kasih" ucap Kaituo
"Seriusan" ucap Vani
"Seleramu rendah, terserah"
"Eh.. kalau gitu aku ke toilet dulu sekalian bersihin nodanya" ucap Vani
"Aku antar kamu" ucap Ray
"Kai benar, kalian tunggu di sekitar sini. Cari aja tempat duduk, aku ngga lama" ucap Vani. Ia langsung pergi dari tempat itu. Ray mencari sebuah kursi kosong dan duduk di sana. Kaituo mengikutinya dan duduk di kursi hadapannya. Mereka hanya terdiam dalam keadaan canggung
Sementara itu Vani sudah berada di dalam toilet wanita. Ia berdiri di depan cermin wastafel, ("Cara ngebersihin biar nodanya ilang gimana ya?") Batinnya bingung. Ia mengeluarkan handphonenya dan mencari cara yang efektif untuk menghilangkan noda melalui internet, "Oh.. direndam pake deterjen selama minimal satu jam, lama amat satu jam! Tapi ngga mungkin ada yang jual deterjen juga disini" ucapnya bingung. Pandangannya menjelajah dan ia mendapat sebuah solusi saat melihat sebotol sabun cuci tangan cair, "Hehe... Sama sama sabun kan?" Ucapnya senang. Ia mengganti penyaring wastafel dengan penyumbat dan memutar keran air untuk memenuhi wastafel itu. Setelah air yang terbendung dirasa cukup, ia merendam jaket Kaituo dan menuangkan sebotol sabun cuci tangan, "Yosh.. pasti nodanya cepet ilang kalau sabunnya banyak, tinggal tunggu satu jam" ucapnya senang
Di tempat Ray dan Kaituo menunggu, mereka masih terlihat diam seperti tidak memedulikan keberadaan masing-masing. Hingga, Kaituo sedikit melirik ke arah Ray dan memulai pembicaraan, "Hey.. kau sengaja ya tiru bajuku, dasar plagiat" ucap Kaituo
Ray membalas tatapannya, "Jelas jelas kau yang plagiat bajuku, jam berapa kau ganti baju?"
"Jam enam"
"Aku jam lima! Udah jelas kan siapa yang duluan?!"
__ADS_1
Kaituo merasa tidak terima, "Kau sengaja tanya duluan biar bisa bohong kan!!"
"Aku nggak bohong!" Ucap Ray ngegas
"Tcih! Kalau gitu kapan kau beli baju kw itu?! Bajuku udah lama, dibuat bulan lalu" ucap Kaituo
Ray sedikit menyeringai, "Hah.. asal kau tau ya, aku udah punya baju ini dari SMA"
"What??!! selama itu?! Apa kau segitu miskinnya sampai nggak mampu beli baju baru?!" Ucap Kaituo
"Kau sekolah kan? Apa menurutmu benar ngatain orang lain miskin?! Aku bukannya nggak mampu beli baju baru. Tapi keadaan baju ini masih bagus dan layak pakai. Daripada hamburin uang buat beli baju baru, mending dipake buat hal lain yang lebih penting"
"Aku nggak butuh ceramahmu!" ucap Kaituo sembari mengalihkan pandangannya
Ray menoleh ke arah Kaituo dengan rasa kesalnya, "Hey! Aku lebih tua darimu! Apa kau nggak punya rasa hormat sedikitpun ke orang yang lebih tua darimu?!"
"Itu berlaku buat orang lain, tapi nggak sama kau!" ucap Kaituo cuek
"Hah!! Dasar!" Ucap Ray sembari mengalihkan pandangannya. Mereka berdua kembali terdiam sibuk dengan urusan masing masing
Selang beberapa saat, pandangan orang orang yang melintas memperhatikan mereka membuat Ray merasa terganggu. Ia memikirkan orang orang yang melihatnya merasa aneh karena dua orang pria duduk bersama dengan baju yang sama pula. Ia kembali menoleh ke arah Kaituo, "Hey.. bisa nggak kau jangan duduk didepanku? Apa kau nggak keberatan orang-orang anggap kita pasangan gegara pakai baju couple?" Tanya Ray
Kaituo langsung bereaksi berdiri dari duduknya, "Gila kau!!" Ucapnya ngegas. Ia langsung pergi dan duduk di kursi lain yang berjarak dari kursi tempat Ray duduk
"Haha" Ray tertawa kecil melihat reaksi Kaituo, "Begini lebih baik"
__ADS_1