
"Eh? Kalian ngerasa aneh nggak?" Tanya Vani
"Aneh?" Agnes merasa bingung
"Nggak nggak, sekarang jam berapa?"
"Em.. jam dua belas kurang lima menit, kenapa?" Tanya Agnes yang masih bingung
"Hum.. baru jam segitu ya" Ucap Vani
"Kenapa? Jamnya kenapa?" Sambung Awani penasaran
"Kok rasanya kita di kantin udah sebulan lebih deh" Ucap Vani
"Apa apaan? Gajenya Vani. Istirahat baru dua puluh menit yang lalu juga" ucap Agnes
"Gatau kenapa, kayak ada yang kamvret ngerjain kita gitu"
"Hihh.. Vani jadi aneh gini" Ucap Awani
"Dahlah lupakan" Ucap Vani dengan ekspresi datar
Beberapa menit kemudian,
'tetttt... jam istirahat telah selesai, siswa siswi diharapkan kembali ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. break time has ended, students are expected to return to their respective classes to attend the next lesson... '
"Denger nggak?" Tanya Vani
"Apaan? Belnya?" Tanya balik Agnes
"Yoii, udah maju sekarang. Pakai bahasa asing" Ucap Vani
"Yee.. Kamunya aja yang kuno, dari dulu emang udah gitu" Ucap Agnes
"Ha? Masa?" Tanya Vani
"Ga percaya ya udah" Ucap Agnes
"Balik ke kelas?" Tanya Awani
"Skuy" Ucap Agnes. Mereka berempat pergi meninggalkan kantin dan berjalan kembali ke kelas masing masing
__ADS_1
Di tengah perjalanan, tepatnya di lorong gedung kelas XII. Mereka berempat berjalan berderet hingga memenuhi lorong kelas. Dari arah yang berlawanan terlihat dua orang laki laki dan tiga orang perempuan berjalan melawan arah mereka. Langkah mereka terhenti karena tidak ada yang mau mengalah untuk membuka jalan
"Minggir" Ucap Agnes
"Kamu yang minggir!" Ucap salah satu anak perempuan dihadapannya
"Minggir lah, apa susahnya si buka jalan?! Kalian jalan berlima deret gitu, menuh menuhin jalan tau!" Ucap Vani
"Hey! Ngaca dong, jalan kalian juga menuhin lorong!" Balas anak perempuan
Awani menoleh ke arah Vani di sampingnya dan membisikan sesuatu, 'Van, ini lorong bukan jalan'
'Sama aja kali!' bisik balik Vani
"Minggir aja kalian, biarin kita lewat" Ucap salah satu anak laki laki
"Kalian aja yang minggir!" Ucap Putri, "Anak kelas Mipa G ya? Haha"
"Owh kalian berempat pasti geng yang sok dari Mipa A ya?! Sayang banget, kabarnya di kelas dua belas ini kalian kepisah jadi dua kelas ya? Udah kepisah gitu, masih bisa belagu kalian?" Ucap salah satu anak perempuan
"Tentu aja, best friend nggak bakal pernah kepisah dong" Ucap Putri bangga
"Njirr mulutnya, pengen ku jahit pakai senar gitar. Ntar pas udah ke jahit cuma bisa ngeluarin suara jreng jreng jreng m*mpuss kau" Ancam Agnes geram
Vani memasang ekspresi datar dan menoleh ke arah Agnes, "Emang kamu bisa jahit?"
"Nggak si, ntar kan bisa bayar orang buat jahitin" Ucap Agnes
"Good job" Vani kembali menoleh ke arah lima orang di hadapannya, "Ngalah aja gih, kalian mundur. Udah bel juga, kalian nggak belajar? Nggak malu di kelas terendah?"
"Bodoamat sama belajar! Gini gini dulu aku selalu dapat pararel ke dua di SMP. Masuk sekolah elit ini, cuma jadi murid buangan di kelas G" Ucap Salah satu perempuan
"Mohon maaf, nggak nanya" Ucap Vani
"Salah kamu juga. Lulusan SMP yang bisa masuk sini cuma dua puluh lima persen yang di terima masuk setelah di seleksi berulang kali. Kalian harusnya bangga bisa masuk dan belajar lebih giat lagi biar nilai meningkat. Jangan cuman pasrah gitu! Emang nilai bagus nggak perlu belajar apa?!" Ucap Putri
Awani, Vani dan Agnes langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh ketakjuban, "Anjayy! Sejak kapan?!" Ucap Vani terkejut
"Waahh.. Daebak!" Sambung Awani
"Putri berkembang pesut.. Eh pesat" Sambung Agnes
__ADS_1
"Jangan gitu lah, jadi malu aku tu" Ucap Putri bangga
"Tcih.. Ngomong apaan si?! Minggir, kita mau lewat!" Ucap salah satu anak laki laki
"Heh? Dari tadi nggak denger? Telingamu normal kan?" Ucap Agnes
"Mungkin tuli" Ucap Awani, "Padahal tadi termaksud kesempatan langka loh, bisa denger kata kata bijak keluar dari mulut putri"
"Ga guna, minggir kalian!" Ucap salah satu anak laki laki
"Udah hukum alam kan? yang rendah menghormati yang lebih atas. Kalian yang minggir" Ucap Vani
"Belagu banget ya mentang menang dari Mipa A. Emang kalian siapa si?! Paling juga menang lotre trus hoki masuk kelas favorite" Ucap salah satu anak laki laki
"Ahahahahaaa, benar tuh benar" Sambung anak perempuan
"Kalian buta apa?! Dari tadi tanyain kita siapa kita siapa terus!" Ucap Vani
"Baru sekali Van" Ucap Agnes
"Rasanya udah berkali kali tau!" Ucap Vani. Ia kembali fokus pada kelima anak di hadapannya, "Kalian nggak bisa baca?! Kalian nggak bisa lihat?! Di badge name jelas jelas terpampang nama! Masih tanya siapa kita?!"
"Emm.. Van, badge name mu gaada" Ucap Agnes
Vani langsung menurunkan pandangannya dan mengecek seragamnya, "Owh, di tas tadi. Belum ku pakai"
"Haha\, murid dari Mipa A pelupa? T*lol. Udah sok ngeb*cot banyak\, salah lagi. Nggak malu?!" Saut salah satu anak laki laki
"Buat apa malu? Semua orang udah pernah ngalamin juga kan. Kalian tuh yang harusnya malu, dapet kelas G hahahaa" Ejek Vani
"Hey! Jaga ya mulutmu. Aku tahu kalian punya otak cerdas dan masuk kelas unggulan. Tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya ngerendahin orang orang di bawah kalian" Ucap anak perempuan
"Woy! Yang mulai duluan kalian!" Ucap Vani sembari mendorong pundak anak itu
"Hei, santai dong. Nggak usah main tangan!" Ucap anak itu sembari mendorong balik Vani
"Sendirinya juga gitu, ngaca dong!" Balas Vani sembari mendorong balik anak itu
"Gitu aja terus Van, ladenin teruss" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
'Buagg' Tiba tiba salah satu anak laki laki mendorong Vani dengan kencang hingga ia terjatuh ke lantai
__ADS_1