
"kalian semua kemana aja? Bukannya tadi kalian duluan yang masuk ke Villa, kok nggak kesini" Ucap Putri
"Kata siapa masuk duluan, kita baru sampai" Jawab Riry
"Ah maksudnya, sampai di kamar ini. Tadi sempet nyasar di lantai satu soalnya" Ucap Agnes
"Bohong. Kita nggak kelilingi lantai satu kok. Bukannya langsung naik lift ke lantai dua" Ucap Riry
Vani langsung mengalihkan topik pembicaraan, "Oh iya! Aw Put. Kita dah nemu tempatnya"
"Serius, bagus nggak?" Tanya Awani
"Jelas" Ucap Agnes
"Jelas ngga ada, area sini hutan semua njirr. Cuma ada cafe fasilitas villanya" Sambung Vani
"Nah, disitu aja kan bisa" Ucap Awani
"Rame pasti, nggak enak" Ucap Agnes
"Namanya cafe ya rame, sepi nggak laku" Ucap Awani
"Kuburan skuy, sepi" Ajak Vani
"Matanya" Ucap Agnes
Vani memperhatikan seisi ruangan. Ruangan yang mereka tepati cukup luas, namun terlihat kosong dan hanya ada kumpulan sofa di ujung ruangan dekat pintu masuk, "Kita jauh jauh kesini, tidur di lantai?"
"Iya, kan enak bisa guling guling dari ujung sana sampai sini" Ucap Awani
Vani memasang ekspresi datar
"Nes, pulang yok"
"Oke hati hati" ucap Awani
"Njirr"
"Aku sama Awani dah keliling ruangan ini. Di lemari besar itu ada kasur lipat banyak sama selimut juga. Trus di dalem sana ada empat kamar mandi, ada peralatan mandi juga. Tapi yang aneh, kok nggak ada kulkas disini" Jelas Putri
"Iya juga, biasanya kan di hotel ada kulkas trus isinya makanan banyak. Disini kok gaada, takut isinya abis di makan putri nih pasti" Ucap Awani
__ADS_1
"Ga gitu juga woy, Aku paling minta refill sebelum habis" Ucap Putri
"Njirr.. sama aja"
"Hmm.. aku tau kenapa disini nggak ada kulkas. Ntar kalau disini ada makanan, cafe di depan nggak laku dong" Ucap Agnes
"Pasti itu!" Ucap Vani penuh keyakinan
'drrtt..' Handphone Vani bergetar karena mendapatkan notifikasi chat baru. Ia segera mengambil dan mengecek isi chat tersebut
chatt
Unknown : "ketemuan di lantai bawah depan lift ujung"
"Wah!!" Ucap Vani terkejut
Ketiga temannya refleks langsung mendekat dan melihat layar handphone Vani. Mereka berempat saling menatap satu sama lain secara bergantian
"Siapa tuh?" Tanya Agnes penasaran
"Wah, ada yang ngajak Vani ketemuan nih" Sambung Awani
"Chat misterius, jangan jangan disini ada penjahat? Salah satu dari kita ada yang hilang nggak? Jangan bilang dia jadiin temen sekelas kita sandraan, trus chat aku sebagai ketua kelas, suruh dateng sendirian abis tu aku war sama mereka. Aku menang trus di sanjung banyak orang. Trus endingnya aku terpaksa putus sekolah trus diangkat sama presiden jadi pahlawan negara" Jelas Vani
"Kebanyakan nonton film ya gini, halu level max" Sambung Awani
Vani kembali fokus pada handphonenya dan membalas chat itu
chat
Vani. :" dpet no.ku drimn?"
unknown :"pak Azka"
"Wahh!" Ucap Vani
"Kenapa lagi?!" Tanya Agnes
"Penjahatnya kenal Pak Azka nih, dia dapet nomorku dari pak Azka. jangan bilang, sekarang pak Azka juga di sekap. trus penjahatnya minta nomor handphonenya secara paksa ke dia" Jelas Vani
"Oh.. kemungkinan dia todong pak Azka pakai pisau atau nggak pistol. trus pak Azka terpaksa deh kasih nomormu" Sambung Agnes
__ADS_1
"Pemikiranku juga gitu" Ucap Vani
"Nes, kenapa kamu ikutan halunya Vani sih" Ucap Putri
"iya woy.. pasti bukan penjahat kelas teri" Sambung Awani
Putri menoleh ke arah Awani, "kamu juga ngapain ikutan njirr. bisa aja itu penjahat profesional, semacam mafia gitu"
"Njirr.. ikut juga" Ucap Awani dengan tawa kecil
"Wah.. ceritanya makin menarik" Ucap Vani
'drrtt..' Obrolan mereka terhenti ketika layar handphone Vani kembali menyala dengan notifikasi satu chat baru. Vani membukanya dan ketiga temannya ikut memperhatikan
chat
Unknown: "cepatlah, tinggal kelas kita yang belum ambil snacks"
"Yah, gagal deh jadi pahlawan negara" Ucap Vani kecewa, "Gapapa deh, aku akan terus jadi diriku sendiri"
"Njirr.. Ga jelas banget human" Ucap Putri
"Wkwk.. ya udah, ku pergi ambil snacks bentar" Ucap Vani
"Hati hati Van ambil snakenya" Ucap Agnes
Vani merasa bingung dengan perkataan Agnes, "Ha? Emang kenapa?"
"Snake" Ucap Agnes sembari menaikkan alisnya
"Owh, snake. Sans aja, aku pawang snake" Ucap Vani
"Lah? Pawang snacks kan Putri. Dia paling banyak makan" Ucap Awani
"Aku pawang Snake bukan snacks" Ucap Vani
"Ha? Snacks bukan snacks gimana?" Tanya Awani bingung
"Ahahahaaa.. dah lah lupakan" Ucap Vani, "Aku pergi dulu, kelamaan kalau ngobrol terus" Ia membuka pintu dan melangkah keluar dari ruangan
"Apaan si gajelas Vani" Ucap Awani
__ADS_1
"kamu yang ga jelas jirr" Ucap Agnes