Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter58


__ADS_3

Selang beberapa menit, Riry masuk kedalam kamar dan bergabung dengan temannya. Ia mengobrol asik dengan temannya itu, hingga, "Ry, kamu makan apa? Kok mulutmu bau" Ucap temannya


"Hahh" ia menghembuskan nafasnya di tangan dan menciumnya, "Aku tadi makan bawang"


"Sana bersihin" Ucap temannya


"Iya deh, aku sikat gigi" Ucap Riry. Ia bangkit dari duduknya dan pergi menuju wastafel di depan cermin kamar mandi. Ia mengambil sikat gigi miliknya dan tanpa sengaja memilih pasta hijau untuk membersihkan giginya. Ketika mulai menyikat giginya dengan pasta wasabi itu, kesadarannya perlahan memudar dan ia jatuh pingsan di lantai


Sepuluh menit berlalu, namun Riry tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Temannya berinisiatif untuk mengeceknya secara langsung ke dalam kamar mandi, "Riry, sikat gigi lama banget" Ucapnya sembari membuka pintu. Ia terkejut hebat ketika melihat Riry terbaring tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi, "Hah? Riry?! Riry ada apa? Bangun Riry" Ia langsung mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang


'tutt..'


"Hallo Evano, Riry pingsan dikamar mandi" Ucapnya


'aku segera kesana!' Ucap Evano dari telepon


'tutt..' panggilan berakhir


"Riry, sadarlah" Ucap temannya yang terus mencoba menyadarkan Riry


Evano berlari dengan cepat menuju kamar itu, ia langsung menerobos masuk tanpa meminta izin, "Bagaimana dia?"


"Dia belum sadar" Ucap teman Riry


Evano melihat kemasan wasabi yang masih terbuka di atas wastafel, "Kenapa kasih dia wasabi! Aku akan bawa dia ke klinik" Ia langsung membopong Riry dan membawanya menuju Klinik fasilitas villa untuk mendapatkan perawatan

__ADS_1


Agnes yang masih berada di kamar merasa terheran dengan adegan singkat yang ia lihat beberapa saat lalu, "Barusan ada apa?" Tanyanya sembari melepas headphone dari telinganya. Anak anak lain berbondong-bondong keluar dari kamar dan mengantar Riry menuju Klinik. Agnes menahan salah satu dari mereka, "Woy.. ada apa ini?" Tanya Agnes


"Riry pingsan" Jawab anak itu


"Kenapa bisa?"


"Nggak tau, aku mau pergi liat" Ucap anak itu sembari berlari meninggalkan Agnes


"Pingsan aja di ikutin satu rt gitu" Ucap Agnes heran


Selang beberapa menit Vani kembali ke kamar, ia penasaran kemana perginya anak anak lain dan kenapa hanya tersisa Agnes seorang saja. Ia menghampiri Agnes dan duduk di sofa sampingnya, "Kamu usir mereka semua?" Tanya Vani


"Eh.. dah balik" Ucap Agnes sembari menonaktifkan handphonenya. Ia menyimpan handphonenya dan pandangannya terfokus pada Vani, "Kamu dah makan kan?"


"Udah.. kemana yang lain?"


"Njirr.. jadi tontonan. Eh.. kenapa kita nggak penggalangan dana aja" Ucap Vani


"Maksudnya?" Tanya Agnes bingung


"Kan Riry pingsan nih. Ntar kita bikin tarif buat yang mau liatin dia"


"Good idea" Ucap Agnes sambil tersenyum, "Tapi dah expired, mereka dah nonton duluan"


"Kurang gercep nih, kenapa kamu nggak bilang dari tadi"

__ADS_1


"Ya maaf"


"Gajelas ahaha" Ucap Vani


"Kamu tuh"


"Btw wasabi yang aku kasih tadi mana? Mereka ada yang cobain nggak? Aku mau kasih sisanya ke Putri" Ucap Vani


"Wasabi? Pasta gigi hijau itu ya" Ucap Agnes


"Ha? Pasta gigi?" Tanya Vani bingung, "Eh.. itu kek saus njirr"


Agnes terkejut hebat, "Seriusan?!"


"Iya, tapi pedesnya nyengat gitu"


"Kirain pasta gigi, kutaruh kamar mandi itunya" Ucap Agnes, "Hah?!" Ia langsung berdiri dari duduknya dan menatap tajam Vani, "Oy, Kenapa Riry bisa pingsan di kamar mandi?"


"Anjirr" Mereka berdua langsung berlari menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi, mereka bertatapan satu sama lain setelah melihat kemasan pasta Wasabi yang terbuka di atas wastafel


"Apa dia punya penyakit? kenapa dia pingsan gara gara kepedasan? Apa kita bakal kena masalah? Apa kita bakalan ditangkap polisi" Tanya Agnes


"Tenang Nes, tenang" Ucap Vani, "Aku yang tanggung, kamu diam aja disini"


"Tapi Van, nanti kamu..." Ucap Agnes terhenti, "Tenang aja.. kita teman, aku akan selalu lindungin kamu walaupun aku harus berkorban" Sambung Vani sambil tersenyum

__ADS_1


Agnes tersenyum kecil sembari menepuk bahu Vani, "Oke.. kamu yang bawa wasabinya, kamu yang tanggung. Jangan libatin aku. Toh kalau kamu kena masalah, kamu bisa minta kakakmu buat clear masalahnya kan. Semangat Vani, aku percaya kamu pasti bisa. Aku tunggu kabar baiknya" Ia melangkah melewati Vani dan keluar dari kamar mandi


"Aku kira hubungan kita spesial" Ucap Vani


__ADS_2