Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter182


__ADS_3

"DORR!!" teriak Vani, "Tapi boong, ahahahaha" tawanya senang


"Huh.. jangan sembarangan gitu!" ucap Belz lega


"Iya iya" ucap Vani, "Makasih ya Kak Belz baik"


"Iya. Tapi ingat, jangan dipakai buat iseng"


"Siap" ucap Vani. Ia kembali meletakkan kedua pistol listrik itu ke dalam koper dan menutupnya. Ia kembali duduk di sofa,"Oh ya Kak Belz, aku mau tanya sesuatu"


"Tanya aja" ucap Belz


"Menurut Kak Belz, Khakim sembunyiin sesuatu ngga? Ada yang mencurigakan dari dia? Ee.. misalnya, dia bilang mau ke kantor. Tapi ternyata gaada dikantor, trus dia malah pergi ke tempat lain. kak Belz tahu kerjaan khakim selain jadi pebisnis?"


"Ngaco kamu ya? Kim.. Maksudnya kakakmu, dua puluh empat jam di kantor. Mana mungkin dia punya kerjaan lain. Kamu tahu kan, perusahaan yang kakakmu kelola nggak cuma satu"


"Iya juga si" ucap Vani paham


"Kenapa kamu bisa kepikiran tanya begitu?" Tanya Belz


"Oh.. iseng aja sih. Akhir akhir ini aku lagi suka nonton film, karakter utamanya ceo. Tapi di belakang dia juga ketua mafia. siapa tau Khakim begitu, kan keren"


"Dasar, yang begituan cuma muncul di film"


"Ahahaha.. iya"


"Kalian ngobrolin apa?" Tanya Kim sembari berjalan menuju ruang tamu


"Selesai mandinya?" Tanya balik Vani


"Iya" ucap Kim sembari duduk bergabung di sofa. Ia menoleh ke arah Vani, "Ke kamar gih, istirahat. Besok kamu ujian kan?"


"Oh iya!" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia mengambil koper di atas meja, "Aku bawa ini, good night Khakim, kak Belz"


"Good night Vani, mimpi indah" ucap Belz


"Bye bye" Vani berlari kecil pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Belz dan Kim berbincang persoalan kerja mereka


Malam berlalu dengan cepat. Saat itu pukul 06.30, tepatnya di gedung kelas XII Academy B High School. Awani, Putri dan Agnes duduk terdiam di anak tangga terbawah. Mereka tampak menyesal datang terlalu pagi ke sekolah, "Gara gara Putri, suruh dateng jam segini mau ngapain sih?" Tanya Agnes

__ADS_1


"Kita mau ujian kan, apa salahnya berangkat pagi" jawab Putri


"Nggak jam segini juga kali, kirain ada masalah penting" ucap Awani lesu


"Ujian terakhir, setidaknya kita harus dapetin ranking tiga besar di kelas dan masuk ranking lima besar satu angkatan" ucap Putri bersemangat


"Yosh.. semangat" ucap Agnes


"Semangat" sambung Awani lesu, "Put, emang kamu belajar semalem?"


"Kemarin malem sih, pas tidur aku taruh buku di bawah bantal" ucap Putri, "Kemungkinan, semua materinya udah meresap ke otakku"


"Palakau meresap" ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Ga meyakinkan" ucap Awani


"Ahahaha.. aku cuma bercanda kali, biar kalian nggak lesu gitu. Aku udah belajar ngulang materi yang sama berkali kali sama guru lesku, pasti ez lah" ucap Putri senang


"Iya.. percaya" ucap Agnes, "Btw, kalian berdua masih mau lanjut diemin Vani?"


"Lanjut lah, kita bakal berhenti pas kasih surprise di hari ultah dia" ucap Putri


"Iya sih kasihan" ucap Putri murung


Agnes memalingkan wajahnya, 'padahal Vani fine fine aja tanpa kalian' gumamnya


"Apa Nes?" Tanya Putri


"Nggak ada" jawab Agnes


"Huh.. dari tadi ngobrol, waktunya cuma hilang lima menit" ucap Awani lesu


"Iya, aku mendadak tertular kemalesanmu" sambung Putri lesu


Agnes terkejut dan menoleh ke arah Putri, "Cepet amat!" Mereka bertiga kembali terdiam dalam kemalasan mereka. Hingga mereka melihat Azka berjalan melewati lorong depan mereka


'Fiuwit..' ucap Agnes


'Bstt.. bstt' sambung Awani

__ADS_1


'cowok..' sambung Putri


Azka mendengarnya dan menghentikan langkahnya. Ia melihat waktu di jam tangannya dan langsung menoleh ke arah mereka bertiga, "Rajin sekali kalian, jam segini udah di sekolah"


"Hey bro Azka" sapa Putri. Agnes dan Awani menoleh bersamaan ke arahnya


"Gaada akhlaknya njirr, manggil guru pakai nama" ucap Agnes


"Ahahaha" tawa Awani


"Aku berani manggil nama kan gegara hubungan kita udah deket, dia mau lamar kakakku" ucap Putri bangga


"Serius?!" Tanya Awani terkejut


"Iya kan bro Azka" ucap Putri sembari tersenyum


"Ekhem.. Putri, untuk kali ini bapak maafkan. Lain kali tetap panggil bapak, karena ini dilingkungan sekolah" ucap Azka


"Ada bapak bapak gaes" ucap Agnes


"Terserah kalian" ucap Azka, "Bapak buru buru, semoga ujian kalian sukses"


"Eh.. mau kemana pak?" Tanya Agnes


"Ke rumah Vani, bapak jadi pengawas ujian di hari pertamanya" jawab Azka


"Sampein salamku ke Vani" ucap Agnes


"Hm.. baiklah, nanti bapak sampaikan salam kalian bertiga ke Vani" ucap Azka sembari berbalik


"Kok bertiga sih! Aku sama Awani enggak ya!" Ucap Putri, "Bilangin punya Agnes aja!"


Azka terdiam sejenak, "Oh.. iya, cuma salamnya Agnes. Bapak duluan" Ia berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga


"Ahahaha.. pak Azka jadi bingung gitu" ucap Agnes sembari tertawa, "Perkara salam aja diributin"


"Kalau Vani dapet salam dari kita. Ntar dia ke gr-an lagi dikiranya kita udah baik ke dia, kan bisa gagal rencana kita selama ini" ucap Putri


"Ahahahaa.. iya iya, kamu paling benar" tawa Awani

__ADS_1


"cringe putri" sambung Agnes


__ADS_2