
"Bhaks ahahaha.. liat ekspresimu" tawa Vani senang. Kaituo menoleh ke arah Vani, "What the hell" ucapnya kaget. "Sini handphonemu!! Telpon orang itu sekarang!!" Sambungnya ngegas
'drtt.. drtt..' handphone Vani berdering
"Oh.. pas banget" ucap Vani sembari menunjukkan layar handphonenya yang memperlihatkan Darren sedang meneleponnya. Kaituo langsung merebut handphone Vani dan mengangkat panggilan telepon itu
'tut..'
'Van, kamu berbohong tentang..' ucap Darren terhenti, "Postingan konyol apa itu!! Kau gila?! Cepat suruh seseorang buat hapus semua postingan itu!" Saut Kaituo ngegas
'kenapa kamu berteriak padaku?! Seolah aku saja yang membuat postingan itu!!' balas Darren ngegas
"Bukan kau yang posting! Tapi kau yang buat mereka salah paham dengan tarik tanganku"
'aku hanya ingin menyelamatkanmu dari fans pengejar! Bukankah menggandeng tangan hanyalah hal yang wajar!'
"Iya, hal wajar. Otak fansmu yang nggak wajar!"
'jangan menghina mereka, tidak semua mereka begitu!' balas Darren dari telepon, 'kamu harusnya berterimakasih padaku karena sudah membuatmu terhidar dari para fans itu!' sambungnya
"Cuma kau yang mereka kejar!! Kau yang bikin aku terlibat!" Ucap Kaituo ngegas
"Cukup ngegas ngegasannya" ucap Vani sembari merebut handphonenya kembali dari Kaituo, "Hey! Aku belum selesai ngomong!" Ucap Kaituo ngegas
"Rileks Kai, tenang tenang" ucap Vani. Ia mendekatkan handphonenya ke telinga, "Maaf Darren, Kai kebawa emosi" ucapnya
'Vani!! Kamu berbohong tentang postingan kencan itu kan!' balas Darren kesal
__ADS_1
"Bohong dimananya? Postingan itu emang tentang kencan kan?" Tanya Vani
'iya kencan, tapi bukan tentang aku dan kamu'
"Emang kapan aku bilang postingan itu tentang kita?"
'you liar!' balas Darren
["Kamu penipu!"]
"Sorry" ucap Vani
'kenapa kamu meminta maaf?' ucap Darren yang tiba tiba merasa bersalah karena Vani meminta maaf, "Tadi kamu bilang aku pembohong, aku minta maaf" ucap Vani
'bukan begitu, aku hanya terbawa emosi. Aku tidak seharusnya memanggilmu pembohong, aku yang salah paham dengan kata katamu. Aku yang harusnya minta maaf, maafkan aku Vani' ucap Darren bersalah
'apa aku membuatmu bersedih?' Tanya balik Darren
"Ahaha.. mana ada" jawab Vani sembari tertawa kecil. Saat itu Kaituo merebut handphone Vani dan memutuskan panggilan telepon itu. Ia meletakkan handphone Vani di atas meja. Vani hanya diam dalam keterkejutannya menatap ke arah Kaituo, "Kenapa liat aku begitu?" Tanya Kaituo
"Kamu ngapain barusan?!" Tanya balik Vani
"Telponmu kelamaan! Kau nggak sadar lagi sama temanmu?!" Ucap Kaituo
Vani menoleh ke arah Caroline yang sedang asik menikmati makanannya. Caroline menelan makanan yang sedang dikunyahnya dan memasang senyuman, "ahaha.. it's okay, aku tidak keberatan kamu bertelepon dengan temanmu" ucapnya ramah
"Nggak bisa gitu dong! Ini pertemuanmu sama Vani, kau harusnya marah kalau Vani nggak ngobrol denganmu dan malah bertelepon dengan orang lain" Ucap Kaituo ngegas
__ADS_1
"Em.. it's okay Vani, aku tidak mempermasalahkannya" Balas Caroline kalem
"Hey! Nggak bisa gitu!" Ucap Kaituo maksa
"Kai! Cukup! Sensian amat jadi orang!" Ucap Vani ngegas
"Excuse me, please don't make a fuss here" ucap pelayan yang tiba tiba sudah berada di dekat meja mereka
["Permisi, tolong untuk tidak membuat keributan disini"]
"Ayo pulang!" Ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya
"Maaf Line, pertemuan kita cukup sampai sini aja" Ucap Vani
"Em.. okay, kita bisa ketemu lain waktu" Ucap Caroline
"Besok" Ucap Vani
"Besok?!" Tanya Caroline terkejut
"Ngga bisa?" Tanya balik Vani
Caroline sedikit melirik ke arah Kaituo yang masih terlihat begitu kesal, "Ah.. tentu bisa, kamu bisa hubungi aku lewat chat atau telepon nanti. Sepertinya kamu sudah harus pergi dari sini" ucapnya
"Oke Line, see you tomorrow" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya
"See you" balas Caroline. Vani dan Kaituo berjalan keluar dari restoran itu
__ADS_1