
'jadi.. apa yang mau kamu bicarakan?' tanya ayahnya Agnes
"Agnes minta maaf" ucap Agnes sembari menundukkan kepalanya
'ada apa? Bilang saja, papa nggak marah'
'iya ada apa nak?' sambung ibunya penasaran
"Kalian tahu kan, masalah Vani yang terlibat kasus pembunuhan" ucap Agnes
'iya.. ada apa? Apa hubungannya sama kamu?' ucap ibunya, 'jangan bilang kamu berteman lagi sama dia'
"Agnes bilang ini jujur. Sebenarnya.. Agnes suka sama cowok kuliahan semester dua, dia dari jurusan TI. Belakangan, ada cewek dari jurusan yang sama kayak dia, deketin dia. Dia juga tinggal di samping apartment nya. Agnes kan nggak suka lihatinnya. Agnes punya niat, mau samperin dia ke kampusnya trus kasih ancaman"
'apa yang kamu bicarakan?' ucap ibunya Agnes
'dengarkan dia dulu' ucap ayahnya
"Agnes bawa pisau, trus debat sama dia. Nggak tahu gimana, tapi di akhir, pisau itu nancap di perutnya. Agnes menyesal, takut, cemas banget pas itu. Tapi ada Vani yang susulin Agnes ke kampus. Dia lihat semuanya. Saat itu listrik mati, kamera cctv nggak bisa di akses. Vani langsung suruh Agnes pulang dan bilang semuanya akan baik baik aja. Tapi.. nyatanya, Vani di tangkep karena kejadian itu. Dia gantiin posisi Agnes buat tanggung akibatnya. Banyak berita jelek berdatangan ke dia. Sampai hari ini, dia akhirnya nggak di bolehin datang ke sekolah. Agnes merasa.. ini semua nggak benar"
'kamu bercanda kan?' ucap Ibunya Agnes
"Agnes serius" ucap Agnes
Ibunya Agnes terlihat begitu marah, namun juga sedih, 'DASAR B*DOH!! MAMA NGGAK PERNAH AJARIN KAMU BUNUH ORANG!'
'DIMANA LETAK PIKIRANMU! APA CUMA KARENA CEMBURU, KAMU BISA BUNUH ORANG?!'
"Maaf.. Agnes menyesal" ucap Agnes tertunduk
'APA KAMU SUDAH GILA?! 'APA KAMU NGGAK PIKIRKAN REPUTASI KELUARGA KITA?! BAGAIMANA KALAU VANI MENGATAKAN KEBENARANNYA DAN SEMUANYA TERBONGKAR KE PUBLIK?! MAMA NGGAK HABIS PIKIR PUNYA ANAK KAYAK KAMU!'
__ADS_1
"Maaf" ucap Agnes lirih
'Agnes.. Papa kecewa sama kamu' ucap ayahnya
Kedua mata Agnes mulai berlinang. Ia tidak bisa menahan kesedihan karena perkataan tajam yang dikeluarkan oleh kedua orang tua kandungnya sendiri, "Mama.. papa.. maafin Agnes"
("Katanya siap mental. Mewek juga kan akhirnya") batin Vani. Ia berdiri dari duduknya dan langsung duduk bergabung di samping Agnes, "Hallo om, tante" sapanya
Ibu dan Ayah Agnes terlihat begitu terkejut melihat kemunculan Vani
'nak Vani.. kamu disitu juga' ucap Ayahnya Agnes, 'kamu dengar semuanya?'
"Telingaku masih normal kok" ucap Vani sambil tersenyum
"Kenapa kamu kesini?" Ucap Agnes dengan ekspresi sedihnya
'Agnes benar benar keterlaluan!' ucap ibunya
"Sebenarnya, Agnes ngga nikam orang itu. Orang itu sendiri yang lari datengin Agnes trus pisau itu nancap ke perut dia" jelas Vani
"Iya" jawab Vani
'bisakah kamu tetap diam demi om dan tante, demi Agnes juga. bisakah kamu tahan sebentar lagi dan jangan pernah bicarakan kebenaran ini ke siapapun lagi! Tolong.. kamu bisa kan?'
"Tante tenang aja" ucap Vani
'bisakah kamu berjanji? besok tante akan kirim Agnes ke sekolah asrama perilaku di negara J sebagai hukuman!'
"Asrama perilaku?! Tapi sekolah itu sangat ketat. Gimana kalau mental Agnes ngga kuat?!" Ucap Vani. Agnes menepuk pundak Vani
"Agnes siap terima hukumannya" ucap Agnes. Vani menoleh ke arahnya
__ADS_1
"Jangan dong, sekolah asrama perilaku loh" ucap Vani. Agnes menggeleng gelengkan kepalanya
Vani kembali menoleh ke arah kamera karena teringat sesuatu, "Heh.. tadi tante bilang, besok?!"
'besok!' ucap Ibunya Agnes
"Agnes ngulang kelas dong" ucap Vani
'tidak masalah!' ucap ibunya
"Jangan lah.. tanggung amat, minggu depan kita udah ujian kelulusan. Vani janji ngga bongkar masalah ini.. tapi, tolong izinin Agnes lulus di sini. Agnes bisa langsung masuk perkuliahan asrama, ngga perlu ngulang sma nya kan?"
'baiklah.. kamu sudah berjanji ke tante. Jangan ingkari janjimu itu' ucap ibunya Agnes
"Janji!" Ucap Vani
'papa anggap masalah ini selesai. Semuanya berkat nak Vani. Terimakasih banyak nak Vani' ucap ayahnya Agnes
"Ngga perlu" ucap Vani
'kedepannya, jangan bahas masalah ini lagi' ucap ibunya Agnes
"Baik" ucap Vani
'kalau begitu, mama jemput kamu setelah ujian kelulusan' ucap ibunya Agnes
"Iya ma" ucap Agnes
'papa sama mama harus pergi cek ke restoran. Jaga diri kalian' ucap ayahnya Agnes
"Yosh" ucap Vani
__ADS_1
'sampai jumpa' ucap ayahnya Agnes. Vani tersenyum melambaikan tangannya dan langsung mengakhiri panggilan video itu
"Hahhh.. selesai juga" ucap Vani lega