
"Hahhh.." Kaituo menghela nafas panjang saat melihat ke arah water jug yang berada di atas meja samping ranjang tempat Vani tertidur. Ia tidak yakin bisa berjalan sejauh itu dengan keadaan salah satu tulang kakinya yang patah. Ia kembali menoleh ke arah Darren, "Hey, Darren, bangun hey" panggilnya. Namun Darren tertidur dengan lelap sehingga tidak bisa dibangunkan sama sekali
"Hahhhhh" Kaituo kembali menghela nafasnya dengan panjang. Ia bangkit dari tidurnya dan mencoba berdiri dengan menumpu berat badannya di kedua tangannya yang menekan sofa. Tangannya bergetar rapuh karena kondisi tubuhnya yang lemah, perlahan Ia melepas salah satu tangannya, 'akh.. ah..' Ia langsung terjatuh ke lantai saat mencoba menumpu berat badannya dengan kaki. Rasa nyeri yang sangat hebat mulai terasa di kedua kakinya, wajahnya menjadi pucat dan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, "Akh.. s*al, sakit.. akh.." rintihnya kesakitan
Di saat yang bersamaan, Kim yang baru saja datang melihat Kaituo tergeletak di lantai samping sofa, "Kaituo!" Serunya panik. Ia langsung berlari menghampirinya dan meletakkan semua barang bawaannya di atas meja, Ia menghampiri Kaituo dan langsung mengangkatnya ke atas sofa. Ia membaringkan Kaituo dengan penuh perhatian. Nafas Kaituo terasa berat karena rasa nyeri yang masih terasa sakit, 'kau.. lama sekali' ucapnya lirih
"Bodoh!! Gimana kau bisa jatuh begitu?!" Tanya Kim ngegas. Kaituo menoleh ke arah Kim dengan wajah pucatnya, "Kim.. minum" ucapnya lemah
"minum" Ucap Kim sembari mencari water jug di ruangan itu. Ia menemukannya dan langsung menghampirinya untuk mengambilnya. Ia menuangkan air ke gelas dan membantu Kaituo duduk untuk meminumnya
'hahh..' Kaituo menghela nafas sembari melihat Vani dan Darren secara bergantian, "Bisa bisanya mereka masih tidur setelah aku menderita begini" ucapnya kesal
"Gimana kakimu? Perlu kakak panggilin dokter?" Tanya Kim
"Nggak usah udah mendingan" Jawab Kaituo
"Kau tadi jatuh gara gara mau ambil minum? Kenapa nggak bangunin temenmu itu?" Tanya Kim
"Kau liat sendiri kan? Mereka nggak bangun setelah aku teriak teriak" Ucap Kaituo, "Kau sendiri kenapa balik kesini?" Sambungnya
"Hp kalian berdua mati kan? Kakak bawa hp baru buat komunikasi sementara. Kalau nggak suka, nanti beli lagi yang lebih bagus setelah kembali ke negara B" Jelas Kim
"Hpku rusak, punya Vani lowbat" Ucap Kaituo
__ADS_1
"Kenapa kau biarin Vani tidur diranjangmu?! Kakimu nggak boleh sembarangan ditempatin ke sofa begini" Ucap Kim
"Aku dari toilet, pas balik dia udah tidur di situ. Nggak mungkin ku bangunin" Ucap Kaituo
"Hahh.. dasar, hati hati lain kali" Ucap Kim sembari mengacak acak rambut Kaituo, "kakak akan minta seseorang siapin ranjang baru buatmu" Sambungnya sembari berjalan menuju pintu ruangan itu
"Satu lagi buat dia" Ucap Kaituo
"Oke, kau jangan gerak sedikit pun dari tempatmu sebelum kakak balik kesini" Ucap Kim sembari keluar dari ruangan itu
"Terserah aku" Ucap Kaituo
Beberapa saat kemudian, Kim kembali ke ruangan itu. Ia membuka pintu ruangan Kaituo dengan lebar, "Don't make a sound" Ucapnya tegas. Beberapa perawat yang mendorong ranjang pasien mengangguk paham dan sebisa mungkin mendorong ranjang itu tanpa bersuara masuk ke dalam ruangan
["Jangan bersuara"]
"Hah?! Kau bilang biar nggak gerak, ku turutin malah ngejek gitu!" Ucap Kaituo ngegas
"Nggak baik marah marah" Ucap Kim. Ia menoleh ke arah salah satu perawat, "Can you pick him up and move him to the bed?" Ucapnya
["Bisakah kau angkat dia dan pindahkan ke ranjang?"]
"Yes sir" Ucap salah satu perawat. Ia mengangkat Darren yang sedang tertidur dan memindahkannya ke ranjang, Kim mendekati Kaituo dan membopongnya, "Wah.. Kau berat juga" Ucap Kim bertenaga
__ADS_1
"Ngapain kau gendong aku begini! Kek cewek aja! Turunin Kim!" Berontak Kaituo
"Jangan banyak gerak, kau berat!" Ucap Kim
"Malu maluin! Turunin nggak!"
"Mau ku lepas?" Tawar Kim sembari tersenyum
"Ya.. jangan!" Ucap Kaituo sembari mempererat pegangannya pada pundak Kim. Kim menggendong Kaituo ke ranjang dan membaringkannya
"Fiuhh.. Nggak nyangka kakak hari ini bisa gendong Vani sama kau" Ucap Kim senang, "Kau harus diet, terakhir kali kakak gendong kau pas tk nggak seberat itu" Sambungnya
"Minta ditonjok ni orang" Geram Kaituo kesal
"Ahahahaha.. Puasnya" Tawa Kim senang
"Kim, kau besok ikut ke negara B kan?" Tanya Kaituo
"Kenapa? Masih kangen sama kakak? bukannya beberapa hari lalu kakak baru kesana" Goda Kim
"Ogah aku! Kalau kau besok nggak ikut seenggaknya dateng pas Vani ultah, kau ingat tanggalnya kan?" Ucap Kaituo
"Tenang aja, masih beberapa minggu lagi. tanggal lahirmu juga kakak hapal kok" Ucap Kim sembari tersenyum, "Apa kau tau yang dia suka akhir akhir ini?" Sambungnya
__ADS_1
"Dia suka cowoknya" ucap Kaituo
"Ah, si Ray itu ya" Ucap Kim. Ia menepuk salah satu pundak Kaituo, "Jangan sedih gitu, kakak juga ngerasain hal yang sama denganmu. Sepertinya Vani lebih besar menyukai anak itu daripada kakak" sambungnya sedih