
"mau sampe kapan kita berdiri di depan garasi gini?" Tanya Vani
"Ini hari libur, ayo main di bawah" ajak Kim
"Kita adu pingpong" ucap Kaituo
"Ayo! Siapa takut!" Ucap Kim bersemangat
"Kalian duluan, aku ganti baju bentar" ucap Vani
"Oke, jangan lama lama" ucap Kaituo. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Vani pergi ke kamarnya dan Kaituo bersama Kim ikut di belakangnya
Di dalam kamar, "Kenapa ngikut aku kesini?!" Tanya Vani
"Kita mau pakai lift kamarmu" ucap Kaituo
"Iya" sambung Kim mengangguk
"Lift ke bawah banyak, kenapa harus kamarku sih?!" Tanya Vani
"Sekalian antar kamu ke kamar, siapa tau kamu nggak berani" ucap Kim
"Di rumah sendiri astaga" ucap Vani, "Udah buruan turun, aku mau ganti baju. Oh ya, jangan naik lagi kalau udah turun. Kemungkinan aku lagi ganti baju"
"Gapapa dong" ucap Kaituo sambil tersenyum
'bugg' Kim menepuk punggung Kaituo dengan keras dan merangkulnya dengan erat, "Tenang aja, kakak jagain kamu!" Ucapnya mengancam
"Sakit gila! Becanda doang kali. Serius amat" ucap Kaituo kesakitan
"Sukurin tuh" ucap Vani senang
"Ayo turun" ajak Kim. Kaituo dan Kim berjalan masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai lift yang ada di sana agar bisa turun ke lantai bawah
Vani masuk ke dalam ruang ganti dan memastikan mereka berdua sudah turun ke bawah. Ia melepas seragamnya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, Vani masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah untuk menyusul Kim dan Kaituo. Ia berjalan menghampiri meja tenis. Melihat kedatangan Vani, Kaituo langsung memberikan bet yang ia bawa pada Vani, "Kamu vs Kim, pertama" ucap Kaituo
__ADS_1
"Okey, siapa takut" ucap Vani
Kim memulai pertandingan,
dalam beberapa kali serangan, dengan mudah Kim memberikan serangan telak pada Vani yang tidak bisa sama sekali menyerang balik kepadanya. Hingga pertandingan satu set dimenangkan oleh Kim dengan poin akhir 11: 00
Vani membanting bet yang ia pegang, "Game rusak!" Ucapnya kesal
"kalah kok marah" ucap Kim
"Game? Kamu aja yang b*doh" ucap Kaituo. Ia mengambil bet yang terjatuh ke lantai dan menggantikan posisi Vani, "Minggir, pro player mau main. Amati dan resapi" ucapnya bangga
Vani menyeringai, "Hah.. coba aja kalau bisa, paling lebih b*go ngga tuh!"
Kim kembali memulai pertandingan,
Kaituo terlihat bisa menyerang balik serangan dari Kim. Mereka berdua terus saling menyerang tanpa adanya kelengahan satu pun. Hingga setengah jam Vani memantau, poin mereka masih seimbang 00 : 00
"Woy, kapan selesainya kalau gini?!" Tanya Vani
"Dikacangin lagi" ucap Vani kesal
"Oh!" Ia mendapatkan sebuah ide dan langsung berdiri dari duduknya, 'Aku pergi yaa, semangat mainnya!' ucapnya lirih. Ia mengendap endap menghampiri lift dan naik ke lantai atas
"Ahihihihihi.." Ia langsung berlari keluar dari rumahnya dan menghampiri garasi, "Eh.. tapi kalau bawa mobil, Khakim pasti marah. Jangan deh, kan ada taxi"
Vani memesan jasa taxi online melalui handphonenya. Setelah menunggu beberapa menit, taxi itu datang tepat di depan rumahnya. Ia masuk ke dalam taxi dan memberitahukan lokasi tujuannya kepada sopir taxi. Taxi itu pun melaju menuju ke tempat tujuan. Sesampainya di jalanan samping gang masuk ke apartemen Jack. Vani membayar ongkos taxi dan keluar dari taxi. Ia segera pergi menuju apartemen dan naik menuju kamar milik Jack. Di depan kamar apartemen Jack, Vani mengetuk pintu dengan pelan
'tok.. tok.. tok'
"Jack ada tamu, katamu ngga boleh terobos kan" ucapnya
Namun beberapa menit menunggu, tidak ada yang memberikan respons. Ia kembali mengetuk pintu dengan ketukan lebih kencang
'tokk.. tokk.. tokkk!'
__ADS_1
"Woy Jack, budek apa?! Bukain pintu woyy!" serunya
Pintu kamar apartemen Jack masih saja tidak terbuka. Ia membuka telapak tangannya dan bersiap untuk menggedor-gedor pintu
'brakkk.. brakk.. brak.. brakk.. brakk'
"FBI, OPEN THE DOOR!!" teriak Vani
"WOY!!!"
'brakkk.. brakk.. brak.. brakk.. brakk.. brakkk.. brakk.. brak.. brakk.. brakk' Ia terus-menerus menggedor-gedor pintu hingga ia terhenti karena telapak tangannya terasa panas
"Aaa.. sakit tanganku"
'cklekk'
'srakk' Suara pintu terbuka terdengar di telinga Vani. Namun saat itu pintu kamar apartemen Jack masih tertutup rapat, ia mengalihkan pandangannya ke pintu apartemen tetangga kamar Jack. Adira terlihat menampakkan diri dari balik pintu dan menoleh ke arah Vani. Ia tersenyum dan menghampirinya, "Ternyata kamu yang dari tadi berisik"
"Oh iya! Ee.. kamu udah nonton filmnya? Mau bareng aku ngga?" Tanya Vani
"Film? Oh yang kemarin?" Tanya balik Adira
"Yoi"
"Aku udah nonton kemarin. Kan kemarin itu batas terakhir film itu tayang di bioskop, jadi aku dateng sendiri, trus langsung pesen tiket di bioskopnya" ucap Adira
"Iyakah? Berarti udah ngga tayang lagi dong" ucap Vani
"Iya kamu telat sih, aku aja kemarin dadakan gara gara pas lihat di website"
"Yah... Sayang banget"
"Kamu bisa beli filmnya, trus nonton di rumah. Oh ya, kemarin tuh aku ketemu Jack sama temen ceweknya. Kan gara gara datang sendiri, aku minta kursinya acak aja. Gatau kenapa aku malah di tempatin duduk di samping kursinya Jack, ga nyangka banget bisa ketemu orang yang di kenal. Akhirnya aku nggak sendiri karena gabung sama mereka" jelas Adira
"Eeee.. bisa kebetulan gitu. Bagus dong, kamu jadi ngga sendiri" ucap Vani, ("Berarti dia ngga sengaja kan dateng ke bioskop? Apa dia ngarang cerita ini?") Batinnya penasaran
__ADS_1