
Saat Kaituo masuk ke dalam rumah, Ia melihat Vani berada di ruang makan dengan dua mangkuk kosong di hadapannya. Kaituo berjalan menghampirinya dan duduk di kursi sebelahnya, "Ini punyaku cuma satu porsi!" ucap Kaituo sembari merebut plastik bakso dari Vani
Vani sedikit terkejut dan menoleh ke arahnya, "Kita ngga berbagi?"
"Berbagi kau bilang? Jauh jauh aku ngejar tukang bakso, hampir di ujung kompleks tau!" ucap Kaituo
"oh ya, kok kamu tumben sih beli bakso gerobakan? nggak mungkin masalah uang yang kamu jelasin tadi kan?" ucap Vani
"enggak lah, terserah aku mau beli apa! lagian terpaksa gara gara aku udah bilang ke bibi buat nggak masak makan malam, karena cuma ada aku di rumah"
"Jack kemana? dia blom pulang?" Tanya Vani
"Dia nggak bilang ke kamu? Dia tinggal di asrama kampus sebulan ke depan buat ngerjain tugas proyek" jawab Kaituo
"Dih.. kok aku ngga dikasih tau langsung" ucap Vani
"Pacaran mulu sih"
"Hmm.. jahat, kalau gitu baksonya buat aku, laper banget" ucap Vani
"Kenapa jadi baksoku sasarannya? Emang pacarmu ngga kasih makan malam sebelum pulang?" Ucap Kaituo
Vani memalingkan pandangannya, "Eee.. dia ngajak kok, cuma aku nolak"
__ADS_1
"Kalau nolak, terus ngapain sekarang palak baksoku"
Vani tiba tiba memasang ekspresi murung, "Ya udah, gapapa"
Melihat ekspresi Vani, Kaituo merasa sedikit bersalah, ("Tumben dia nggak maksa mintanya") batinnya. Ia meletakkan kembali plastik bakso itu di meja depan Vani, "Ambil aja, aku udah nggak mood makan"
"Serius?!" Ucap Vani senang, ("Aku tau! pasti mempan kalau pura pura sedih") sambung batinnya
"Barusan kamu cuma pura pura kan?!" Ucap Kaituo tersadar
"Hehe"
"Dasar" ucap Kaituo. Ia melangkah pergi meninggalkan ruang makan
Kaituo menghentikan langkahnya dan berbalik, "Apa lagi?"
"Sini makan bareng! Udah aku bagi setengah setengah!" Ucap Vani sambil tersenyum
Kaituo tersenyum kecil mendengarnya. ia merasa senang karena Vani mau berbagi makanan dengannya, "Ya udah kalau maksa!" Ia kembali ke ruang makan dan duduk di kursi sebelumnya
"Udah lama kita nggak bagi makanan begini" ucap Kaituo sembari tersenyum
"iya, kamu benar. Nih punyamu" ucap Vani sembari menggeser semangkuk bakso ke hadapan Kaituo. Senyuman di wajah Kaituo memudar seketika saat ia melihat perbandingan isi mangkuk baksonya dan isi mangkuk bakso Vani yang tidak seimbang, "Apaan!! Katamu setengah! Punyaku cuma seperempat porsinya!" Ucapnya kesal
__ADS_1
"Itu dah pas, aku dah ukur" ucap Vani
"Ukur dari mananya?! Anak kecil aja pasti tau kalau perbandingannya nggak adil begini" ucap Kaituo
"Berisik banget kamu. Udah dikasih juga, bukannya bersyukur" ucap Vani
"APAA?!" Kaituo terlihat menahan emosinya dengan gertakan gigi dan kepalan tangan, "Hahhh.. untung cewek!" Ucapnya mengalah
"Puft.. ahahaha, bukan itu.. Harusnya kamu bilang, untung yang punya rumah"
"Kamu lebih ngeselin dari Kim!"
"Bawa bawa Khakim segala, mau ngadu ya?"
"Aku tinggal pulang ke negara A, nangis kau nggak ada temen"
"Jangan gitu lah, bercanda. aku tuker sama mangkuk punyaku ya" ucap Vani
"Gitu dong dari tadi" ucap Kaituo senang
Vani menuangkan semua isi di mangkuknya ke mangkuk Kaituo. Kemudian ia menukar mangkuknya yang kosong dengan mangkuk Kaituo yang penuh, "Tuh mangkukku" ucap Vani
Kaituo terdiam membeku, "Dahlah terserah" Ia berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Vani tanpa berkata apapun
__ADS_1
"ahahahaaa.. ngambek dong" tawa Vani senang