
"masuk ke kamarmu, main game atau apa lah. Yang penting jangan berisik, kakak mau tidur lagi" Ucap Kim sembari berjalan masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya untuk kembali beristirahat. Vani dan Kaituo hanya terdiam tanpa melakukan pergerakan apa pun, "Kamu nggak berpikir buat keluar pake mobil itu kan? Kamu tau kan kalau kamu belum kenal daerah sini?" Tanya Kaituo
"Engga.. aku cuma manasin mobil tadi" Jawab Vani
"Hmm.. bagus lah kalau kamu paham" Ucap Kaituo
"Tapi idemu bagus juga" ucap Vani, "mau ikut keliling kompleks ngga? Sekalian cari makanan buat sarapan nanti" ajaknya
"Boleh" ucap Kaituo mengangguk, "kalau gitu tunggu bentar, aku ambil uang cash" sambungnya
"Oke" ucap Vani
Beberapa saat kemudian, Kaituo kembali dan menunjukkan beberapa lembar uang cash pada Vani, "segini cukup?" Tanyanya
"Lebih sih itu" Ucap Vani
"Kamu yang bawa mobil kan?" Tanya Kaituo
"Iya iya, cepet masuk" Ucap Vani. Kaituo menurutinya dan masuk ke dalam mobil. Setelah menggunakan sabuk pengaman, Vani mulai melajukan mobilnya keluar dari rumah itu. Ia langsung pergi menuju jalan besar
"Katanya keliling kompleks" Ucap Kaituo
"Cari sarapan dulu" Ucap Vani
"Masih gelap gini sarapan"
"Kan cari restonya dulu"
__ADS_1
"Hmm"
Setelah berbelok di beberapa tikungan, Vani melihat restaurant yang sudah buka. Ia memperlambat laju mobilnya, "kesitu Kai?" Tawarnya
"Jangan, kecil tempatnya. Kualitas bahannya rendah pasti, cari yang lain" ucap Kaituo
"Okeoke" ucap Vani menurut. Ia kembali melajukan mobilnya
Matahari mulai memancarkan sinarnya, namun mereka berdua masih belum juga menemukan restoran yang sesuai, "Udah terang nih, kita udah lewatin empat resto loh. Yang selanjutnya harus deal ya" ucap Vani
"Iya iya" ucap Kaituo
Beberapa saat kemudian, mereka menemukan restoran dan Vani segera memarkirkan mobil itu di parkiran depan restoran, "Kamu yang masuk, aku tunggu sini" Ucap Vani
"Mau apa?" Tanya Kaituo
"Oke" Ucap Kaituo. Ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran untuk memesan makanan
Saat Kaituo kembali, ia membawa tote bag yang berisi makanan dan satu cup ice cream bersamanya. Ia masuk ke dalam mobil dan meletakkan tote bag itu di kursi belakang
"Uangnya pas, sisanya ku beliin ice cream ini" Ucap Kaituo
"Hum.. pagi pagi makan ice cream" ucap Vani
"katanya enak, ice cream import" Ucap Kaituo. Ia menyendok ice cream dan mengarahkannya pada Vani, "Cobain gih" ucapnya, Vani memakan ice cream itu, "hum.. rasanya familiar" ucapnya sembari mencoba mengingat
"Ahaha.. ini import dari negara B, yang biasanya kita makan" ucap Kaituo dengan tawa kecil
__ADS_1
"Njirr.. jauh jauh ke negara C, belinya produk lokal" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Mau lagi?" Tawar Kaituo
"Ngga, makasih" Ucap Vani. Ia menyalakan mobilnya dan melajukan mobil itu pergi dari restoran
Beberapa saat mengemudi, Vani melupakan belokan mana saja yang harus diambil untuk kembali ke rumah Kim. Ia menoleh ke arah Kaituo, "Kai, tadi belok mana?" Tanya Vani
"Hmm" Kaituo menaikkan pandangannya dan memperhatikan belokan di depannya, "kanan" ucapnya
"Trus?"
"Kanan lagi" Ucap Kaituo. Ia memandu Vani untuk mengambil belokan mana saja yang harus di ambil untuk kembali ke rumah Kim
Dua jam lebih berkendara, mereka belum juga sampai di rumah. Vani mulai merasa kesal dan langsung menghentikan mobilnya di pinggiran jalan, "Kamu serius ngga sih?! Kok ngga sampe sampe?!" Ucap Vani kesal
"Aku cuma asal nebak" Ucap Kaituo
"Anjirr kau ya!" Ucap Vani ngegas
"Ahaha.. kan kamu bisa pake gps" Ucap Kaituo
"Oh iya! Kenapa ngga kepikiran!" Ucap Vani lega. Ia menyalakan gps di mobilnya, namun saat itu gps masih dalam keadaan baru dan belum pernah digunakan. Tidak ada unduhan maps untuk perjalanan offline
"Coba tethering Kai, buat download mapsnya" Ucap Vani
"Aku nggak bawa hp, pakai punyamu aja" Ucap Kaituo. Vani terdiam dalam keterkejutannya, "Kamu nggak bawa juga?" Tanya Kaituo
__ADS_1
"Engga, hpnya ku lempar ke kasur tadi pagi" Jawab Vani