Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter198


__ADS_3

"oh ya, satu lagi Van" ucap Ray


"Apa lagi? Kalung?" Tanya Vani


"Bukan hadiah, aku mau bilang sesuatu ke kamu" ucap Ray


"Yah kirain"


"Kamu mau kalung?"


"Ngga ngga ngga. Ada apa Ray?" Tanya Vani


"Satu bulan ke depan, kita nggak bisa ketemu dan mungkin aku nggak bakal bisa dihubungin" ucap Ray


Vani terlihat terkejut mendengarnya, "Kenapa?!"


Ray tersenyum kecil dan mengusap lembut rambut Vani, "Jangan kaget gitu dong"


Vani menepis tangan Ray, "Kamu kenapa? Kamu ngga mau ketemu aku?!"


"Bukan gitu. Em.. kampusku ada kegiatan magang dan mungkin handphone akan disita supaya kita fokus ke magangnya"


"Yah.. kok gitu sih" ucap Vani kecewa, "Kalau aku samperin kamu gimana?"


"Jangan jangan, kalau kamu datang aku jadi nggak fokus. Kalau nilaiku turun gimana?"


"Hmm.. iya sih" ucap Vani paham


"Kamu nggak sedih?" Tanya Ray


"Cuma satu bulan, ngga masalah" ucap Vani, "Kamu semangat ya magangnya"


"Hum.. kayaknya aku yang bakalan kangen sama kamu" ucap Ray sedih


"Jangan sedih gitu dong, kan cuma pergi sebulan" ucap Vani. Ia langsung memeluk Ray dengan erat, "Kalau aku percepat tanggal di handphone, kamu bisa langsung pulang?"


"Nggak bisa begitu dong" ucap Ray dengan tawa kecil


"Yahh"


Mereka berdua berpelukan cukup lama, hingga..

__ADS_1


'tin.. tin..' Vani terkejut dan langsung melepaskan pelukannya. Mereka sebelumnya tidak menyadari kedatangan taxi yang berada tepat di jalanan samping mereka. Sopir taxi tersenyum kecil menyapa mereka, "Atas nama Ray ya?"


"Oh iya, saya sendiri" ucap Ray


"Maaf ya ngagetin sebelumnya hehe" ucap sopir taxi


"Iya ngga papa" ucap Vani


"Ya udah Van, kamu pulang gih" ucap Ray


"Heh? Aku?" Tanya Vani, "Trus kamu?"


"Aku nggak bisa anter kamu sampai rumah, aku ada urusan sebentar di daerah sini" ucap Ray


"Nanti kamu pulangnya gimana?"


"Nanti aku order taxi lagi"


"Oh, ya udah kamu hati hati" ucap Vani


"Iya, kamu juga hati hati ya" ucap Ray


Vani mengangguk kecil, Ia segera masuk ke dalam taxi. Di dalam taxi, ia membuka jendela dan melambaikan tangannya pada Ray, "Bye bye"


"Ke perumahan jalan sasageyou kan?" Tanya sopir taxi


"Iya pak" ucap Vani


"Baiklah" Taxi itu segera melaju pergi meninggalkan Ray seorang diri


Di sepanjang perjalanan, Vani hanya terdiam sembari menatap dan memainkan tali gelang di tangannya, ("Seru juga punya pacar") batinnya senang


Hingga tak terasa, taxi itu sampai di depan rumah Vani, "Kak, sudah sampai" ucap sopir taxi


"Eh? Sampai?" Ucap Vani terkejut. Ia langsung melihat lingkungan sekitarnya, "Oh iya bener, makasih ya pak"


"Iya sama sama" ucap sopir taxi


Vani membuka pintu dan segera keluar dari taxi, "Eh.. kak, belum bayar" ucap sopir taxi


"Heh? Belum bayar?" Tanya Vani sembari menoleh ke arah sopir taxi, "Sebelumnya ngga dibayarin sama Ray?"

__ADS_1


"Enggak kak, kakak yang tadi cuma pesan taxinya sama kasih tahu alamat tujuan" ucap sopir taxi


"Lah kok" ucap Vani heran


"Van, baru balik jam segini?" Ucap seseorang dari jarak yang tidak jauh dari Vani. Vani langsung mengenali suara itu dan menoleh ke arah orang itu, "Wih Kai! Dari mana? Kok bawa kresek hitam gitu"


"Habis ngejar kang bakso" ucap Kaituo


"Kamu beli bakso gerobakan? Tumben amat"


"Nggak boleh?"


"Boleh boleh aja sih. cuma, tadi siang makan abis dua puluh juta lebih trus malemnya ngejar kang bakso yang harganya cuma dua puluh ribuan, uangmu abis Kai?" ucap Vani


"itu tau!"


"ga percaya uangmu abis, eh.. tapi kan yang bayar Ray tadi"


"yaa aku abisin uang sama temenku lah. ntar mau jelasin apa ke ibunda kalau ngeluarin uang kebanyakan dalam sehari"


"terserah.. eh sini deh"


"Apaan?" Tanya kaituo sembari berjalan mendekat ke Vani


"Mana baksonya, aku juga mau" ucap Vani sembari merebut kresek hitam ditangan Kaituo


"Hey, cuma seporsi tau!" ucap Kaituo


"Ya udah aku bawain ke dalem" ucap Vani


"Tumben baik" ucap Kaituo


"Pak, dia yang bayar ya!!" Ucap Vani. Ia langsung berlari dengan cepat masuk ke dalam rumahnya, "Hey! S*alan!" Seru Kaituo


"Kak, ongkos taxinya dua ratus ribu" ucap sopir taxi


"Huhhh.." Kaituo menghembuskan nafas kepasrahannya. Ia membuka dompetnya dan membayarkan ongkos taxi


"Makasih kak" ucap sopir taxi sembari tersenyum


"Sama sama" ucap Kaituo

__ADS_1


"Mari" ucap sopir taxi. Ia melajukan taxinya pergi dari tempat itu


"Hmm"


__ADS_2