
"ahaha.. sepertinya guru saya sedang sibuk menceramahi murid bandel di sekolahan" ucap Vani dengan tawa kecil
Ia mengirim chat pada Azka
Di chat,
Vani : 'kpncet, maap:>'
"Begitu ya, banyak juga ya anak yang bandel zaman sekarang. Oh ya, mau kemana kita?" Tanya sopir taxi
"Bentar pak, saya tanya dimana lokasi anak itu" ucap Vani
Vani sedikit melirik ke arah sopir taxi, "Eh.. jadi, alasan saya pesan taxi itu, anak yang kakinya sakit ini udah nyerah lari terus nyerahin diri. Saya yang disuruh jemput dan antar dia ke rumahnya"
"Iya iya, lanjutkan saja. Saya sudah percaya dan tidak akan menanyakan apapun lagi. Adek ini anggota osis yang baik ya, rela ninggalin pelajaran demi kejar anak bandel" ucap sopir taxi
"Ahahaha.. rasanya nggak pantas dipuji begini" ucap Vani senang. Ia menghubungi Evano dengan handphonenya
'tutt..'
"Hallo" sapa Vani
'dimana kamu?!' tanya Evano dari telepon
"Dimana lokasimu sekarang?! Aku kesana" ucap Vani
'aku share lokasinya'
"Oke, jangan bohong trus kabur" ucap Vani
'ha? Apa..' ucap Evano terhenti
'tut.. tutt..' Panggilan terputus
Di chat,
Evano : [tap untuk melihat lokasi]
Evano : 'kenapa langsung diputus telponnya?'
Vani : 'ntar akting oke'
Vani membuka lokasi Evano dan menunjukkannya pada sopir taxi
"Ohh.. tempat ini. Lumayan deket dari sini" ucap supir taxi paham, "Oke, kita berangkat" Ia menginjak gasnya dan melajukan taxi ke tempat Evano berada
Beberapa menit kemudian taxi itu sampai ditempat tujuan. Vani membuka pintu taxi dengan lebar, "Tunggu sebentar" Ia keluar dari taxi dan menghampiri Evano yang masih duduk di tempat sebelumnya, tanpa berpindah sedikit pun, "Hey, cepat berdiri! Jangan coba kabur lagi! Osis cuma mau antar kamu pulang dengan selamat! Jangan salah sangka lagi!" Seru Vani. Ia memegang lengan Evano dan membantunya berdiri. Vani menuntunnya menuju taxi, "Hey, lihat sendiri! Kakimu semakin pincang gara gara coba lari dari osis kan, rasakan sendiri!" Seru Vani
Evano menoleh ke arah Vani dan menatapnya dengan tajam, "Kamu kan.." ucap Evano terhenti, "AAA.. Sampai sampai, cepat masuk!" Seru Vani. Mereka berdua masuk ke dalam taxi dan duduk diam
Vani mencari alamat yang akan di tuju di maps handphonenya dan menunjukkannya pada sopir taxi. Sopir taxi menandai lokasi di maps mobilnya, "Baiklah, kita berangkat" Taxi itu melaju ke tempat tujuan
__ADS_1
"Akan aku jelaskan ke mama kamu, semua yang udah kamu lakukan disekolah!" Seru Vani
"Hah?!" Ucap Evano heran, "Tapi rumahku bu.."
"WAAA.. hahahaha.. jangan coba bohong dengan bilang rumahmu bukan ke arah sini! Aku dapetin alamat ini dari guru langsung!! Kamu nggak bisa nyangkal, rumahmu adalah apartemen kecil di pelosok kan?! Iya kan?! Kan! Kannn!!" Jelas Vani ngegas. Evano terdiam mengalah dengan ekspresi datar di wajahnya
"Ahahaha.. adek osis ini bersemangat sekali menjalani tugas" ucap sopir taxi
"Racun apa yang kamu kasih" ucap Evano
"Hah?! Racun?! Kenapa nyimpang dari topik pembicaraan?! Apa kepalamu terbentur tiang saat berlari dan ingatanmu terganggu?!" Ucap Vani ngegas. Ia menoleh ke arah sopir dan menurunkan nada bicaranya, "Maaf pak, sepertinya ingatannya terganggu. Jadi jangan percaya apa yang dia katakan"
"Oh bisa begitu juga ya, apa kita tidak mampir ke rumah sakit dulu?" Ucap sopir taxi
"Nggak perlu, saya udah telpon dokter buat datang kerumahnya" ucap Vani
"Oh.. ternyata sudah disiapkan toh"
"Iya begitu" jawab Vani mengangguk. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Vani membayar ongkos taxi dan ia bersama Evano keluar dari taxi, "Terimakasih tumpangannya" ucap Vani
Sopir taxi menurunkan kaca mobil, "Apa mau ditunggu? Adek osis kembali ke sekolah lagi kan setelah antar temannya?"
"Ngga ngga, ngga usah. Nanti guru saya sama dokter dateng pake mobil guru saya. Saya balik sama mereka" ucap Vani
"Kenapa guru juga datang?" Tanya sopir taxi
"Buat jelasin situasinya ke orangtuanya" jawab Vani
"Oh.. ternyata begitu. Ya sudah, kalian hati hati dan kamu anak bandel, jangan bantah osis lagi ya, niat osis itu selalu baik. Sebaiknya kamu percaya padanya" ucap sopir taxi
"Bapak pergi dulu" ucap sopir taxi. Ia melajukan taxinya pergi dari tempat itu
"Jadi ngerasa bersalah bohongi pak taxi" ucap Vani
"Kamu jelek jelekin aku ya?" Tanya Evano
"Ngga woy, itu kan cuma akting" ucap Vani
Evano menoleh ke belakangnya dan melihat gang yang cukup dalam, "Kenapa kita kesini?"
"Pulang kan ngga mungkin, kita numpang" ucap Vani, "Ayo"
"Bantu aku" ucap Evano
Vani merangkul tangannya dan mereka melangkah memasuki gang, "Kakimu keknya tambah parah"
"Kamu ajak aku lari di tambah di dorong, kamu pikir siapa yang buat aku begini?" Ucap Evano kesal
"Ahaha.. maap maap, ini demi keberlangsungan bolos kita juga" ucap Vani
"Apanya!"
__ADS_1
Mereka sampai di depan sebuah apartemen di ujung gang itu, Evano memperhatikan sekitarnya, "Kenapa kita ketempat kumuh begini?"
"Jahatnya mulutmu, ini apartemen bagus tau. Masih banyak apartemen lain yang lebih buruk dari ini" ucap Vani
"Lebih buruk dari ini? Kamu juga anggap apartemen ini buruk?"
Vani mengangguk mengiyakannya, "Dah.. ayo masuk" ajak Vani
"Apa kita akan sewa apartemen disini? emangnya bisa kalau cuma sewa sehari?" Tanya Evano
"Kita mau bertamu, bukan sewa apartemen"
Mereka masuk ke dalam lobi apartemen. Vani menghentikan langkahnya di ujung bawah tangga, "Pasti susah kamu naiknya, ayo ku bantu"
"Apa fungsinya lift?" Tanya Evano
Vani langsung menoleh ke arah lift, "Hah?! Liftnya dah nyala?! Berarti kemarin sia sia dong aku lari naik turun pake sepatu heels"
Evano terkejut mendengarnya, "Apa?! Kamu pakai heels?!"
"Kenapa kamu kaget cuma gegara heelsnya? Usahanya dong, sia sia kan" ucap Vani
"Kamu pakai gaun juga?"
"Iya"
"Buat?"
"Makan malam sama pesta dansa"
"Di apartemen ini?!"
"Yakali di sini, bukan lah. Dah jangan banyak tanya" ucap Vani sembari menekan tombol lift
'ting..' Pintu lift terbuka dan mereka berdua masuk ke dalam. Mereka naik ke lantai atas dan pergi menuju pintu apartemen Jack
"Kamar siapa ini?" Tanya Evano
"Ntar tau sendiri" Vani menekan pin pintu apartemen itu
"Kamu mau masuk apartemen orang tanpa izin?!"
"Cerewet! pura pura pingsan aja, biar dia bolehin kita masuk" ucap Vani
"Harus?"
"Iya cepetan" ucap Vani
Evano memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya ke kepala Vani
"hey palamu!" ucap Vani
__ADS_1
"Mana ada orang pingsan tegak, aku mencoba senatural mungkin" ucap Evano
"Terserah, sekarang diem.. kita masuk" ucap Vani