
"ketua sama wakil lagi rapat ya?" Tanya Riry
"Gatau, nggak kayaknya" jawab Agnes
'drrtt..' getar notifikasi chat di handphone Agnes menyala. Ia mengeluarkan handphonenya dan segera memeriksanya. Ia mendapatkan sebuah chat dari Vani
Di chat,
Vani : "Nes.. si.. nyal, ma.. sih bu.. rik😱"
Vani : "chatku ampe patah² gitu njirr 🤣"
Vani : "ku cma mau bilang, kmu psti bisa!"
Agnes typing...
Agnes : "woy lucknut, chat mna bisa patah² kamvang🖕"
Agnes menyimpan handphonenya dan menghembuskan nafas kekesalan, "Anj*ng Vani!"
"Hey, jangan ngatain orang" ucap Riry
("Awas aja Vani") batin Agnes kesal. Ia menarik nafasnya dalam dalam untuk menenangkan dirinya. Ia kembali menoleh ke arah Riry, "Dimana gitarnya? Aku yang tampil gantiin Evano"
"Evano kemana?" Tanya Riry
"Gatau lah, main sama Vani paling" ucap Agnes cuek, "Aku ganti baju" Ia berjalan pergi meninggalkan Riry untuk bersiap tampil menggantikan Evano
Di sisi lain, Vani dan kedua orang yang bersamanya menghentikan langkahnya di depan sebuah board game cafe, "Masuk sini yok" ajak Vani
"cafe ini?" Tanya Evano
"Iya"
"Nggak ah, kek anak kecil aja" tolak Evano
"Kamu suka board game?" Tanya Darren sembari melepas kacamata yang ia kenakan
"Nggak juga si. Penasaran aja, aku belum pernah ke cafe beginian" jawab Vani
"Kamu mau coba?" Tanya Darren
"Serius? Ayo, Evano gamau tinggal aja" ucap Vani bersemangat
"Jangan lama lama" ucap Evano
Ketika hendak masuk ke dalam Cafe, seseorang menghentikan mereka, "Excuse me" panggil orang itu. Mereka bertiga menoleh bersamaan ke arahnya. Segerombolan siswi SMA berseragam berdiri tepat di hadapan mereka
"yes? Is there anything I can help?" Ucap Vani
["Ya? Apa ada yang bisa ku bantu?"]
Gerombolan siswi itu tidak menghiraukan Vani, pandangan mereka seolah hanya tertuju pada Darren yang berdiri di samping Vani, 'Terkacang' gumam Vani
__ADS_1
"Are you Kim Darren?" Tanya salah satu siswi
"woah.. can we take a photo together?" Sambung temannya
["Wah.. bisakah kita foto bersama?"]
"no, you guys are wrong" ucap Darren
["Bukan, kalian salah orang"]
"no way, you are very similar" ucap salah satu siswi
["Tidak mungkin, kamu mirip"]
"try taking off your mask if you are not him" sambung temannya
["Buka maskermu kalau kamu bukan dia"]
"He said it wasn't him" ucap Vani ngegas
Siswi siswi itu menatap sinis ke arah Vani, "who are you? no need to interfere"
["Siapa kamu? Nggak usah ikut campur"]
"Hah?!"
"don't disturb her" ucap Darren
["Jangan ganggu dia"]
["Dia bukan yang kalian maksud"]
"so why is he hanging around wearing a mask and hat" ucap salah satu siswi
["Terus kenapa dia berkeliaran pake masker sama topi"]
"if not a famous person what?" Sambung temannya
["Kalau bukan orang terkenal apa?"]
Evano tersenyum kecil, "does it have to be a famous person wearing a mask?"
["Apa harus terkenal kalau keluar pake masker?"]
"He has a contagious flu, you seriously want him to take off his mask?"
["Dia terkena flu menular, kalian serius memintanya lepas masker?"]
"True.. uhukk.. uhukk.. ah.. so torturous, I want to take off my mask" ucap Darren dengan aktingnya yang di buat buat
["ah.. sangat menyiksa, aku ingin melepaskan maskerku"]
Seketika siswi siswi itu mundur menjaga jarak, "don't take off your mask"
__ADS_1
["Jangan lepas maskermu"]
"next time don't go out wearing a mask, make people mistaken" sambung yang lainnya
["Lain kali jangan keluar pakai masker, bikin orang salah sangka"]
"tcih.. at least his face is ugly, pretentious to be covered haha" sambung lainnya
["Tcih.. palingan juga muka burik, pake tutupin segala haha"]
"right, very ugly. You are sorry if you see it" ucap Evano
["Benar, sangat burik. Kamu menyesal kalau liat"]
"already, back there to school. or I will report you all to the school if you guys skip class during class" ucap Vani sambil tersenyum
["Balik ke sekolah gih. Atau mau ku aduin ke sekolah kalau kalian bolos kelas?"]
"Don't threaten, we're not afraid" ucap salah satu siswi
["Jangan mengancam, kita nggak takut"]
"I am an alumni of your school and have good connections with the principal, are you sure?" Ucap Vani
["Aku alumni sekolahmu dan punya koneksi baik sama kepala sekolah, yakin?"]
"never mind, don't enlarge it. We're just skipping school for a bit" ucap salah satu siswi
["Sudahlah, jangan diperbesar. Kita cuma bolos sebentar"]
"we will go now. Let's go girls" Gerombolan siswi SMA itu berlalu melewati mereka bertiga. Setelah memastikan jarak mereka jauh, Darren menghela nafas lega, "Terimakasih sudah membantuku" ucapnya
"Siapa yang bantu kamu, aku cuma singkirin pengganggu" ucap Evano
"Untuk Vani" ucap Darren
Vani tertawa mendengarnya, "Bhaks.. ahahahaa.. sama sama"
"Apa dia terlihat membantu?" Tanya Evano, "Ngomong aja dia dikacangin"
"Aku tetap berterimakasih pada kalian berdua" ucap Darren
"Wah.. ternyata kamu terkenal juga. Sampe ada yang kenalin kamu padahal pakai masker gitu" ucap Vani
"Itu yang membuatku tidak suka keluar jalan kaki. Aku juga tidak bisa pulang jalan kaki bersama temanku, setiap hari harus menunggu jemputan" ucap Darren
"Benar, emang susah jadi tekenal. Ku juga sebenarnya risih, apalagi kalau ada yang sampai ngejar ngejar" ucap Vani
"Kamu?" Tanya Evano terkejut
"Kamu punya fans fanatik semerepotkan itu?" Tanya Darren
"Nggak bisa di panggil fans sih, terlalu bar bar. Biasanya mereka ngejar kalau salah satunya ku kerjain dikit atau nggak ku ajakin ribut. Ntar mereka semua ngejar deh kemana pun aku pergi. Emang fanatik banget sih" jelas Vani
__ADS_1
"Hah?!" Tanya Evano terheran-heran