
Pria itu segera memberi kode kepada rekannya untuk membantunya melawan Zion. Mereka semuanya yang tadinya berada di dalam mobil kini sudah keluar untuk membantu. Hal itu mengundang perhatian Dominic. Sekali lagi pria itu mengumpat kesal sebelum turun dari mobil. Dia merasa kalau anak buahnya sama sekali tidak berguna. Tanpa mempedulikan larangan dari bawahannya, Dominic segera melangkah menuju ke depan. Dia sangat ingin tahu sebenarnya ada apa di depan sana. Kenapa ramai sekali.
Zion memandang Dominic yang saat itu telah ada di depannya. Dengan senyum mengembang di bibir, pria itu berjalan mendekati Dominic seolah sedang menunggu tamu.
"Apa kabar Tuan? Senang bertemu dengan Anda lagi," sapa Dominic dengan eskpresi yang tenang. Berbeda jauh dengan isi hatinya yang kini dipenuhi emosi.
Dominic menelan salivanya dengan wajah jengkel. Kini dia tahu siapa yang sudah berani mengusik ketenangan di Mansion mewah miliknya. Meskipun kesal tetapi Dominic tetap memperlihatkan wajah yang begitu santai. Dia memandang pasukan Gold Dragon yang kini mengepung mereka. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak tetapi senjata api yang mereka miliki bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Dominic menyerang duluan.
"Tidak perlu basa-basi! Saya sangat muak mendengar suara anda!" ketus Zion.
__ADS_1
"Anda jauh-jauh datang ke Las Vegas hanya untuk mengusik ketenangan yang ada di Mansion saya? Apa belum cukup dengan Faith ada di sana. Saya sudah membiarkan Anda berbahagia dengan wanita yang saya cintai. Kenapa sekarang anda harus repot-repot merusak istana yang saya bangun dari nol," ujar Dominic hingga membuat Zion tersenyum sinis.
"Harusnya saya yang bertanya. Kepada Anda berani sekali mengusik ketenangan keluarga saya. Kami tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk mengusik ketenangan anda. Saya datang ke sini bukan untuk balas dendam. Saya ingin memberikan hasil dari perbuatan anda sendiri."
"Seharusnya anda berpikir dua kali sebelum datang ke Las Vegas dan memiliki niat untuk menyerang saya. Meskipun selama ini Gold Dragon terkenal sebagai geng mafia yang paling hebat. Tetapi dengan jumlah anggota yang saya miliki di Las Vegas Anda tidak akan pernah bisa menang mengalahkan saya," ucap Dominic dengan penuh percaya diri.
"Kalau begitu buktikan. Saya sudah tidak sabar untuk melihat siapa yang menang di antara kita," tantang Zion.
"Sepertinya terlalu berisik jika kita menggunakan senjata api. Bagaimana jika kita bertarung tanpa menggunakan senjata apapun?" tawar Dominic. Jelas saja Zion tidak mudah untuk mempercayai dan menuruti perkataan Dominic. Namun dia tetap melakukan apa yang diinginkan Dominic seolah pria itu percaya.
__ADS_1
"Baiklah. Saya sudah terbiasa bertarung tanpa senjata," jawab Zion menyombongkan diri. Pria itu meletakkan senjata api yang ia miliki di permukaan jalan. Begitu juga dengan pasukan Gold Dragon dan seluruh pasukan milik Dominic.
Dominic memandang senjata api yang terletak di bawah kaki. Pria itu menghela nafas kasar sambil melipat lengan kemeja yang ia kenakan.
"Oke. Saatnya bermain!" ujar Domini sebelum melangkah mendekati Zion. Pria itu seperti sudah tidak sabar untuk mendaratkan pukulan terbaiknya di rahang Zion.
Begitu juga dengan Zion yang kini berjalan mendekati Dominic. Semua pasukan yang mereka berdua miliki hanya menjadi penonton karena mereka belum mendapat perintah untuk saling menyerang. Kali ini mereka ingin melihat kemampuan dari pemimpin mereka masing-masing.
Dengan mudahnya Zion melayangkan satu pukulan di wajah Dominic. Hal itu membuat Dominic berhenti dan kaget. Pria itu memegang wajahnya lalu tersenyum simpul.
__ADS_1
"Hanya segini kekuatan Big Boss Gold Dragon?" tanya Dominic dengan wajah meledek.