Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 80


__ADS_3

"Maafkan Norah Ma." Tidak ada kalimat lain yang ingin diucapkan oleh Norah selain kata maaf. Dia merasa sedih karena sudah membuat keluarganya sedih dan khawatir. Norah merasa yakin kalau Zion telah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Walau pada kenyataannya, cerita detailnya belum dikatakan sama Zion kepada Leona dan juga Jordan. Pria itu masih menjaga nama baik adiknya. Dia juga tidak mau sampai Norah jelek di mata kedua orang tua mereka.


"Sayang, kau tidak perlu bersedih. Yang terpenting sekarang kau sudah ada di sini. Mama sekarang bisa bernapas dengan lega karena sudah melihatmu baik-baik saja." Leona memandang ke arah Austin. Dia sudah tahu tentang Austin meskipun Zion belum menjelaskannya. Tetapi, apa yang bisa dilakukan Leona terhadap Austin? Bahkan hari ini Norah kembali ke rumah karena di temani oleh pria itu. Bisa saja tanpa perlindungan pria itu, Norah bertemu dengan Mr. A dan juga di sekap lagi.


"Ma, Austin ingin bicara sama mama juga papa." Norah melirik Zion. Dia tahu kalau kakaknya itu sudah tidak sabar untuk menghajar kekasihnya.


"Sepertinya kita butuh tempat untuk cerita. Tidak harus berdiri seperti ini," sahut Jordan. "Dia sengaja mengatakan kalimat seperti itu agar suasana tidak tegang seperti sekarang."


"Ya, kita bisa bicara di sana." Tunjuk Leona ke arah ruangan yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul. Wanita itu merangkul lengan Norah dan membawanya pergi ke arah sana. Diikuti Jordan sambil mengajak Zion dan juga Austin.

__ADS_1


Sedangkan Daisy masih tetap berdiri di sana sambil memandang punggung semua orang. Wanita itu melipat kedua tangannya.


"Akan menjadi cerita yang rumit. Kenapa sih Kak Norah harus jatuh cinta sama Austin? Inikan namanya dia menentang Kak Zion," umpat Daisy di dalam hati. Mau tidak mau Norah ikut melangkah juga. Wanita itu tidak mau ketinggalan informasi penting yang nanti akan dibicarakan.


Semua orang duduk di sofa yang telah disediakan. Austin duduk di sofa tunggal sama seperti Zion. Sedangkan Leona dan Norah satu sofa yang sama. Begitu juga dengan Jordan dan juga Daisy. Beberapa pelayan lagi-lagi muncul bersama dengan makanan dan minuman untuk melengkapi obrolan pagi itu.


Austin melirik ke rumah Norah yang masih belum rapi karena penyerangan waktu itu. Ada rasa bersalah bahkan rasa malu yang kini ia rasakan. Tetapi, semua sudah terjadi.


"Zion gak suka pria ini menginjakkan kakinya di rumah kita. Dia harus pergi!" ketus Zion masih dengan tangan terkepal.


"Karena dia pernah menculik Daisy?" tanya Jordan lagi. Dia harus tahu sebenarnya apa alasan putranya tidak suka sama pria yang dicintai oleh putrinya.

__ADS_1


"Itu hanya salah satunya, Pa. Masih banyak lagi hal-hal buruk yang harus kita waspadai. Bukankah pria ini adalah orang yang sudah menyebabkan GrandNa tewas?"


"Tidak, Zion. Pria yang sudah membuat GrandNa tewas juga sudah tidak ada di dunia ini. Opa Lukas segera memeriksa cctv dan menangkap pria itu setelahnya. Memang masalah ini seharusnya menjadi rahasia kami. Tetapi papa harus memberi tahumu yang sebenarnya agar permusuhan di antara kau dan Austin tidak semakin larut."


Walau sudah jelas-jelas terbukti Austin tidak bersalah, tetap saja dia belum mau memaafkan Austin. Rasanya kesalahan yang sudah diperbuat pria itu sudah tidak termaafkan lagi.


"Lalu, bagaimana dengan perbuatan-perbuatan Austin yang sudah menculik dan menyekap Daisy? Papa mau melupakan kesalahan pria ini begitu saja? Sama seperti yang sudah dilakukan oleh Norah?" ketus Zion dengan emosi tertahan.


"Mama setuju dengan Zion. Kita tidak bisa memaafkan Austin begitu saja. Dia pernah membuat kekacauan di dalam keluarga kita. Kita juga tidak tahu apa dia benar-benar sudah berubah atau hanya pura-pura. Austin dan Mr. A berada di dalam lingkaran yang sama. The Bloods. Bisa saja ini salah satu trik yang dilakukan Austin untuk menghancurkan keluarga kita. Mr. A pria yang sangat licik. Bisa saja kan, Austin berbuat baik kepada Norah agar dia bisa masuk dan berdiri di antara kita. Mereka semua ingin memanfaatkan rasa kasih sayang yang kita miliki!"


Leona menatap tajam wajah Austin. Untuk kali ini Austin benar-benar kehabisan cara untuk membela dirinya sendiri. Padahal sebelum memutuskan untuk mengantarkan Norah pulang dia sudah menyimpan berbagai macam alasan yang bisa ia gunakan untuk membela diri di depan keluarga besar Norah. Tapi, entah kenapa setelah berada di hadapannya mereka semua. Austin membisu seperti tidak sanggup bicara lagi.

__ADS_1


"Kau tidak di terima di rumah ini. Sebaiknya kau pergi tanpa membuat masalah! Austin Clark!" usir Zion. "


__ADS_2