Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 176


__ADS_3

Faith menyandarkan tubuhnya di dinding. Wanita itu merasa bahagia mendengar kabar dari pasukan Gold Dragon yang menjaganya kalau Zion menang. Mereka semua akan pulang dalam keadaan selamat. Tadinya Faith sendiri merasa tidak yakin kalau Zion akan berhasil mengalahkan Dominic. Faith sendiri tahu kalau Dominic adalah pria yang sangat licik. Tidak mudah untuk mengalahkannya, apa lagi jika berada di wilayah kekuasaannya.


"Syukurlah kalau Tuan Zion selamat. Aku senang." Faith ingin melangkah namun tiba-tiba saja di depan sudah berdiri seorang wanita tua. Faith mengeryitkan dahinya. Dia kenal siapa wanita itu karena pernah bertemu sebelumnya. Meskipun mereka belum pernah berkenalan secara resmi.


"Tante," ucap Faith ragu-ragu. Kepalanya menunduk karena tidak berani menatap langsung.


"Bisa kita bicara?" Leona tidak mau menunda lagi. Dia harus segera tahu sebenarnya seperti apa wanita yang dicintai oleh putranya. Hanya dengan bicara saja Leona yakin kalau dia pasti bisa menilai ketulusan wanita tersebut.


"Dimana Tante?" tanya Faith tidak tahu.

__ADS_1


"Dimana saja. Di sini juga gak masalah." Leona duduk di kursi yang ada di meja makan. Faith yang merasa segan memutuskan untuk membuat teh.


"Aku hanya ingin mengobrol saja. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk minum," ujar Leona dengan nada lembut. Bagaimanapun juga dia tetap harus menjaga perasaan Faith. "Duduklah. Jangan repot-repot."


Faith mengangguk. Wanita itu berjalan ke meja makan dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Dia memandang wajah Leona sejenak sebelum menunduk lagi.


"Kami bertemu di jalan, Tante. Maksudku, waktu itu aku meminta Tuan Zion untuk menolongku karena aku akan di tangkap oleh anak buah Dominic. Aku kehilangan banyak darah. Tuan Zion telah mendonorkan darahnya kepada saya."


"Ya, aku tahu informasi itu." Leona mengangguk. "Lalu, bagaimana perasaanmu terhadap Zion? Apa kau mencintai putraku?"

__ADS_1


"Soal itu saya belum tahu, Tante."


"Belum tahu? Putraku sudah sejauh ini memperjuangkanmu dan kau bilang belum tahu? Faith, Tante tidak akan memaksamu untuk mencintai Zion. Tapi Tante minta jangan sakiti Zion. Jika kau tidak mencintai Zion bahkan tidak mau mencintainya, tolong tinggalkan Zion."


Faith membisu mendengarnya. Dia benar-benar tidak tahu harus jawab apa sekarang.


"Maafkan Tante, Faith. Tapi sebagai seorang ibu Tante tidak tega melihat Zion sakit hati. Ini cinta pertamanya. Pertama kalinya dia jatuh cinta. Tante tahu kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Jika kau tidak bisa membalas cintanya, pergilah yang jauh dari hidup Zion. Itu akan membuat Zion terbiasa hidup tanpamu."


"Tante, sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah menyusahkan keluarga Tante. Tapi, soal perasaan saya terhadap Tuan Zion, biarlah menjadi rahasia saya. Untuk saat ini, saya hanya ingin hidup sendiri tanpa pria. Saya belum siap membuka hati saya Tante. Ini kedengarannya konyol. Tapi memang seperti ini yang saya rasakan. Saya harap Tante mengerti dengan keputusan saya dan tidak memaksa saya lagi untuk menentukan sebuah keputusan. Nanti ketika Tuan Zion sudah kembali, saya juga akan membicarakan masalah ini dengannya."

__ADS_1


__ADS_2